Special Plan: 18.860 buruh Cikarang bergabung di Monas peringati May Day

18.860 Buruh Cikarang Ikuti Perayaan May Day di Monas

Special Plan – Kabupaten Bekasi menjadi salah satu sentral kegiatan peringatan Hari Buruh Internasional tahun 2026, dengan ribuan buruh dari kawasan industri Cikarang bergerak menuju Monumen Nasional (Monas) Jakarta untuk mengikuti perayaan yang dihadiri langsung oleh Presiden. Ribuan pekerja tersebut mengumpulkan diri dari tujuh titik berbeda, dengan dukungan dari petugas keamanan gabungan yang mengawal perjalanan mereka ke pusat peringatan.

Perayaan Diadakan di Monas Sesuai Arahan Pemerintah

Menurut Fuad Hasan, Kepala Bidang Hubungan Industrial Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Bekasi, kegiatan May Day tahun ini diadakan di Monas untuk mengikuti arahan pemerintah pusat melalui Kementerian Ketenagakerjaan. “Kebijakan pusat meminta semua aktivitas Hari Buruh Internasional dikonsentrasikan di Monas, sehingga Kabupaten Bekasi tidak mengadakan perayaan sendiri,” jelasnya. Pemkab Bekasi mengatakan bahwa kegiatan ini diselenggarakan secara pusat, dengan harapan dapat memperkuat kehadiran buruh di ibukota.

“Massa buruh telah tiba di Monas, dengan dibantu oleh petugas keamanan gabungan yang mengawal dari tujuh titik kumpul keberangkatan,” ucap Fuad Hasan. Titik kumpul utama yang digunakan mencakup Saung Buruh, PT. Mattel, GIIC, Delta Mas, Hyundai, Ejip, Gobel, MM2100, serta Marunda Center. Angkutan umum seperti bus, mobil pribadi, dan kendaraan komando dikerahkan untuk membawa pekerja ke Monas, dengan tema “May Day Kesejahteraan 2026: Pekerja, Satu Kemajuan Tekad, Satu Industri Tujuan dan Sejahtera Bersama.”

Perayaan di Monas sendiri menjadi tempat berkumpulnya ribuan buruh yang datang dari berbagai serikat pekerja. Salah satu organisasi yang turut serta adalah Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI), Serikat Pekerja Nasional (SPN), Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI), Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), dan Konfederasi Persatuan Buruh Indonesia (KPBI). Selain itu, perwakilan dari serikat buruh perusahaan juga terlibat dalam kegiatan ini.

Kapolres Metro Bekasi Komisaris Besar Pol. Sumarni menambahkan bahwa pihak keamanan telah menyiapkan 1.758 personel gabungan, terdiri dari TNI, Polri, pemerintah daerah, serta petugas kawasan industri, untuk mengamankan perjalanan ribuan buruh ke Monas. “Kami melakukan pengawasan ketat di setiap titik kumpul agar kegiatan berjalan lancar dan aman,” tuturnya setelah melepas peserta dari MM2100. Dengan adanya kehadiran petugas keamanan, diharapkan tidak terjadi gangguan selama perayaan.

Aspirasi Buruh Diantarkan ke Pemerintah

Seorang anggota serikat pekerja, Muhammad Iqbal, mengungkapkan bahwa pergerakan ke Monas bukan hanya untuk merayakan Hari Buruh Internasional, tetapi juga untuk menyampaikan aspirasi. “Kami membawa tuntutan yang terkait dengan kondisi kerja para buruh, seperti penghapusan sistem outsourcing, penolakan upah murah, dan peninjauan kembali praktik pemutusan hubungan kerja (PHK) sepihak,” katanya. Iqbal juga menambahkan bahwa tuntutan tersebut berdasarkan putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang telah memperkuat perlindungan bagi pekerja.

Dalam perayaan May Day 2026, sejumlah pekerja juga memilih untuk bergerak ke gedung DPR dan MPR RI sebagai bagian dari perwakilan yang ingin menyampaikan kebijakan ketenagakerjaan kepada pemerintah. Sementara itu, ada kelompok yang lebih suka melakukan perayaan di Bumi Perkemahan Bojongmangu, dengan ratusan buruh yang menghadiri acara dengan menggunakan sepeda motor.

Penekanan pada Kesejahteraan Buruh

Tema perayaan tahun ini, “May Day Kesejahteraan 2026,” mencerminkan kepedulian buruh terhadap kualitas hidup dan keadilan di tempat kerja. Para peserta mengusung pesan bahwa kebijakan ketenagakerjaan harus lebih berpihak kepada pekerja, bukan hanya mengejar pertumbuhan industri. Hal ini menjadi isu utama yang dibawa oleh para buruh selama perjalanannya ke Monas.

Kehadiran para buruh di Monas juga menunjukkan peran aktif mereka dalam menyuarakan kepentingan bersama. Meski kegiatan tersebut dipusatkan di ibukota, peserta dari Kabupaten Bekasi tetap berpartisipasi penuh. “Ini adalah kesempatan bagi kami untuk memperkuat solidaritas antar buruh, sekaligus menunjukkan bahwa tuntutan kesejahteraan tetap menjadi prioritas,” ujar Iqbal. Ia menambahkan bahwa para buruh tidak hanya ingin menerima upah yang adil, tetapi juga mengharapkan pengakuan hak-hak mereka dalam sistem kerja modern.

Di sisi lain, pemerintah daerah Kabupaten Bekasi mengakui bahwa mereka tidak mengadakan kegiatan May Day sendiri, namun tetap mendukung keberangkatan para buruh. Fuad Hasan menegaskan bahwa kehadiran buruh di Monas merupakan bentuk keberanian dalam menyampaikan suara mereka. “Kami mengapresiasi partisipasi yang tinggi, karena ini menunjukkan kepedulian buruh terhadap perubahan kebijakan,” tuturnya.

Perayaan May Day 2026 ini diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi antara buruh, serikat pekerja, dan pemerintah. Selain menyampaikan tuntutan, kegiatan juga menjadi ajang silaturahmi dan penguatan komitmen untuk mewujudkan industri yang lebih adil. Dengan tema kesejahteraan, peserta menekankan bahwa tujuan utama May Day adalah meningkatkan kualitas hidup para pekerja di tengah tantangan ekonomi dan perubahan struktur industri.

Dalam rangkaian kegiatan, ribuan buruh menunjukkan semangat yang luar biasa, dengan menghadirkan bendera-bendera serikat pekerja dan berpakaian seragam yang menjadi simbol solidaritas. Mereka bergerak dengan tertib, meski jalanan terlihat ramai karena banyaknya peserta yang berasal dari berbagai kawasan industri. Atmosfer perayaan tersebut memadukan semangat perjuangan dan keharmonisan antar kelompok buruh.

Setelah tiba di Monas, para buruh berharap pemerintah dapat memberikan respons terhadap tuntutan mereka. “Kami percaya bahwa kebijakan ketenagakerjaan akan menjadi lebih baik jika diambil secara transparan dan berdasarkan kepentingan buruh,” kata Iqbal. Dengan kehadiran langsung Presiden, ia yakin bahwa aspirasi para pekerja akan mendapatkan perhatian serius. Perayaan ini juga menjadi peringatan bahwa buruh tetap menjadi bagian integral dari kemajuan Indonesia.