Bisnis

BI promosikan wastra Kaltara lewat Gelar Karya Busana Benuanta

khrisna-edit-1788107413-8760b97866
Foto : Fajar Utami - programamal.com
Daftar Isi
  1. Panggung Kebun Raya Bundayati Jadi Etalase Wastra Kaltara dalam KKB 2026
  2. Related Reading
  3. Frequently Asked Questions

Panggung Kebun Raya Bundayati Jadi Etalase Wastra Kaltara dalam KKB 2026

Programamal.com – Malam Sabtu, 29 Agustus, langit Tanjung Selor berubah menjadi runway terbuka. Di Kebun Raya Bundayati, ratusan pasang mata tertuju pada deretan model yang melangkah membawa kain-kain khas Kalimantan Utara. Gelar Karya Busana Benuanta, yang menjadi penutup rangkaian Karya Kreatif Benuanta (KKB) 2026, mengubah area hijau kota perbatasan itu menjadi panggung fesyen semalam. Di balik lampu sorot dan iringan musik, tersimpan pesan yang jauh melampaui sekadar estetika: upaya sistematis memperkenalkan identitas tekstil daerah kepada generasi muda dan masyarakat luas.

Ajang ini bukan sekadar pertunjukan. Ia merupakan titik akhir dari program Coaching Fashion Design dan Menjahit yang sebelumnya diikuti pelajar Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan Sekolah Menengah Atas (SMA) se-Kaltara. Para siswa yang selama beberapa pekan mengasah keterampilan memotong, menjahit, dan mendesain akhirnya menampilkan karya terbaik mereka di hadapan publik. Bank Indonesia (BI) Perwakilan Provinsi Kaltara bersama Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kaltara menjadi motor penggerak seluruh rangkaian kegiatan tersebut.

Wastra sebagai Identitas, Bukan Sekadar Motif

Kepala Perwakilan BI Provinsi Kaltara, Agus Taufik, menegaskan bahwa Gelar Karya Busana Benuanta dirancang untuk melestarikan sekaligus mengembangkan wastra khas daerah. Dalam pandangannya, kain tradisional Kaltara bukan artefak museum yang hanya dipajang di etalase, melainkan identitas hidup yang layak dikenakan, dipromosikan, dan dibanggakan oleh masyarakat Benuanta.

“Gelar Karya Busana Benuanta merupakan rangkaian Karya Kreatif Benuanta (KKB) 2026 dalam melestarikan, mengembangkan serta sekaligus semakin memperkenalkan serta mempromosikan wastra khas Kaltara sebagai identitas dan kebanggaan Benuanta.”

Agus Taufik menambahkan bahwa fashion show yang digelar di panggung KKB 2026 menampilkan hasil kompetisi desain tingkat SMA/SMK, sekaligus penampilan khusus dari pimpinan Dekranasda, anggota Dharma Wanita se-Kaltara, dan persatuan istri pegawai BI. Kehadiran para tokoh tersebut di atas runway dimaksudkan untuk memberi sinyal bahwa dukungan terhadap wastra daerah bukan wacana belaka, melainkan komitmen yang diwujudkan secara langsung.

“Sebagai penutup rangkaian kita menyaksikan berupa keindahan dan kekayaan wastra Kaltara untuk dikemas secara apik dalam kegiatan fashion show yang menampilkan karya-karya terbaik hasil fashion design competition tingkat SMA/SMK serta penampilan istimewa dari pimpinan Dekranasda, Dharma Wanita se-Kaltara dan persatuan istri Pegawai BI.”

Sinergi Kluster Ekonomi Kreatif

Wakil Ketua Dekranasda Provinsi Kaltara, Kornie Serliany Ingkong Ala, menyambut positif kolaborasi yang terjalin antara pemerintah daerah, BI, dan Dekranasda melalui KKB 2026. Ia menyebut kegiatan ini sebagai “buah manis” dari sinergi kluster ekonomi kreatif yang menyelaraskan lomba desain busana wastra dengan pelatihan teknis bagi pelajar SMA/SMK di seluruh Kaltara.

Kornie menekankan bahwa peran BI tidak berhenti pada menjaga stabilitas moneter. Lembaga tersebut juga berkomitmen mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan, salah satunya melalui pengembangan UMKM serta penguatan ekosistem industri kreatif, fesyen, dan kerajinan lokal.

