Hizbullah menentang pembicaraan langsung Lebanon dengan Israel

Hizbullah Menolak Negosiasi Langsung Lebanon-Israel

Beirut menjadi pusat pernyataan penolakan yang dilontarkan oleh Kelompok Hizbullah terhadap upaya pembicaraan langsung antara Lebanon dan Israel. Pernyataan ini diungkapkan oleh Mahmoud Komati, Wakil Kepala Dewan Politik Hizbullah, kepada RIA Novosti.

“Gencatan senjata di Lebanon terjadi karena tekanan Iran. Kami tidak berharap hasil yang bermanfaat dari pembicaraan tersebut, dan secara tegas menolak negosiasi langsung antara Lebanon dengan musuh Israel,” kata Komati.

Komati juga menegaskan bahwa sikap keras Iran menjadi faktor utama yang mendorong Amerika Serikat dan Israel untuk menyetujui gencatan senjata di Lebanon. Menurutnya, tekanan dari pihak Iran mengarah pada keputusan dua negara tersebut.

Sebaliknya, Washington dan Tel Aviv berusaha menampilkan situasi seolah-olah mereka yang memulai proses gencatan senjata. “Tekanan ini muncul karena Israel tidak mengakui Lebanon dan menolak usulan presiden terkait negosiasi, namun hari ini mereka bersedia berdiskusi,” jelas Komati. Ia menyatakan bahwa kemenangan Iran, khususnya terhadap Israel dan Amerika Serikat, menjadi penyebab utama perubahan sikap tersebut.

Stasiun penyiaran Saudi Al Hadath melaporkan, berdasarkan sumber resmi Lebanon, bahwa pembicaraan antara Lebanon dan Israel akan diadakan pada Selasa (14/4). AS menjamin bahwa Israel tidak akan mengebom Beirut sebelum proses tersebut dimulai.