Main Agenda: VKTR: Industri kendaraan listrik nasional butuh konsistensi investasi
VKTR: Industri kendaraan listrik nasional butuh konsistensi investasi
Main Agenda –
Dalam agenda Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) dan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB), Jakarta, Selasa, Wakil Komisaris Utama PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk, Anindya N. Bakrie, mengungkapkan bahwa transformasi industri kendaraan listrik nasional memerlukan dukungan investasi yang berkelanjutan serta kemampuan untuk membangun fondasi yang kuat untuk pengembangan jangka panjang. “Perpindahan ke sistem transportasi bersih bukan hanya soal visi, tetapi juga tentang tindakan konkret,” tegas Anindya dalam keterangan resmi.
Penguatan Fundamental Bisnis
Kinerja dan perkembangan bisnis VKTR selama tahun buku 2025 mencerminkan perbaikan mendasar dalam operasional perusahaan. Hal ini terjadi seiring percepatan upaya pemerintah dan masyarakat untuk mengurangi emisi di sektor transportasi. Capaian yang diperoleh selama periode tersebut menunjukkan bahwa industri kendaraan listrik di Tanah Air sedang mengalami pertumbuhan signifikan, terutama di bidang kendaraan komersial yang menjadi penggerak utama transisi energi bersih.
Di tahun 2025, VKTR mencatatkan kenaikan penjualan kendaraan listrik hingga 60% dibandingkan tahun sebelumnya. Angka ini menggambarkan peningkatan minat konsumen dan perusahaan domestik terhadap produk listrik, termasuk penggunaan mobil dan bus listrik di berbagai sektor. Peningkatan tersebut dinilai sebagai indikator kuat bahwa industri kendaraan listrik nasional mulai mampu bersaing di pasar lokal.
Progres dalam Pengiriman Kendaraan Listrik
Perseroan juga melaporkan penyelesaian pengiriman 50 unit bus listrik untuk Transjakarta, salah satu proyek utama dalam pengembangan transportasi umum berbasis energi terbarukan. Jumlah ini merupakan bagian dari total pesanan 80 unit yang telah disepakati. Sisanya telah diselesaikan pada kuartal pertama tahun 2026, menunjukkan kemajuan yang konsisten dalam memenuhi komitmen perusahaan terhadap pengurangan emisi.
Transjakarta, sebagai salah satu jalur transportasi massal terbesar di Jakarta, menjadi contoh nyata penggunaan kendaraan listrik skala besar. Pengiriman bus listrik tersebut diharapkan mampu memperkuat jaringan transportasi ramah lingkungan dan mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil. Anindya menjelaskan bahwa keberhasilan ini tidak terlepas dari kolaborasi dengan pihak terkait, baik pemerintah maupun mitra swasta, dalam mewujudkan visi ekosistem transportasi rendah emisi.
Kontribusi Emisi Karbon yang Nyata
Hingga April 2026, armada kendaraan listrik yang diproduksi VKTR telah menempuh jarak operasional lebih dari 17 juta kilometer. Jumlah ini berdampak pada estimasi pengurangan emisi karbon hingga 15 ribu ton CO₂, yang menjadi bukti nyata kontribusi perusahaan dalam menjaga lingkungan.
Capaian ini diakui sebagai buah dari penggunaan lebih dari 170 unit kendaraan listrik di berbagai sektor strategis, seperti transportasi umum, logistik, dan kebutuhan operasional instansi pemerintah. Pemanfaatan teknologi listrik di sektor-sektor tersebut tidak hanya menekan polusi udara, tetapi juga mendorong efisiensi energi dan ketersediaan sumber daya alam yang lebih terbatas.
Langkah Selanjutnya: Fase Percepatan
Menurut Anindya, tahun 2026 akan menjadi periode kritis di mana industri kendaraan listrik Indonesia berusaha mempercepat pertumbuhan. “Kami berharap 2026 menjadi tahun yang menunjukkan kecepatan transformasi, di mana produk listrik bukan hanya menjadi bagian dari industri, tetapi juga solusi utama bagi mobilitas nasional yang lebih efektif,” lanjutnya dalam wawancara tersebut.
Keberhasilan di tahun 2025 berikan dasar untuk penguatan lebih lanjut. VKTR menyatakan komitmen untuk mengembangkan kapasitas produksi dan menjangkau pasar lebih luas. Dengan dukungan investasi yang terus mengalir, perusahaan berharap mampu menyelesaikan proyek-proyek besar dan memperluas ekspor kendaraan listrik ke pasar internasional.
Strategi yang Terukur dan Konsisten
Keberhasilan peningkatan penjualan dan pengiriman kendaraan listrik VKTR diukur melalui berbagai indikator yang terstruktur. Salah satu kunci utamanya adalah perbaikan kualitas produk dan penguatan rantai pasok. “Pertumbuhan ini didukung oleh pengembangan teknologi yang terus berlangsung, serta kesadaran masyarakat terhadap keberlanjutan,” ungkap Anindya.
Dalam konteks nasional, transisi ke kendaraan listrik dianggap sebagai bagian penting dari upaya dekarbonisasi sektor transportasi. VKTR berperan aktif dalam mendorong perubahan tersebut dengan menawarkan solusi yang sesuai dengan kebutuhan pasar. Selain itu, perusahaan juga fokus pada inovasi, seperti penggunaan baterai berkapasitas tinggi dan sistem pengisian yang efisien, untuk meningkatkan daya saing produknya.
Langkah-langkah yang diambil VKTR selama ini diharapkan mampu menjadi bahan acuan bagi perusahaan-perusahaan lain dalam industri otomotif. Dengan menyelesaikan target tahun 2025, perusahaan menunjukkan kemampuan untuk menjaga konsistensi dan keandalan dalam pengembangan bisnis. “Kami yakin bahwa industri ini akan terus berkembang jika ada kebijakan yang konsisten dan dukungan dari berbagai pihak,” tambah Anindya.
Kedepannya, VKTR juga menyiapkan beberapa proyek baru, seperti pengembangan kendaraan listrik untuk sektor logistik dan
