What Happened During: Menko Muhaimin: Perlindungan pekerja fondasi ekonomi berkelanjutan
Menko Muhaimin: Perlindungan Pekerja Fondasi Ekonomi Berkelanjutan
What Happened During – Jakarta – Dalam pidato yang disampaikannya di Jakarta, Jumat (8/5), Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Abdul Muhaimin Iskandar, menekankan bahwa upaya melindungi pekerja merupakan kunci untuk memastikan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Menurutnya, sistem jaminan sosial ketenagakerjaan tidak hanya membantu memperkuat kesejahteraan tenaga kerja, tetapi juga menjadi fondasi penting dalam menjaga stabilitas usaha di masa depan.
Kata Muhaimin Iskandar, perlindungan bagi pekerja bukan sekadar tanggung jawab sosial, melainkan strategi yang mendasar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang stabil. “Dengan memastikan keberlanjutan usaha melalui perlindungan pekerja, kita menciptakan fondasi yang kuat untuk kemajuan ekonomi jangka panjang,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa jaminan sosial ketenagakerjaan berperan sebagai alat investasi jangka menengah hingga panjang, yang dapat mendukung pembangunan nasional secara lebih terarah.
“Jaminan sosial tenaga kerja menjadi salah satu ciri perusahaan yang kredibel dan berkelanjutan karena memiliki nilai ESG yang tinggi. Semakin baik perusahaan melindungi pekerjanya, semakin baik citra perusahaan di mata investor,”
Pada kesempatan tersebut, Muhaimin Iskandar juga menyoroti peran penting dunia investasi global dalam memperhatikan aspek sosial, khususnya perlindungan pekerja. Menurutnya, investor semakin sadar akan pentingnya ESG (Environmental, Social, and Governance) sebagai penentu keputusan investasi mereka. “Jaminan sosial ketenagakerjaan merupakan salah satu elemen kunci dalam membangun nilai ESG yang baik, yang secara langsung memengaruhi kepercayaan investor terhadap usaha tertentu,” jelasnya.
Kebijakan perlindungan pekerja, menurut Muhaimin Iskandar, juga menjadi prinsip yang harus diprioritaskan dalam kebijakan ekonomi nasional. Ia menyatakan bahwa pekerja adalah tulang punggung perekonomian, sehingga perlindungan terhadap mereka harus menjadi bagian integral dari setiap kebijakan pembangunan. “Melindungi pekerja hari ini adalah investasi yang sekarang akan memberikan manfaat berkelanjutan di masa depan, baik bagi individu maupun bagi seluruh masyarakat,” tambahnya.
Kolaborasi Lintas Sektor untuk Memperluas Cakupan
Pada acara penganugerahan Paritrana Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Award Tahun 2025, Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, Saiful Hidayat, memberikan apresiasi terhadap para penerima penghargaan. Ia menekankan bahwa keberhasilan program perlindungan pekerja tidak bisa dicapai sendirian, melainkan memerlukan sinergi antar berbagai pihak seperti pemerintah pusat, daerah, dunia usaha, serta komunitas lokal.
“Apresiasi kepada para penerima penghargaan. Hal ini menunjukkan pentingnya sinergi pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, pemerintah desa, dan seluruh pemangku kepentingan,”
Saiful Hidayat menyatakan bahwa kolaborasi lintas sektor sangat diperlukan untuk memperluas cakupan jaminan sosial ketenagakerjaan ke berbagai lapisan masyarakat. “Perlindungan bagi pekerja rentan tidak bisa dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan gerakan bersama yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan,” katanya. Ia menyoroti bahwa keberlanjutan program ini bergantung pada komitmen bersama dari berbagai pihak, termasuk penyedia layanan, pemangku kebijakan, dan komunitas setempat.
Menurut Saiful Hidayat, penghargaan Paritrana Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Award bukan hanya bentuk pengakuan terhadap keberhasilan, tetapi juga dorongan untuk meningkatkan inovasi dan kompetisi antar daerah serta pelaku usaha. “Paritrana Award diharapkan mampu menjadi katalisator dalam mendorong perusahaan dan pemerintah setempat untuk terus meningkatkan kualitas perlindungan sosial bagi pekerja,” ujarnya. Ia juga menambahkan bahwa keberhasilan program ini harus diukur dari tingkat partisipasi masyarakat, kualitas layanan, dan dampak yang dirasakan oleh para pekerja.
Dalam sambutannya, Saiful Hidayat menekankan bahwa inisiatif seperti Paritrana Award memperkuat semangat kolaborasi, khususnya dalam menciptakan sistem jaminan sosial ketenagakerjaan yang inklusif. “Kolaborasi lintas sektor adalah kunci untuk menciptakan perlindungan yang menyeluruh, karena pekerja rentan sering kali tidak memiliki akses yang sama kepada layanan keuangan atau asuransi kesehatan seperti pekerja tetap,” jelasnya. Ia juga menyoroti bahwa dalam era digitalisasi, perusahaan-perusahaan yang mampu memenuhi standar ESG akan lebih mampu menarik investasi dan membangun ekosistem ekonomi yang lebih seimbang.
Kebijakan perlindungan pekerja, menurut Saiful Hidayat, harus berorientasi pada keberlanjutan, baik dalam konteks ekonomi maupun sosial. “Perlindungan pekerja bukan hanya tentang manfaat jangka pendek, tetapi juga menjamin kestabilan usaha dalam jangka panjang, sehingga dapat mendukung pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif,” katanya. Ia menegaskan bahwa keberhasilan dalam menjangkau pekerja rentan merupakan indikator penting dalam menilai keberhasilan kebijakan pemberdayaan masyarakat secara keseluruhan.
Dalam rangkaian acara ini, Saiful Hidayat juga memaparkan bahwa BPJS Ketenagakerjaan terus berupaya memperluas jaring pengamanan bagi pekerja di berbagai sektor. “Kita harus terus meningkatkan daya saing Indonesia di tingkat internasional dengan menjamin kesejahteraan pekerja,” katanya. Ia menambahkan bahwa kerja sama yang lebih intensif antar lembaga akan mempercepat proses transformasi sistem jaminan sosial ketenagakerjaan menjadi alat peningkatan kualitas hidup masyarakat secara menyeluruh.
Dengan menekankan pentingnya ESG dalam pengambilan keputusan investasi, Muhaimin Iskandar dan Saiful Hidayat sepakat bahwa perlindungan pekerja merupakan bagian tak terpisahkan dari pembangunan berkelanjutan. Kedua pihak berharap bahwa kebijakan ini dapat menjadi momentum untuk mengubah pola pikir dunia usaha dalam menjaga kesejahteraan tenaga kerja, sehingga mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih adil dan berkelanjutan. “Kita harus bergerak bersama untuk menciptakan sistem yang mampu melindungi pekerja di semua tingkatan, termasuk yang kurang beruntung,” tutup Saiful Hidayat.
