Latest Program: RSIA Bunda Jakarta: Pusat Neurologi Anak kuatkan penanganan epilepsi

RSIA Bunda Jakarta: Pusat Neurologi Anak kuatkan penanganan epilepsi

Jakarta, Senin — Rumah Sakit Ibu Anak (RSIA) Bunda Jakarta meresmikan Pusat Neurologi Anak, fasilitas yang menyediakan layanan integratif untuk mengidentifikasi dan meningkatkan pengobatan epilepsi pada anak-anak. Pusat ini dibuka dalam rangka memperingati Hari Epilepsi Sedunia, menandai langkah strategis dalam memperkuat penangangan kondisi neurologis di kalangan pasien pediatrik.

Inovasi Teknologi EEG Portabel

Menurut dr Achmad Rafli, konsultan neurologi RSIA Bunda Jakarta, teknologi Electroencephalogram (EEG) portabel menjadi bagian penting dari upaya memudahkan proses diagnostik anak-anak. Alat ini dirancang agar dapat memberikan hasil yang akurat dan fleksibel, memungkinkan diagnosis yang lebih nyaman serta mendukung keputusan medis yang optimal.

“EEG portabel memungkinkan perekaman aktivitas otak dalam kondisi yang lebih alami, saat anak sedang rileks, bermain, atau tidur,” katanya. “Ini membantu kami mendapatkan data yang lebih tepat untuk menegakkan diagnosis, bahkan pada kasus epilepsi yang rumit, serta menentukan pengobatan yang sesuai.”

Keunggulan desain kompakt dan tidak invasif dari EEG portabel juga mengurangi gangguan sinyal yang muncul akibat ketidaknyamanan pasien, sehingga memperbaiki kualitas hasil pemeriksaan secara keseluruhan. Dengan metode ini, RSIA Bunda Jakarta berharap meningkatkan akurasi dalam mengenali penyebab gangguan saraf pada anak-anak.

Tim Multidisiplin dan Layanan Lengkap

Pusat Neurologi Anak didukung oleh tim khusus yang terdiri dari dokter spesialis anak, terapis tumbuh kembang, serta perawat terlatih. Layanan yang ditawarkan mencakup evaluasi perkembangan saraf, manajemen kejang demam, hingga program rehabilitasi yang terpadu dan berkelanjutan.

“Kehadiran pusat layanan ini diharapkan mempercepat deteksi dini gangguan neurologis, sehingga intervensi dapat dilakukan lebih tepat waktu dan risiko dampak jangka panjang pada pertumbuhan anak bisa diminimalkan,” ujarnya.

Langkah ini juga bertujuan memperkuat peran RSIA Bunda Jakarta sebagai salah satu pusat rujukan neurologi anak di Indonesia. Dalam jangka panjang, pihaknya berkomitmen mengembangkan riset klinis, termasuk pemanfaatan kecerdasan buatan untuk prediksi kejang dan pendekatan terapi yang lebih personal.