Visit Agenda: Delapan anggota KKB Kodap XV/NK nyatakan kembali ke NKRI

Kembali ke NKRI, Delapan Mantan Anggota KKB Kodap XV/NK Berikan Pernyataan Kesetiaan

Visit Agenda – Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua Pegunungan, menjadi sorotan usai delapan mantan anggota Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKB) Kodap XV/NK melakukan pengakuan kembali terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Acara penerimaan tersebut berlangsung dengan khidmat dan dihadiri oleh berbagai unsur, termasuk TNI, pemerintah distrik, tokoh masyarakat, dan masyarakat setempat. Peristiwa ini menandai langkah penting dalam upaya memperkuat keamanan dan stabilitas di wilayah yang sempat menjadi sasaran konflik.

Upacara Simbolis Mengakhiri Status Pemberontakan

Brigjen TNI Riyanto, Wakil Panglima Komando Operasi TNI Habema, mengungkapkan bahwa delapan orang mantan anggota KKB secara resmi menyatakan kembali kesetiaan mereka terhadap NKRI melalui serangkaian tindakan simbolis. “Acara penerimaan kembali delapan mantan anggota KKB di Kiwirok berlangsung dengan penuh makna. Mereka menyerahkan Bendera Bintang Kejora, menandatangani naskah ikrar, membacakan pernyataan kesetiaan kepada NKRI, serta mencium Bendera Merah Putih,” jelasnya. Selain itu, para mantan anggota juga menyerahkan senjata yang pernah mereka gunakan, sebagai tanda berakhirnya peran mereka dalam pemberontakan.

“Delapan mantan anggota KKB Kodap XV/NK kembali menjadi bagian dari NKRI setelah melakukan upacara simbolis di Kiwirok. Ini adalah langkah nyata yang menunjukkan komitmen mereka untuk menjaga kedamaian wilayah ini,” kata Brigjen TNI Riyanto.

Upacara tersebut dilakukan pada Rabu (10/6) dan dihadiri oleh sejumlah pihak, termasuk tokoh adat, para pendeta, serta masyarakat setempat. Brigjen Riyanto menekankan bahwa kehadiran para mantan anggota KKB tersebut merupakan hasil kerja sama yang luar biasa antara TNI, pemerintah distrik, dan masyarakat. “Kembalinya mereka harus disambut dengan rasa syukur dan sukacita, karena akan membantu membangun daerah serta menjaga keamanan bersama,” tambahnya.

Dalam penjelasannya, Brigjen Riyanto juga menyatakan bahwa TNI siap mendampingi masyarakat untuk menciptakan Papua yang damai dan sejahtera. “Kita harus bergandengan tangan membangun Tanah Papua. TNI akan terus berada di samping warga untuk mewujudkan tujuan tersebut,” ungkapnya. Ini menunjukkan komitmen TNI dalam menjaga kestabilan wilayah yang kini telah lebih aman setelah keberhasilan operasi yang telah berlangsung beberapa waktu lalu.

Apresiasi dari Kepala Distrik

Kepala Distrik Kiwirok, Abdeus Tepmul, memberikan apresiasi kepada semua pihak yang berperan dalam menjaga keamanan di wilayahnya. “Kami menyampaikan rasa terima kasih kepada TNI, pemerintah distrik, serta masyarakat yang telah bersatu dalam menjaga ketenangan,” ujarnya. Menurut Tepmul, kondisi keamanan yang kini tercapai memungkinkan warga Kiwirok kembali beraktivitas dengan lebih tenang.

“Keberhasilan upacara ini adalah buah dari kerja sama yang konsisten. Kami berharap suasana damai ini bisa terus dipertahankan dan berkembang lebih baik lagi,” kata Abdeus Tepmul.

Dalam wawancara tambahan, Tepmul juga menyoroti peran tokoh adat dan masyarakat lokal dalam mendukung proses penerimaan mantan anggota KKB. “Kampung-kampung di sini telah bersatu untuk menunjukkan keinginan menjaga persatuan. Ini menjadi contoh bagus bagaimana kerja sama antar-umat beragama dan adat bisa menciptakan harmoni,” tambahnya. Pemerintah distrik berencana memperkuat koordinasi dengan semua pihak guna mempercepat pemulihan dan pembangunan di Kiwirok, termasuk 12 kampung lainnya di wilayahnya.

Kemitraan Lintas Sektoral untuk Masa Depan

Proses kembali ke NKRI delapan mantan anggota KKB ini tidak hanya menunjukkan perubahan sikap individu, tetapi juga keberhasilan strategi kemitraan lintas sektoral. TNI, bersama pemerintah daerah, tokoh adat, dan masyarakat, terus memperkuat upaya pencegahan konflik dengan membangun hubungan yang saling percaya. “Ini adalah langkah awal, tapi kita masih butuh kerja keras untuk memastikan keberlanjutan keamanan di sini,” lanjut Brigjen Riyanto.

Kebangkitan ekonomi dan sosial di Kiwirok menjadi fokus utama pemerintah distrik. Tepmul mengatakan bahwa kolaborasi dengan TNI dan masyarakat akan mempercepat proyek infrastruktur, pendidikan, serta kesehatan. “Kami yakin dengan kehadiran mantan anggota KKB, masyarakat bisa lebih fokus pada pengembangan diri sendiri,” jelasnya. Pemulihan infrastruktur, seperti jalan desa dan akses ke pendidikan, menjadi prioritas dalam rencana pembangunan jangka panjang.

Sebagai penutup, Brigjen Riyanto menegaskan bahwa keberhasilan ini adalah buah dari kerja sama yang selama ini dilakukan oleh seluruh elemen masyarakat. “Kami berharap keberhasilan ini bisa menjadi inspirasi bagi daerah-daerah lain yang sedang mengalami tantangan serupa. Bersama-sama, kita bisa mengubah kondisi dengan cara yang lebih inklusif,” tutupnya. Dengan adanya delapan mantan anggota KKB yang kembali ke NKRI, harapan untuk menstabilkan wilayah Papua semakin terlihat jelas, dengan peluang pembangunan yang lebih luas dan partisipasi aktif dari seluruh komponen masyarakat.