Kaops: Dua anggota KKB Batalyon Yamue ditangkap di Dekai Yahukimo
Kaops: Dua Anggota KKB Batalyon Yamue Ditangkap di Dekai Yahukimo
Kaops – Jayapura – Komandan Operasi Damai Cartenz, Irjen Pol Faizal Rahmadani, mengungkapkan bahwa dua anggota Kelompok Kriminal Separatis (KKB) dari Batalyon Yamue, Kodap XVI Yahukimo, berhasil ditangkap oleh tim gabungan yang melibatkan personel Satgas Operasi Damai Cartenz dan Polres Yahukimo. Penangkapan tersebut terjadi di Desa Dekai, Kabupaten Yahukimo, pada Jumat (1/5). Kedua tersangka yang diamankan adalah YH (25) dan MS, yang dikenal juga dengan nama alias BS (23).
Detail Penangkapan dan Keterlibatan Tersangka
Menurut Faizal, pemeriksaan terhadap kedua anggota KKB tersebut masih berlangsung untuk mengidentifikasi peran mereka dalam sejumlah aksi teror yang dilakukan di wilayah Yahukimo. “Dua orang tersebut telah ditahan sebagai tersangka dalam rangka penyelidikan lebih lanjut,” jelasnya di Jayapura, Senin (3/5). Dalam pemeriksaan, YH mengakui bahwa ia tidak tergabung secara aktif sebagai anggota KKB, tetapi pernah membantu mengirimkan barang-barang logistik kepada salah satu anggota kelompok yang diberi inisial AH.
“Saya hanya membantu mengantarkan kebutuhan sehari-hari kepada anggota lainnya,” kata YH dalam wawancara dengan penyidik.
Sementara itu, MS alias BS mengakui bahwa ia bergabung dengan KKB Batalyon Yamue sejak akhir tahun 2024. Menurut keterangan MS, ia terlibat dalam kegiatan kelompok tersebut, khususnya dalam aksi pembunuhan terhadap seorang pendulang emas berinisial SH pada 7 April 2025. “Aksi itu dilakukan di daerah yang dipandang strategis untuk menggangu kegiatan ekonomi warga,” tambah MS.
Penetapan Tersangka dan Hukuman yang Menanti
Dalam proses penyidikan, Faizal menyebutkan bahwa MS alias BS telah ditetapkan sebagai tersangka atas Pasal 459 KUHP yang dihubungkan dengan Pasal 20 huruf C KUHP, subsidair Pasal 458 KUHP dengan Pasal 20 huruf C KUHP. Hukuman yang bisa dijatuhkan adalah hukuman mati, penjara seumur hidup, atau hingga 20 tahun penjara. “Penyidik sedang mengumpulkan bukti-bukti untuk memperkuat status tersangka mereka,” katanya.
“MS terlibat langsung dalam aksi yang menyebabkan korban jiwa dan kerugian material di wilayah Yahukimo,” terang Faizal.
Penangkapan ini dianggap sebagai langkah penting dalam upaya menekan aktivitas KKB di wilayah paling rentan. Faizal menegaskan bahwa operasi tersebut merupakan hasil kerja sama antara Satgas Damai Cartenz dan Polres Yahukimo, yang telah melibatkan ratusan personel dalam pencarian dan penangkapan terhadap anggota KKB. “Kerja sama ini memungkinkan kita mengungkap jaringan aktivitas mereka secara lebih efektif,” tambahnya.
Penyebab Perang dan Dampak Penangkapan
KKB Batalyon Yamue dikenal aktif di Kabupaten Yahukimo, khususnya di wilayah perbatasan yang sering dijadikan lokasi penyerangan terhadap warga sipil dan petugas keamanan. Selama beberapa bulan terakhir, kelompok ini terus melakukan serangan dan pembunuhan di area Dekai, yang merupakan salah satu daerah paling kritis di wilayah tersebut. Penangkapan dua anggota KKB ini diharapkan bisa mengurangi intensitas aksi teror mereka.
