New Policy: BNN sebut tren olahraga dorong pergeseran gaya hidup ke arah positif
BNN sebut tren olahraga dorong pergeseran gaya hidup ke arah positif
New Policy – Jakarta, Indonesia—Badan Narkotika Nasional (BNN) Republik Indonesia mengungkap bahwa tingkatkan minat masyarakat terhadap olahraga menjadi faktor penting dalam mengubah pola hidup menuju arah yang lebih sehat dan bebas dari penggunaan narkoba. Hal ini disampaikan oleh Kepala BNN, Komisaris Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto, saat menghadiri acara penutupan Padel Tournament Piala Bersinar 2026 yang berlangsung di Jakarta, Minggu (3 Mei 2026). Dalam kesempatan tersebut, Suyudi mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk meninggalkan ketergantungan pada narkotika dengan memprioritaskan aktivitas fisik sebagai bagian dari gaya hidup.
Suyudi menekankan bahwa olahraga bukan hanya kegiatan rekreasi, tetapi juga alat efektif dalam membentuk kebiasaan positif. “Kegiatan seperti turnamen padel ini menjadi langkah nyata menuju Indonesia Bersinar, serta mendukung tercapainya Generasi Emas 2045,” ujarnya, seperti yang diwartakan dari keterangan resmi di Jakarta, Senin. Menurutnya, BNN memilih padel sebagai momentum strategis untuk menyampaikan pesan anti-narkoba kepada generasi muda, karena olahraga ini semakin populer dan mudah diakses oleh berbagai kalangan.
“Ini sebagai langkah nyata menuju Indonesia Bersinar dan mewujudkan Generasi Emas 2045,” ujar Suyudi, seperti dikutip dari keterangan yang dikonfirmasi di Jakarta, Senin.
BNN mengungkap bahwa tren olahraga, khususnya padel, telah membuka peluang untuk menggeser paradigma pencegahan narkoba menjadi lebih humanis, edukatif, dan preventif. Dengan mengajak anak muda berpartisipasi dalam kegiatan positif, BNN berharap dapat membangun kesadaran akan bahaya narkoba sejak dini. Turnamen padel, menurut Suyudi, merupakan bagian dari upaya ini, karena tidak hanya melatih keterampilan fisik, tetapi juga memperkuat nilai sportivitas dan kolaborasi antar sesama peserta.
Telah tercatat sebanyak 312 peserta yang mengikuti Padel Tournament Piala Bersinar 2026, dengan berlomba dalam 12 kategori berbeda. Jumlah peserta tersebut menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat terhadap olahraga, terutama di kalangan usia muda. Suyudi menyatakan bahwa turnamen ini menjadi sarana penting untuk mengedukasi generasi muda tentang pentingnya hidup sehat dan jauh dari penggunaan narkoba. “Kegiatan seperti ini bukan sekadar kompetisi, tetapi juga ruang untuk inspirasi dan pembelajaran,” tambahnya.
BNN berkomitmen untuk menjadikan olahraga sebagai alat utama dalam menyebarkan pesan anti-narkoba. Dengan menekankan kegiatan fisik, lembaga ini berharap mampu menggeser mindset masyarakat yang masih terbiasa mengandalkan penggunaan narkoba sebagai cara mengatasi stres atau kebosanan. Suyudi juga menyoroti peran penting olahraga dalam memperkuat kepercayaan diri, meningkatkan kesehatan mental, serta mengurangi risiko terpapar narkoba.
Di sisi lain, Utusan Khusus Presiden dalam bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi Ahmad, memberikan apresiasi atas inisiatif BNN dalam menghadirkan aktivitas positif bagi generasi muda. “Pendekatan melalui olahraga sangat efektif dalam menumbuhkan kesadaran akan kebutuhan hidup sehat dan bebas narkoba,” kata Raffi, seperti dilaporkan dalam pernyataannya. Ia menambahkan bahwa kolaborasi antar sektor, termasuk lembaga pemerintah, organisasi masyarakat, dan individu, menjadi kunci sukses dalam gerakan Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN).
Raffi menegaskan bahwa olahraga memiliki daya tarik yang besar untuk menarik perhatian anak muda. Dengan menyelenggarakan kegiatan seperti turnamen padel, BNN mampu menghubungkan isu narkoba dengan kebutuhan akan aktivitas fisik yang menyenangkan. “Ini juga menjadi wadah untuk memperkuat kerja sama lintas sektor, sehingga pesan anti-narkoba dapat merambat lebih luas,” tambahnya.
Menurut Suyudi, keberhasilan turnamen ini tidak hanya diukur dari jumlah peserta, tetapi juga dari dampak jangka panjang pada peserta. Ia menyatakan bahwa partisipasi 312 orang dalam 12 kategori mencerminkan minat yang signifikan terhadap olahraga, sekaligus membuktikan bahwa kegiatan positif seperti ini dapat menciptakan perubahan perilaku yang berkelanjutan. “Turnamen ini bukan hanya kompetisi, tetapi juga katalisator untuk membangun komunitas sehat yang anti-narkoba,” katanya.
Dalam rangka mendorong pergeseran gaya hidup, BNN juga berupaya meningkatkan kesadaran masyarakat tentang rehabilitasi bagi pecandu. Suyudi menekankan bahwa pendekatan humanis diperlukan untuk mengakomodasi kebutuhan para pecandu, agar mereka dapat menjalani proses pemulihan secara lebih mudah. “Kita harus merangkul mereka, bukan hanya menuntut,” ujarnya.
Suyudi berharap kegiatan serupa dapat berkelanjutan, sehingga menjadi referensi bagi masyarakat luas. Ia menilai turnamen seperti Padel Tournament Piala Bersinar 2026 mampu memperkuat hubungan antara BNN dengan komunitas olahraga, yang secara tidak langsung membantu mencegah penyalahgunaan narkoba. “Ini adalah bentuk partisipasi aktif dari seluruh elemen bangsa dalam menciptakan lingkungan yang sehat dan berorientasi pada kehidupan positif,” tuturnya.
Dengan penguatan kembali kegiatan olahraga, BNN berupaya menjadikan Indonesia sebagai negara yang memiliki generasi muda yang mandiri, sehat, dan memiliki minat pada aktivitas fisik. Suyudi menambahkan bahwa keberhasilan ini tidak bisa dicapai tanpa dukungan dari berbagai pihak, termasuk komunitas, media, dan institusi pendidikan. “Setiap kegiatan yang mempromosikan olahraga dan menghindari narkoba adalah langkah kecil menuju perubahan besar,” pungkasnya.
Kolaborasi dan dampak sosial
Kepala BNN mengakui bahwa keberhasilan turnamen padel ini berkat kolaborasi antara BNN, komunitas olahraga, dan pihak-pihak yang peduli terhadap kesehatan masyarakat. Ia menyatakan bahwa kegiatan ini menjadi contoh bagaimana olahraga dapat dipadukan dengan upaya pencegahan narkoba untuk menciptakan dampak yang lebih luas. “Dengan melibatkan anak muda, kita mampu menyebarkan pesan anti-narkoba secara lebih efektif,” imbuh Suyudi.
Sementara itu, Raffi Ahmad menyoroti bahwa olahraga menjadi media yang relevan dalam menyampaikan pesan kehidupan sehat. “Generasi muda perlu terpapar aktivitas fisik sejak dini, karena ini membantu mengisi waktu luang mereka dengan
