Humaniora

DPN HKTI optimalkan petani bantu pemerintah daerah tangani karhutla

IMG_4209
Foto : Indah Santoso - programamal.com
Daftar Isi
  1. HKTI Perkuat Peran Petani untuk Mencegah Karhutla di Daerah
  2. FAQ Pencegahan Karhutla
  3. Related Reading

HKTI Perkuat Peran Petani untuk Mencegah Karhutla di Daerah

Programamal.com – DPN HKTI optimalkan petani bantu pemerintah daerah dalam mencegah kebakaran hutan dan lahan atau karhutla. Langkah ini dinilai penting karena petani dan masyarakat di sekitar kawasan hutan memiliki peran langsung dalam pengelolaan lahan. Pencegahan sejak awal menjadi perhatian utama agar api tidak berkembang menjadi kebakaran yang luas dan sulit dikendalikan.

Dewan Pimpinan Nasional Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (DPN HKTI) mengarahkan jajaran organisasinya untuk ikut membantu pemerintah daerah, khususnya di kabupaten yang berkaitan dengan wilayah rawan karhutla. Arahan tersebut disampaikan Sekretaris Jenderal DPN HKTI Abdul Kadir Karding di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, pada Minggu.

“Supaya ikut andil membantu daerah, masyarakat dalam hal penanganan bencana karhutla. Terutama kabupaten-kabupaten yang terkait,” kata Abdul Kadir.

Pencegahan Karhutla Perlu Melibatkan Masyarakat

Keterlibatan petani menjadi relevan karena kegiatan pembukaan, penyiapan, dan pengolahan tanah berhubungan erat dengan risiko kebakaran lahan. Apabila dilakukan tanpa kehati-hatian, penggunaan api dapat memicu kebakaran, terutama ketika kondisi lingkungan membuat api lebih mudah menjalar ke area lain.

Melalui jaringan organisasinya, DPN HKTI optimalkan petani bantu menyebarkan pemahaman mengenai bahaya karhutla hingga ke tingkat masyarakat. Edukasi diperlukan agar warga memahami pentingnya menghindari tindakan yang berpotensi menimbulkan api di sekitar hutan, perkebunan, maupun lahan pertanian.

HKTI menyatakan keprihatinan terhadap kejadian karhutla di sejumlah daerah. Organisasi tersebut menilai upaya pencegahan harus dilakukan secara konsisten, sebab penanganan setelah kebakaran meluas akan membutuhkan tenaga, waktu, dan sumber daya yang lebih besar.

Abdul Kadir menekankan bahwa edukasi tidak hanya ditujukan kepada petani. Masyarakat yang tinggal di sekitar hutan serta masyarakat adat di kawasan berhutan juga perlu memperoleh informasi yang jelas mengenai risiko penggunaan api secara sembarangan.

“Edukasi penting, terutama di masyarakat-masyarakat sekitar hutan atau masyarakat-masyarakat adat yang ada di hutan-hutan yang ada,” katanya.

Larangan Membuka Lahan dengan Cara Membakar

Dalam arahannya, Abdul Kadir mengingatkan kembali Instruksi Presiden Nomor 11 Tahun 2006 yang menekankan pencegahan kebakaran. Salah satu poin pentingnya adalah larangan membuka, menyiapkan, serta mengolah lahan dengan cara membakar.

Larangan tersebut perlu dipahami oleh seluruh pihak yang beraktivitas di area rentan, termasuk pelaku usaha tani dan kegiatan lain di sekitar kawasan hutan. Pembakaran yang awalnya dilakukan pada area tertentu dapat berubah menjadi kebakaran yang sulit dihentikan apabila api menyebar tanpa kendali.

“Larangan tegas kebakaran. Pemerintah melarang total aktivitas pembukaan, penyiapan, pengolahan lahan dengan cara membakar,” ujarnya.

DPN HKTI optimalkan petani bantu pemerintah daerah dengan mendorong penyampaian pesan ini secara lebih luas. Petani dapat menjadi penghubung informasi di lingkungan masing-masing, sekaligus mengajak warga untuk menerapkan cara pengelolaan lahan yang lebih aman.

Pencegahan karhutla bukan hanya menyangkut kepatuhan terhadap aturan. Kebakaran yang meluas dapat mengganggu kegiatan pertanian, aktivitas warga, serta kondisi lingkungan di sekitar lahan dan hutan. Karena itu, kesadaran untuk tidak menggunakan api dalam pembukaan lahan menjadi bagian penting dalam perlindungan bersama.

Organisasi Petani sebagai Mitra Pemerintah Daerah

HKTI mendorong pengurus di daerah agar aktif melakukan advokasi dan edukasi kepada masyarakat. Peran itu dapat diwujudkan melalui penyampaian informasi tentang larangan pembakaran, penguatan kewaspadaan di wilayah rawan, serta ajakan untuk menghindari aktivitas yang dapat memicu kebakaran.

DPN HKTI optimalkan petani bantu penanganan karhutla melalui pendekatan yang dekat dengan kondisi lapangan. Jaringan petani dinilai dapat memperluas jangkauan komunikasi, terutama di daerah yang memiliki aktivitas pengelolaan lahan dan berada dekat kawasan hutan.

Upaya tersebut menegaskan bahwa penanganan karhutla tidak dimulai ketika api sudah terlihat. Kehati-hatian saat mengelola lahan, pemahaman atas larangan membakar, dan komunikasi berkelanjutan kepada masyarakat merupakan langkah penting untuk menekan risiko kebakaran sejak dini.

FAQ Pencegahan Karhutla

Mengapa petani dilibatkan dalam pencegahan karhutla?

Petani memiliki kedekatan dengan aktivitas pengelolaan lahan. Karena itu, mereka dapat membantu menyampaikan edukasi, mengingatkan larangan pembakaran, dan mendorong praktik pengelolaan lahan yang lebih aman di lingkungan sekitar.

Apa yang dilarang dalam Instruksi Presiden Nomor 11 Tahun 2006?

Instruksi tersebut menekankan pencegahan kebakaran, termasuk larangan membuka, menyiapkan, dan mengolah lahan dengan cara membakar.

Siapa saja yang perlu mendapat edukasi karhutla?

Edukasi perlu menjangkau petani, warga sekitar hutan, masyarakat adat di kawasan berhutan, serta pihak lain yang menjalankan aktivitas di area yang berpotensi mengalami kebakaran hutan dan lahan.

Indah Santoso - programamal.com

Indah Santoso - programamal.com

Indah Santoso adalah relawan aktif yang telah terlibat dalam berbagai kegiatan kemanusiaan, termasuk bantuan bencana dan program pendidikan untuk anak-anak kurang mampu.

Pengalaman lapangannya memberikan perspektif nyata dalam setiap artikel yang ia tulis, terutama terkait dampak langsung dari donasi.