Dalam penjelasannya, Faizal menyatakan bahwa operasi Damai Cartenz bertujuan untuk memastikan stabilitas keamanan di daerah yang masih terpengaruh oleh kegiatan KKB. “Penangkapan ini juga memperkuat kemampuan kita dalam menghentikan kegiatan teror yang telah mengganggu kehidupan masyarakat,” tuturnya. Ia menambahkan bahwa penegakan hukum terhadap anggota KKB akan terus dilakukan hingga semua pelaku dapat ditemukan.
“Kita terus bergerak untuk menangkap semua anggota yang terlibat dalam aksi teror tersebut,” kata Faizal.
Operasi ini juga dianggap sebagai bagian dari strategi pemerintah dalam menekan KKB yang telah lama menyerang wilayah teritorial Indonesia. Faizal menekankan bahwa keberhasilan operasi kali ini tidak terlepas dari kesiapan dan kerja keras tim penyidik. “Kami berharap penangkapan ini bisa menjadi momentum untuk mempercepat proses penyelesaian konflik di Yahukimo,” ujarnya.
Latar Belakang Operasi Damai Cartenz
Operasi Damai Cartenz diluncurkan untuk menangani ancaman teror yang berasal dari KKB di wilayah Yahukimo. Wilayah ini memiliki sejarah kerawanan karena sering menjadi target serangan oleh kelompok separatis. Selama operasi, pihak keamanan telah melakukan berbagai upaya, termasuk penyergapan kecil, pengintaian, dan pengumpulan informasi dari warga sekitar.
Faizal menjelaskan bahwa penangkapan dua anggota KKB ini merupakan hasil dari informasi yang diperoleh dari sumber terpercaya. “Kami menangkap mereka saat sedang melakukan persiapan aksi di sebuah pos pemeriksaan,” katanya. Penangkapan tersebut juga menunjukkan bahwa operasi tidak hanya fokus pada penindasan, tetapi juga pada pencegahan aksi serangan lebih lanjut.
“Kami berupaya menghentikan aksi yang bisa merugikan masyarakat dan memperparah situasi keamanan,” terang Faizal.
Kelompok KKB Batalyon Yamue telah melakukan sejumlah aksi besar di tahun 2025, termasuk pembunuhan terhadap beberapa warga yang dikenal sebagai pendulang emas. Faizal menyebutkan bahwa aksi tersebut bertujuan untuk memperoleh dukungan lokal dan menggangu proses pemerintahan di wilayah tersebut. “Dengan penangkapan ini, kita bisa mengungkap lebih jauh peran anggota KKB dalam operasi teror mereka,” katanya.
Penegakan hukum terhadap MS alias BS diharapkan menjadi contoh bagi anggota KKB lainnya untuk mempertimbangkan kembali keputusan mereka bergabung dengan kelompok tersebut. Faizal juga menegaskan bahwa pihak keamanan akan terus memperkuat kehadiran di Dekai dan sekitarnya untuk menjamin ketersediaan perlindungan bagi warga sipil.
Kegiatan Terkini dan Harapan Masa Depan
Sebagai bagian dari operasi Damai Cartenz, Faizal menyebutkan bahwa pihak keamanan juga sedang melakukan pengejaran terhadap anggota KKB lainnya yang diduga masih bersembunyi di hutan-hutan terpencil. “Kami memantau aktivitas mereka secara intensif untuk menghentikan aksi lebih lanjut,” ujarnya. Dengan adanya dua anggota yang ditangkap, Faizal yakin bahwa kelompok tersebut akan mengalami tekanan signifikan.
Kelompok KKB Batalyon Yamue juga diduga memiliki keterkaitan dengan kelompok-kelompok separatis lainnya di wilayah Papua. Penangkapan dua anggota ini bisa menjadi langkah awal untuk mengungkap hubungan tersebut. “Kami berharap bisa mempercepat proses investigasi dan menemukan pelaku-pelaku lainnya,” kata Faizal.
