Key Strategy: Karantina Babel kawal ekspor ikan senilai Rp1,3 miliar ke Malaysia
Strategi Karantina Babel Dukung Ekspor Ikan ke Malaysia
Key Strategy – Karantina di Kepulauan Bangka Belitung (Babel) menjadi tulang punggung dalam pengawasan ekspor produk perikanan senilai Rp1,3 miliar ke Malaysia. Tujuan utama dari upaya ini adalah memastikan komoditas yang dikirimkan bebas dari hama, penyakit, dan memenuhi standar kualitas yang ditetapkan negara tujuan. Herwintarti, Kepala Karantina Babel, menjelaskan bahwa strategi ini juga bertujuan untuk menjaga kepercayaan Malaysia terhadap produk perikanan lokal.
Pengawasan Ketat Memastikan Kualitas Produk
Sebagai bagian dari Key Strategy, Karantina Babel melakukan pemeriksaan terhadap 11 ton ikan segar yang akan dikirim ke Malaysia. Komoditas yang diperiksa mencakup 420 kilogram udang laut, 6.510 kilogram cumi-cumi, dan 210 kilogram rajungan. Herwintarti menekankan bahwa pengawasan ketat ini menjadi prinsip utama dalam menjaga kelancaran ekspor, terutama ke pasar utama seperti Malaysia.
“Dengan Key Strategy yang terpadu, kami memastikan produk perikanan memiliki mutu tinggi dan aman bagi konsumen,” kata Herwintarti di Pangkalpinang, Kamis.
Pengawasan ini bukan hanya sekadar pemeriksaan fisik, tetapi juga mencakup aspek hukum dan teknis. Herwintarti menjelaskan bahwa Karantina Babel memastikan seluruh proses ekspor mengikuti aturan yang ketat, mulai dari produksi hingga distribusi. Hal ini menjadi dasar keberhasilan ekspor senilai Rp1,3 miliar yang berjalan lancar melalui Pelabuhan Pangkalbalam.
Manfaat Ekspor untuk Perekonomian Daerah
Ekspor ikan segar ke Malaysia memberikan dampak positif bagi perekonomian lokal. Herwintarti menyatakan bahwa pelaku usaha perikanan di Babel membutuhkan dukungan lebih lanjut, termasuk akses ke fasilitas karantina yang modern. “Kami siap mengawal pengembangan sektor perikanan secara terintegrasi, mulai dari produksi hingga pemasaran,” tambahnya.
“Komitmen kami terhadap Key Strategy ini tidak hanya menguntungkan ekspor, tetapi juga mendorong perekonomian daerah dan hilirisasi sektor perikanan nasional,” ujarnya.
Di samping itu, pengawasan karantina juga menjadi strategi untuk meningkatkan nilai tambah komoditas perikanan. Herwintarti menegaskan bahwa pemeriksaan berkala terhadap kesehatan ikan dan hewan laut dilakukan sebelum produk dapat dikirimkan ke luar negeri. “Langkah ini memastikan bahwa barang yang di ekspor memiliki standar internasional,” lanjutnya.
Keberhasilan ekspor ke Malaysia menunjukkan bahwa produk perikanan Bangka Belitung mampu bersaing di tingkat global. Herwintarti mengatakan bahwa ketersediaan bahan baku yang berkualitas tinggi dan citarasa lebih enak dibandingkan komoditas dari daerah lain menjadi keunggulan yang didukung oleh Key Strategy Karantina Babel.
Sebagai bagian dari Key Strategy, Karantina Babel juga memberikan pelatihan dan bimbingan kepada pelaku usaha agar mampu memenuhi persyaratan internasional. Hal ini menjadi upaya untuk memperkuat daya saing sektor perikanan daerah sekaligus meningkatkan kualitas dan keamanan produk.
