PPIH: Dua calon haji kloter 6 yang sembuh diberangkatkan ke Tanah Suci
PPIH: Dua Calon Haji Kloter 6 yang Sembuh Berangkat ke Tanah Suci
PPIH – Medan, Sumatera Utara — Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Medan mengumumkan bahwa dua peserta haji dari kloter ke-6 yang sempat mengalami sakit telah diberikan izin untuk melanjutkan perjalanan ke Tanah Suci. Mengenai hal ini, Ketua PPIH Embarkasi Medan, Zulkifli Sitorus, menjelaskan bahwa keberangkatan kedua orang tersebut berlangsung pada pagi hari, bersamaan dengan kloter ke-11 yang berangkat dari Bandara Internasional Kualanamu Deli Serdang. “Dua calon haji yang telah pulih, kini berangkat bersama Kloter 11,” tuturnya di Asrama Haji Medan, Senin (3/5).
“Maslina Lembang, istri yang sembuh dari penyakit, terdaftar dengan nomor manifes 116. Sementara suaminya, Amsar Malim, berangkat sebagai pendamping dengan nomor manifes 117,” ujar Zulkifli. Ia menambahkan bahwa kedua calon haji tersebut sebelumnya tercatat sakit, sehingga keberangkatan mereka sempat tertunda. Proses pemulihan kesehatan memungkinkan mereka kembali ikut dalam jadwal pemberangkatan.
Menurut Zulkifli, pengujian kesehatan menjadi salah satu tahapan kritis sebelum calon haji dinyatakan siap berangkat. Ia menjelaskan bahwa bagi peserta yang tidak memenuhi kriteria, ada dua langkah yang ditempuh. Pertama, mereka ditunda keberangkatannya dan diberikan waktu untuk sembuh di rumah sakit haji. Kedua, mereka dikembalikan ke daerah asal untuk menjalani perawatan. “Dalam kasus ini, Maslina dan Amsar dipulihkan, lalu dimasukkan ke kloter berikutnya,” katanya.
Kelompok terbang (kloter) 11 Embarkasi Medan yang berangkat hari ini terdiri dari 356 orang. Zulkifli menegaskan bahwa kloter ini tergabung dalam program pemberangkatan haji tahun 2026. Dalam kloter ini, tercatat satu orang yang menunda perjalanan karena kondisi kesehatan. Peserta bernama Chalidah Melvi, yang berasal dari Kota Tanjung Balai, Sumatera Utara, ditunda keberangkatannya dengan nomor manifes 133. “Chalidah Melvi masih menjalani perawatan dan belum siap untuk terbang,” jelas Zulkifli.
PPIH Embarkasi Medan memberikan data bahwa hingga 11 Mei 2026, total 5.990 calon haji dari Sumatera Utara telah diberangkatkan. Di antara jumlah tersebut, 68 orang di antaranya adalah petugas haji. Sejak 22 April hingga 3 Mei, telah tercatat 3.589 calon haji yang berhasil tiba di Tanah Suci. Sementara 2.401 peserta lainnya masih berada di Tanah Air, menunggu waktu yang tepat untuk berangkat. “Proses ini memastikan setiap jamaah dalam kondisi optimal sebelum melaksanakan ibadah haji,” tambah Zulkifli.
Prosedur Pemantauan Kesehatan Calon Haji
Zulkifli menjelaskan bahwa pengujian kesehatan calon haji dilakukan secara ketat sebelum mereka dinyatakan layak terbang. “Setiap jamaah menjalani pemeriksaan medis yang mencakup tes fisik dan konsultasi dokter,” katanya. Bila hasilnya menunjukkan risiko kesehatan, maka peserta akan diberikan waktu pemulihan. Namun, jika dalam waktu tertentu kondisi mereka tidak membaik, mereka akan dikembalikan ke kota kelahiran.
“Dalam kloter ke-11, kami telah memastikan bahwa semua jamaah memenuhi standar kesehatan. Namun, ada satu orang yang masih dinyatakan tidak siap, yaitu Chalidah Melvi,” ujar Zulkifli. Ia menegaskan bahwa keputusan ini diambil untuk menjaga keselamatan dan kenyamanan seluruh peserta haji.
Kelompok terbang (kloter) 6 yang sebelumnya tertunda karena dua pesertanya sakit, kini telah diisi oleh calon haji yang lebih sehat. “Kloter 6 menjadi contoh bahwa ada fleksibilitas dalam jadwal pemberangkatan,” kata Zulkifli. Ia menambahkan bahwa PPIH terus memantau kesehatan peserta haji secara berkala, bahkan setelah mereka dinyatakan siap terbang. “Dengan demikian, risiko terhadap jamaah bisa diminimalkan,” jelasnya.
Detail Keberangkatan Kloter 11
Kloter 11 Embarkasi Medan berangkat dari Bandara Internasional Kualanamu pada Senin (3/5) pagi. Dalam kloter ini, terdapat 356 calon haji yang berasal dari berbagai daerah di Sumatera Utara. Zulkifli menyebut bahwa keberangkatan ini merupakan bagian dari jadwal terpadu yang telah dirancang PPIH untuk memastikan kelancaran proses ibadah haji. “Jamaah yang berangkat hari ini dinyatakan dalam kondisi baik dan siap mengikuti rute ke Tanah Suci,” ujarnya.
Menurut laporan PPIH, selama periode 22 April hingga 11 Mei 2026, telah terjadi peningkatan jumlah calon haji yang berangkat. Namun, ada juga peserta yang dinyatakan tidak layak karena alasan kesehatan. “Chalidah Melvi termasuk dalam kelompok yang ditunda, tetapi masih terus dipantau,” kata Zulkifli. Ia menambahkan bahwa kebijakan ini merupakan upaya untuk menjaga kualitas ibadah haji, terutama dalam kondisi kesehatan peserta.
Dalam rangkaian kloter haji, PPIH Embarkasi Medan terus berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk rumah sakit haji dan instansi kesehatan terkait. “Kami berharap semua jamaah yang ditunda bisa segera pulih dan berangkat bersama kloter berikutnya,” ujar Zulkifli. Ia juga menyoroti pentingnya kerja sama antara calon haji, keluarga, dan PPIH untuk memastikan keberangkatan berjalan lancar.
Dengan adanya penyesuaian jadwal berdasarkan kondisi kesehatan, PPIH Embarkasi Medan memastikan bahwa setiap calon haji bisa melaksanakan ibadah haji dengan optimal. “Ini menunjukkan keseriusan kami dalam menjalankan tugas,” katanya. Zulkifli juga menegaskan bahwa penundaan atau perubahan kloter tidak mengurangi semangat jamaah untuk melaksanakan ibadah haji, karena proses ini dirancang agar tidak ada risiko besar terhadap kesehatan mereka.
Dalam keseluruhan rangkaian kloter, data menunjukkan bahwa sebanyak 3.589 calon haji telah tiba di Tanah Suci, sementara 2.401 peserta masih berada di Indonesia. Angka ini mencerminkan dinamika kloter yang berjalan secara berkelanjutan. “Kami optimis bahwa semua calon haji akan berangkat tepat waktu, setelah proses pemantauan selesai,” tutur Zulkifli. Ia menegaskan bahwa PPIH terus berupaya untuk memaksimalkan ketersediaan kapasitas transportasi dan fasilitas haji agar
