New Policy: Kurang fokus di akhir laga lawan Pelita Jaya jadi evaluasi Hornbills

Kurang Fokus di Akhir Laga Lawan Pelita Jaya Jadi Evaluasi untuk Hornbills

New Policy – Jakarta, Antaranews — Pertandingan final IBL 2026 antara Bogor Hornbills dan Pelita Jaya Jakarta berlangsung sengit di GMSB, Jakarta, pada Jumat (17/6). Meski sempat menguasai sebagian besar pertandingan, tim dari Kabupaten Bogor tersebut akhirnya kalah dalam babak tambahan (overtime) dengan skor 90-87. Hasil ini membuat Pelita Jaya unggul 1-0 dalam seri final berformat best-of-five. Pertandingan tersebut menjadi momen penting bagi pelatih Hornbills, Cesar Camara, untuk melakukan evaluasi terhadap performa timnya, khususnya dalam menit-menit kritis.

Evaluasi Pelatih Hornbills: Fokus adalah Kunci

Cesar Camara mengungkapkan bahwa kegagalan timnya dalam meraih kemenangan terutama disebabkan oleh kurangnya konsentrasi pada dua menit terakhir pertandingan. Menurut dia, kesalahan-kesalahan kecil di fase penentuan menjadi faktor utama yang membedakan hasil. “Kami harus menemukan cara yang lebih optimal untuk menutup pertandingan, karena peluang menang masih terbuka hingga menit-menit akhir,” jelas Camara setelah pertandingan berakhir. Ia menekankan bahwa timnya telah menjalankan strategi yang cukup baik sepanjang pertandingan, tetapi keputusan dan eksekusi di penghujung pertandingan kurang sempurna.

Kami harus menemukan cara yang lebih optimal untuk menutup pertandingan, karena peluang menang masih terbuka hingga menit-menit akhir

Camara juga menyoroti bahwa keberhasilan lawan memanfaatkan peluang di akhir pertandingan menjadi poin penting. Meski timnya sempat mengambil keunggulan hingga 9 poin di menit terakhir kuarter keempat, ketidakstabilan mental dan kurangnya fokus membuat Pelita Jaya mampu menyamakan skor, memaksa laga dilanjutkan ke babak tambahan. “Ini membuktikan bahwa lawan sangat berhati-hati dan mampu memperbaiki kesalahan mereka,” kata pelatih asal Spanyol tersebut. Ia berharap evaluasi ini bisa menjadi fondasi untuk meningkatkan performa pada pertandingan kedua, yang akan digelar di tempat yang sama pada Minggu (21/6).

Hasil Pertandingan: Banyak Kekuatan, Tapi Kekurangan di Akhir

Pelita Jaya Jakarta menunjukkan ketangguhan dalam mengejar kesempatan di akhir pertandingan, terutama melalui kontribusi pemain lokal mereka. Dalam fase kritis, mereka mampu mengubah momentum, memanfaatkan kesalahan kecil dari Hornbills. Camara mengakui bahwa timnya hampir memperoleh kemenangan, tetapi ketidaksempurnaan dalam menyelesaikan serangan dan pengambilan keputusan saat tekanan tinggi membuat peluang itu terlewat. “Kami melakukan sebagian besar rencana permainan, tetapi di menit-menit akhir, beberapa hal yang bisa diubah menjadi kendala,” ujarnya.

Kami melakukan sebagian besar rencana permainan, tetapi di menit-menit akhir, beberapa hal yang bisa diubah menjadi kendala

Dalam pertandingan tersebut, Hornbills sempat menang di menit pertama kuarter keempat dengan keunggulan 9 poin. Namun, sikap tidak tenang di akhir laga membuat mereka kehilangan momentum. Camara mengungkapkan bahwa pemain-pemain Pelita Jaya mampu beradaptasi dengan baik di momen-momen krusial, sementara timnya sedikit kewalahan menghadapi tekanan. “Posisi kami memungkinkan untuk mengendalikan jalannya pertandingan, tapi lawan justru menemukan celah saat kami mulai lengah,” imbuhnya.