“BI tidak hanya mampu berperan menjaga stabilitas moneter, tetapi juga berkomitmen kuat mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan melalui pengembangan UMKM serta penguatan ekosistem industri kreatif, fesyen dan kerajinan lokal.”

Dalam konteks Kaltara yang masih relatif baru sebagai provinsi dan memiliki basis industri fesyen yang belum mapan, langkah semacam ini menjadi penting. Wastra daerah yang selama ini diproduksi dalam skala kecil oleh pengrajin rumahan kini mendapat jalur promosi formal, akses ke kompetisi, dan panggung yang sebelumnya hanya tersedia di kota-kota besar. Dengan demikian, rantai pasok industri fesyen lokal berpotensi diperkuat dari hulu—yakni desain dan produksi oleh generasi muda—hingga hilir, yaitu pemasaran dan distribusi.

Pesan untuk Generasi Muda: Jangan Minder

Kornie menyampaikan pesan langsung kepada para pelajar yang mengikuti coaching dan kompetisi desain. Ia mengingatkan bahwa dunia fesyen kontemporer sangat menghargai keunikan narasi lokal dan autentisitas kearifan daerah. Karya yang lahir dari motif, teknik tenun, atau pewarnaan khas Kaltara memiliki daya tarik tersendiri yang tidak dapat digantikan oleh produk massal.

“Kalian adalah wajah masa depan industri fesyen Kaltara. Jangan pernah merasa minder dan ragu, dunia fesyen saat ini sangat mengapresiasi keunikan cerita lokal dan autentisitas kearifan daerah.”

“Jadikan ajang ini sebagai batu lompatan untuk mengasah kompetensi dan membuktikan diri bahwa karya pelajar Kaltara mampu menembus panggung pameran fesyen nasional dan bahkan internasional.”

Ia juga menegaskan bahwa kolaborasi ini merupakan wujud nyata komitmen bersama untuk melahirkan desainer muda bertalenta dari Bumi Benuanta yang siap memperkuat rantai pasok industri fesyen daerah di Provinsi Kaltara.

“Industri fesyen saat ini bukan sekadar tentang busana, tetapi juga tentang identitas nilai budaya dan kebanggaan terhadap produk karya anak bangsa.”

Dimensi Pelestarian dan Ekonomi

Wastra Kalimantan Utara memiliki akar yang dalam pada tradisi tenun dan sulam masyarakat Dayak, Iban, dan kelompok etnis lain yang mendiami wilayah tersebut. Motif geometris, simbol fauna, serta teknik pewarnaan alami yang diwariskan lintas generasi menyimpan nilai budaya yang rentan tergerus oleh dominasi produk tekstil sintetis massal. Dengan menempatkan wastra di panggung fesyen formal, KKB 2026 berupaya memastikan bahwa pengetahuan teknis dan estetika lokal tetap hidup dalam praktik kontemporer, bukan sekadar catatan etnografis.

Secara ekonomi, promosi wastra melalui jalur fesyen membuka peluang bagi pengrajin lokal untuk memperluas pasar, meningkatkan nilai tambah produk, dan menciptakan lapangan kerja baru di sektor kreatif. Pelajar yang terlatih melalui coaching fashion design berpotensi menjadi tenaga kerja terampil yang mengisi kebutuhan industri fesyen daerah, sekaligus menjadi jembatan antara warisan budaya dan ekonomi kreatif modern.

Dalam Gelar Karya Busana Benuanta malam itu, seluruh pimpinan Dekranasda dan anggota Dharma Wanita Persatuan se-Kaltara turut tampil di panggung KKB 2026, memperagakan busana wastra Kaltara dengan percaya diri. Kehadiran mereka bukan sekadar pelengkap acara, melainkan pernyataan sikap: bahwa pelestarian wastra adalah tanggung jawab kolektif yang melampaui batas profesi dan institusi.

Frequently Asked Questions

What is BI promosikan wastra Kaltara lewat Gelar?

BI promosikan wastra Kaltara lewat Gelar is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does BI promosikan wastra Kaltara lewat Gelar matter?

BI promosikan wastra Kaltara lewat Gelar matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Fajar Utami - programamal.com

Fajar Utami - programamal.com

Fajar Utami memiliki pengalaman dalam pengelolaan program CSR (Corporate Social Responsibility) dan kegiatan sosial perusahaan. Ia memahami bagaimana sistem donasi dapat dikelola secara profesional dan transparan.

Kontribusinya di Program Amal berfokus pada edukasi manajemen donasi dan praktik terbaik dalam penyaluran bantuan.