Doa setelah shalat dhuha, lengkap Arab, latin, dan artinya
Daftar Isi
Doa setelah shalat dhuha dan maknanya
Programamal.com – Shalat dhuha menjadi salah satu ibadah sunah yang banyak dikerjakan pada pagi hari. Seusai menunaikannya, seorang Muslim dapat melanjutkan dengan zikir dan doa sebagai wujud syukur sekaligus ikhtiar batin untuk memohon ampunan, kelapangan rezeki, serta kemudahan dalam berbagai urusan.
Tidak terdapat kewajiban membaca satu doa tertentu setelah shalat dhuha. Umat Islam dapat berdoa dengan bahasa dan permohonan yang baik sesuai kebutuhan. Meski demikian, ada bacaan yang sangat dikenal dalam tradisi keislaman, yakni doa yang dimulai dengan kalimat Allahumma innad dhuha dhuha’uka.
Doa tersebut tercantum dalam literatur fikih, termasuk Hasyiyah I’anatut Thalibin. Namun, bacaan itu tidak diketahui bersumber dari hadis sahih yang secara khusus menetapkannya sebagai doa selepas shalat dhuha. Karena itu, lebih tepat memahaminya sebagai doa yang lazim diamalkan, bukan lafal yang pasti diajarkan Rasulullah SAW khusus untuk waktu tersebut.
Bacaan doa dhuha yang umum diamalkan
Berikut doa yang populer dibaca setelah shalat dhuha dalam tulisan Arab, latin, dan terjemahannya.
اللَّهُمَّ إِنَّ الضُّحَى ضُحَاؤُكَ، وَالْبَهَاءَ بَهَاؤُكَ، وَالْجَمَالَ جَمَالُكَ، وَالْقُوَّةَ قُوَّتُكَ، وَالْقُدْرَةَ قُدْرَتُكَ، وَالْعِصْمَةَ عِصْمَتُكَ. اللَّهُمَّ إِنْ كَانَ رِزْقِي فِي السَّمَاءِ فَأَنْزِلْهُ، وَإِنْ كَانَ فِي الْأَرْضِ فَأَخْرِجْهُ، وَإِنْ كَانَ مُعْسِرًا فَيَسِّرْهُ، وَإِنْ كَانَ حَرَامًا فَطَهِّرْهُ، وَإِنْ كَانَ بَعِيدًا فَقَرِّبْهُ، بِحَقِّ ضُحَائِكَ وَبَهَائِكَ وَجَمَالِكَ وَقُوَّتِكَ وَقُدْرَتِكَ، آتِنِي مَا آتَيْتَ عِبَادَكَ الصَّالِحِينَ.
Allahumma innad-duha duha’uka, wal-baha’a baha’uka, wal-jamala jamaluka, wal-quwwata quwwatuka, wal-qudrata qudratuka, wal-‘ishmata ‘ishmatuka. Allahumma in kana rizqi fis-sama’i fa anzilhu, wa in kana fil-ardhi fa akhrijhu, wa in kana mu’siran fa yassirhu, wa in kana haraman fa tahhirhu, wa in kana ba’idan fa qarribhu, bihaqqi duha’ika wa baha’ika wa jamalika wa quwwatika wa qudratika, atini ma ataita ‘ibadakash-shalihin.
“Wahai Tuhanku, sesungguhnya waktu dhuha adalah waktu dhuha-Mu, keagungan adalah keagungan-Mu, keindahan adalah keindahan-Mu, kekuatan adalah kekuatan-Mu, kekuasaan adalah kekuasaan-Mu, dan penjagaan adalah penjagaan-Mu. Ya Allah, jika rezekiku berada di langit, turunkanlah. Jika berada di bumi, keluarkanlah. Jika sulit, mudahkanlah. Jika haram, sucikanlah. Jika jauh, dekatkanlah. Dengan hak waktu dhuha-Mu, keagungan-Mu, keindahan-Mu, kekuatan-Mu, dan kekuasaan-Mu, berikanlah kepadaku apa yang Engkau berikan kepada hamba-hamba-Mu yang saleh.”
Isi doa ini tidak hanya berbicara tentang rezeki dalam arti materi. Permohonannya juga mengandung harapan agar rezeki yang diterima bersih, baik, membawa keberkahan, dan diperoleh melalui jalan yang diridai Allah SWT. Kalimat tentang urusan yang sulit dan sesuatu yang jauh pun dapat dimaknai sebagai doa agar seorang hamba diberi kemudahan dalam menjalani tanggung jawab hidup.
Doa memohon ampun yang memiliki riwayat hadis
Bagi yang ingin mengamalkan doa dengan riwayat hadis, terdapat bacaan istigfar dan permohonan diterimanya tobat yang diriwayatkan dari Aisyah RA. Doa ini disebut dibaca Rasulullah SAW setelah shalat dhuha dan diulang hingga seratus kali.
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي، وَتُبْ عَلَيَّ، إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ
Allahummaghfir li, wa tub ‘alayya, innaka antat-tawwabur-rahim.
“Ya Allah, ampunilah aku dan terimalah tobatku. Sesungguhnya Engkau Maha Penerima Tobat lagi Maha Penyayang.”
Riwayat tersebut terdapat dalam kitab Al-Adab Al-Mufrad nomor 619. Syekh Al-Albani menilai hadisnya sahih. Bacaan ringkas ini dapat menjadi pilihan bagi Muslim yang ingin mengiringi shalat dhuha dengan permohonan ampun dan pengharapan atas kasih sayang Allah SWT.
Waktu dan keutamaan shalat dhuha
Shalat dhuha dikerjakan sesudah matahari terbit dan meninggi hingga sebelum masuk waktu zuhur. Jumlah minimalnya dua rakaat, sedangkan penambahannya dapat disesuaikan dengan kemampuan masing-masing.
Ibadah ini kerap dikaitkan dengan doa rezeki, tetapi maknanya lebih luas daripada itu. Dalam hadis riwayat Muslim nomor 720, dua rakaat shalat dhuha dijelaskan dapat mencukupi sedekah bagi seluruh persendian tubuh manusia. Keutamaan tersebut menegaskan bahwa dhuha juga merupakan ungkapan rasa terima kasih atas kesehatan, kemampuan bergerak, dan berbagai nikmat yang diterima setiap hari.
Setelah salam, seseorang dapat memperbanyak zikir, membaca istigfar, bershalawat, atau menyampaikan hajat pribadi kepada Allah SWT. Yang utama adalah menjaga keikhlasan, memahami bahwa doa merupakan bentuk penghambaan, serta mengiringinya dengan usaha yang baik dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan demikian, doa dhuha yang populer dapat terus dibaca sebagai amalan baik dalam tradisi Islam. Sementara itu, doa ampunan yang diriwayatkan dari Aisyah RA dapat menjadi alternatif yang kuat bagi mereka yang ingin melengkapinya dengan bacaan yang memiliki riwayat hadis.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Doa setelah shalat dhuha lengkap Arab?
Doa setelah shalat dhuha lengkap Arab is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Doa setelah shalat dhuha lengkap Arab matter?
Doa setelah shalat dhuha lengkap Arab matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.