Perspektif Pemain: Kesalahan Kecil Jadi Penentu

Small forward Bogor Hornbills, Muhammad Fhirdan Guntara, menilai bahwa timnya memang sudah memahami cara bermain Pelita Jaya. Ia menyatakan bahwa sebagian besar pertandingan berjalan seimbang, dengan Hornbills mampu menandingi permainan lawan. Namun, beberapa kesalahan kecil di menit akhir mengubah segalanya. “Setiap kesalahan di akhir laga menjadi pelajaran berharga karena lawan mampu memperoleh keuntungan dari setiap langkah yang tidak sempurna,” ujar Fhirdan.

Setiap kesalahan di akhir laga menjadi pelajaran berharga karena lawan mampu memperoleh keuntungan dari setiap langkah yang tidak sempurna

Fhirdan juga optimis bahwa timnya tidak akan terlalu larut dalam kekecewaan. “Pertandingan pertama adalah bagian dari proses, dan kami memiliki kemampuan untuk memperbaiki kesalahan,” katanya. Menurutnya, Bogor Hornbills masih memiliki peluang besar untuk memenangkan seri final, terutama jika mereka bisa meningkatkan fokus dan konsistensi di babak akhir. “Kami sudah mempersiapkan diri dengan baik, dan penyesuaian strategi di pertandingan kedua akan menjadi kunci,” tambah pemain yang juga menjadi bagian dari tim inti tersebut.

Kesiapan untuk Pertandingan Kedua: Perbaikan yang Diharapkan

Dengan kekalahan dalam laga pertama, Hornbills kini harus lebih waspada dalam menghadapi Pelita Jaya di pertandingan kedua. Camara menekankan bahwa evaluasi akan menjadi fokus utama untuk menyusun strategi baru. “Kami perlu meningkatkan komunikasi dan kepercayaan diri pemain di situasi tekanan,” jelas pelatih tersebut. Ia juga meminta para pemain untuk lebih teliti dalam menyelesaikan serangan, terutama saat skor sedang imbang.

Pelita Jaya Jakarta, sementara itu, memanfaatkan keunggulan yang mereka peroleh di akhir laga untuk memperkuat dominasi mereka. Namun, Camara yakin bahwa timnya memiliki potensi untuk memperbaiki kinerja. “Kami adalah tim yang sangat kompetitif, dan permainan dalam best-of-five menunjukkan bahwa masih ada ruang untuk tumbuh,” katanya. Ia menilai bahwa penyesuaian di fase akhir pertandingan bisa menjadi titik balik bagi Hornbills dalam seri ini.

Analisis Pertandingan: Momentum dan Konsistensi

Pertandingan final IBL 2026 menjadi ujian bagi kedua tim, terutama karena dampaknya terhadap gelombang pemain dan strategi. Dalam laga pertama, Pelita Jaya menunjukkan ketangguhan dengan memanfaatkan kesempatan yang ada, sementara Hornbills gagal mempertahankan keunggulan. Menurut Camara, pelatih yang juga memimpin tim sejak musim lalu, kinerja di akhir laga menunjukkan bahwa masih ada ruang untuk ditingkatkan. “Kami harus menjadi lebih disiplin dalam mengambil keputusan, terutama saat skor sedang dipertahankan,” katanya.

Fhirdan Guntara mengakui bahwa kehilangan skor di menit akhir menjadi pembelajaran berharga. “Kami harus memperbaiki penyelesaian serangan dan mengurangi kesalahan saat tekanan meningkat,” pungkasnya. Ia juga meminta kepada rekan-rekan setim untuk lebih konsisten dalam menjalankan permainan, termasuk mengatasi stres di saat kritis. “Permainan tidak hanya tentang skill individu, tetapi juga kerja sama tim,” ujarnya.

Dengan pertandingan kedua yang akan digelar di GMSB pada Minggu (21/6), Camara dan timnya berharap bisa memperbaiki kekurangan dari laga pertama. “Kami telah melakukan analisis terhadap permainan, dan sekarang fokusnya adalah menyusun strategi yang lebih baik untuk meng