Special Plan: Kabar Prabowo reshuffle pejabat, Qodari: itu hak prerogatif Presiden

Kabar Perombakan Kabinet, Qodari: Ini Hak Prerogatif Presiden

Jakarta – Muhammad Qodari, Kepala Staf Kepresidenan, mengungkapkan bahwa penggantian posisi pejabat dalam Kabinet Merah Putih berada di bawah kekuasaan Presiden Prabowo Subianto. Hal ini ia sampaikan ketika merespons isu yang mengatakan bahwa Presiden akan melakukan perubahan struktur kabinet hari ini. Menurut Qodari, semua keputusan tersebut merupakan wewenang eksklusif pemimpin negara.

“Segala keputusan tentang susunan kabinet adalah prerogatif Presiden,” ujarnya saat dihubungi ANTARA, Senin siang.

Qodari meminta masyarakat untuk bersabar dan menunggu pemberitahuan lebih lanjut dari Presiden. “Kita tinggal menantikan arahan dari Bapak Presiden,” tambahnya.

Sekretaris Kabinet Teddy: Tunggu Penjelasan

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya sebelumnya mengatakan bahwa perombakan kabinet memerlukan waktu. “Silakan menunggu keputusan resmi,” kata Teddy di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (7/4).

Riwayat Perombakan Kabinet Prabowo

Dalam masa kepemimpinannya, Presiden telah melaksanakan empat kali perombakan struktur kabinet. Pada reshuffle pertama, 19 Februari 2025, Brian Yuliarto ditunjuk sebagai Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, menggantikan Satryo Soemantri Brodjonegoro.

Di hari yang sama, Muhammad Yusuf Ateh menjadi Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), dengan Agustina Arumsari sebagai wakilnya. Selain itu, Amalia Adininggar Widyasanti diberikan jabatan sebagai Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), sementara Sonny Harry Budiutomo Harmadi menjadi wakilnya. Nugroho Sulistyo Budi juga ditunjuk sebagai Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).

Reshuffle Kedua dan Ketiga

Reshuffle kedua, 8 September 2025, melibatkan penunjukan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan, menggantikan Sri Mulyani Indrawati. Mukhtarudin dan Ferry Juliantono juga dilantik sebagai menteri baru di bidang perlindungan pekerja migran dan koperasi, masing-masing menggantikan Abdul Kadir Karding dan Budi Arie Setiadi.

Di reshuffle ketiga, 17 September 2025, Djamari Chaniago dan Erick Thohir ditunjuk sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan serta Menteri Pemuda dan Olahraga, menggantikan Budi Gunawan dan Dito Ariotedjo. Afriansyah Noor, Rohmat Marzuki, dan Farida Faricha menjadi wakil menteri di sektor ketenagakerjaan, kehutanan, dan koperasi, masing-masing menggantikan Immanuel Ebenezer, serta perubahan jabatan lainnya.

Perombakan Keempat dan Jabatan Tambahan

Reshuffle keempat, 8 Oktober 2025, menambahkan Benjamin Paulus Octavianus sebagai Wakil Menteri Kesehatan dan Akhmad Wiyagus sebagai Wakil Menteri Dalam Negeri. Anggito Abimanyu juga ditetapkan sebagai Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Dalam sektor BUMN, Dony Oskaria menjadi Kepala BP BUMN, didampingi Aminudin Maruf dan Teddy Barata sebagai wakilnya. Dirgayuza Setiawan dan Agung Gumilar Saputra diberikan tugas sebagai asisten khusus presiden di bidang komunikasi serta analisis data strategis. Velix Wanggai, Ribka Haluk, dan sejumlah tokoh lainnya juga dilantik sebagai anggota Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua.