New Policy: Laga PUBG Mobile SEA ENC 2026 alami penundaan dan perubahan format
Laga PUBG Mobile SEA ENC 2026 alami penundaan dan perubahan format
New Policy – Jakarta, Jumat (27/05) – Turnamen PUBG Mobile dalam SEA Esports Nations Cup (ENC) 2026 mengalami penyesuaian jadwal dan format pada hari pertama di Ho Chi Minh, Vietnam, Jumat. Perubahan ini memengaruhi pertandingan Solo yang sebelumnya dijadwalkan berlangsung pada hari tersebut, kini ditunda hingga Sabtu pagi pukul 07.00 waktu setempat. Pelatih kepala tim nasional esports Indonesia, Richard Permana, mengungkapkan adanya penyesuaian tersebut dalam pernyataannya kepada ANTARA melalui pesan singkat.
Format Pertandingan Diperbarui
“Turnamen PUBG Mobile Solo yang semula dijadwalkan pada hari Jumat kini ditunda hingga hari Sabtu pukul 07.00 waktu setempat. Itu rehearsal habis itu langsung mulai,” tutur Richard.
Dalam penjelasannya, Richard menjelaskan bahwa perubahan format dilakukan karena jadwal pertandingan yang terasa padat. Awalnya, setiap nomor pertandingan Solo dan Duo direncanakan memainkan empat gim secara terpisah. Namun, penyelenggara memutuskan untuk mengubah format menjadi total empat gim untuk kedua kategori tersebut, yaitu dua gim untuk Solo dan dua gim untuk Duo. “Sekarang berubah, total masih tetap empat gim, tapi dibagi dua. Solo dua gim, Duo dua gim. Jadi setelah dua gim langsung dihitung siapa yang menang,” tambahnya.
Perubahan ini berdampak pada waktu dan kesempatan para pemain serta penonton. Richard menyatakan bahwa rencana awal menimbulkan kekecewaan di antara sejumlah pihak yang terlibat dalam turnamen. “Penonton kecewa, atlet kecewa, federasi kecewa, hampir semua dikecewakan sama EO-nya,” kata Richard. Meski demikian, ia menegaskan bahwa penyesuaian ini bertujuan untuk memastikan kualitas pertandingan tetap terjaga, terutama karena penjadwalan yang terpadu dengan acara lain di hari pertama.
Penyesuaian Jadwal untuk Konsistensi
Menurut Richard, keputusan untuk menunda pertandingan Solo hingga pagi hari Sabtu adalah langkah strategis untuk mengoptimalkan penggunaan waktu dan menghindari konflik jadwal dengan pertandingan lain. “Kami memutuskan mengubah jadwal agar semua pertandingan bisa berjalan secara teratur tanpa mengganggu konsentrasi para pemain,” jelasnya. Ia menambahkan bahwa pertandingan Solo dan Duo akan diadakan dalam dua sesi yang berbeda, dengan setiap sesi berlangsung dalam durasi yang lebih singkat untuk memastikan para pemain tetap segar dan fokus.
Perubahan ini juga memengaruhi ritme acara. Pertandingan yang sebelumnya direncanakan sebagai sesi solo pada hari Jumat, kini digantikan oleh sesi rehearsal yang berlangsung lebih awal. “Rehearsal itu dibutuhkan untuk menguji perangkat dan sistem, serta memberikan kesempatan para pemain untuk mengatur strategi sebelum pertandingan utama dimulai,” terang Richard. Dengan demikian, meskipun ada penundaan, jadwal pertandingan tetap bisa berjalan lancar tanpa mengganggu tujuan turnamen.
Respons dari Pihak Terkait
Dalam wawancara eksklusif dengan ANTARA, Richard mengungkapkan bahwa beberapa pihak, termasuk penonton, atlet, dan federasi, merasa tidak nyaman dengan perubahan ini. “Ini memang membuat sedikit kekecewaan, tapi kami berusaha menjelaskan bahwa keputusan ini diambil demi keberhasilan turnamen secara keseluruhan,” katanya. Ia menambahkan bahwa perubahan format dan jadwal ini dianggap sebagai bagian dari proses adaptasi yang diperlukan, terutama dalam menghadapi tantangan logistik dan teknis di tengah kemacetan jadwal.
Kecuali itu, Richard menyatakan bahwa penundaan ini juga memberikan kesempatan bagi tim-tim untuk lebih siap menghadapi pertandingan. “Dengan adanya waktu tambahan, para pemain bisa melakukan evaluasi dan persiapan lebih matang,” jelasnya. Ia menilai perubahan format ini tidak mengurangi intensitas kompetisi, karena setiap gim tetap berlangsung dengan ketat dan mempertahankan standar kualitas yang sama.
Pertandingan Regional dan Peserta
SEA ENC 2026 berlangsung pada 8-9 Mei di Ho Chi Minh, Vietnam, dan menjadi ajang pertandingan regional pertama yang diselenggarakan oleh Southeast Asia Esports Federation (SEAEF). Turnamen ini diharapkan mampu menjadi platform untuk memperkuat ekosistem esports di kawasan Asia Tenggara, sekaligus menyeleksi talenta terbaik untuk ajang internasional mendatang. Indonesia turut mengirimkan kontingen yang berpartisipasi di beberapa nomor, termasuk PUBG Mobile Solo dan Duo.
Timnas esports Indonesia dalam nomor PUBG Mobile Solo diperkuat oleh Alan Raynold Kumaseh dan Fazriel Haikal Aditya. Kedua pemain tersebut diharapkan bisa memperlihatkan performa terbaik mereka dalam menghadapi tim dari negara-negara lain. Sementara itu, untuk nomor PUBG Mobile Duo, Indonesia juga turut menyatakan kehadiran para atlet. Meski tidak disebutkan secara detail, nama-nama pemain lain bisa dilihat dari konteks yang diumumkan oleh penyelenggara.
Dalam laga PUBG Mobile SEA ENC 2026, total 10 negara berpartisipasi, yaitu Brunei Darussalam, Kamboja, Laos, Malaysia, Myanmar, Filipina, Singapura, Timor Leste, Vietnam, dan Indonesia. Keberagaman peserta ini mencerminkan partisipasi yang luas dalam ajang esports regional ini. Selain PUBG Mobile, Indonesia juga turut menurunkan wakilnya untuk nomor Teamfight Tactics dan Crossfire: Legends.
Untuk nomor Teamfight Tactics, Indonesia diperwakili oleh Stefanus Aditya Witjaksono. Sementara itu, Crossfire: Legends melibatkan sejumlah pemain seperti Gede Bagus Panji Narajaya, Ibnu Qayyim Al Jauziah, Kautsar Faruqurrohman Ekatama, Muhammad Ilyas Alfarizi, Riddho Putra Muharam, dan Tubagus Mochammad Cipta. Pelatih dari tim Crossfire: Legends adalah Iqbal Mauldhan Yusup, yang berkomitmen untuk mempersiapkan tim secara matang.
Dengan adanya perubahan format dan jadwal, SEA ENC 2026 diharapkan tetap menjadi acara yang sukses dan mendukung pertumbuhan esports di kawasan Asia Tenggara. Meski ada penyesuaian di awal turnamen, Richard yakin bahwa keputusan ini akan membawa dampak positif untuk keberlanjutan acara serta kualitas pertandingan yang berlangsung. “Kami percaya perubahan ini akan memperkuat
