Key Strategy: Kemenhaj siapkan klinik satelit layani jamaah haji dengan cepat

Kemenhaj siapkan klinik satelit layani jamaah haji dengan cepat

Makkah – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) telah merencanakan pembangunan pusat kesehatan bersifat satelit di tiap wilayah sektor Makkah. Tujuannya adalah untuk mempercepat layanan medis bagi jamaah haji yang mengalami gangguan kesehatan. “Di setiap sektor, rata-rata terdapat empat sampai lima staf kesehatan. Termasuk dokter dan perawat,” tutur Ihsan Faisal, Kepala Daerah Kerja Makkah Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi 2026, di Makkah, Minggu.

Klinik satelit ini bertugas sebagai tempat pertolongan awal bagi jamaah yang sakit, sehingga tidak perlu segera dikirim ke fasilitas medis lebih jauh.

Ia menjelaskan, jika kondisi kesehatan jamaah tidak bisa ditangani di klinik satelit, pasien akan langsung diarahkan ke Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) di Aziziyah atau langsung ke rumah sakit Arab Saudi. “Jumlah tenaga medis di klinik satelit berbeda dari petugas kesehatan yang tergabung dalam kelompok terbang (kloter),” tambahnya.

Klinik Kesehatan Haji Indonesia saat ini ditemani oleh sekitar 200 tenaga medis yang terbagi di Makkah dan Madinah. Penyediaan klinik satelit di setiap sektor sesuai dengan kebijakan baru Pemerintah Arab Saudi pada musim haji 1447 H/2026 M. Kebijakan ini menetapkan rasio layanan kesehatan dengan satu klinik wajib melayani setidaknya 5.000 jamaah.

Kepala Pusat Kesehatan Haji Liliek Marhaendro Susilo mengungkapkan, pemerintah telah mendirikan 40 klinik kesehatan di 10 sektor Makkah, sementara Madinah memiliki lima klinik. “Dengan tambahan klinik dan penguatan layanan di KKHI, kami berharap kualitas pelayanan kesehatan jamaah haji semakin meningkat,” ujarnya.

Untuk memastikan pertolongan medis yang akurat, petugas kesehatan kloter diberi pedoman rujukan berdasarkan tingkat keparahan penyakit. Pendekatan ini dinilai efektif agar jamaah mendapatkan bantuan secara tepat dan cepat. Selain itu, Arab Saudi juga mewajibkan pengawasan langsung dari rumah sakit swasta terakreditasi. Layanan kesehatan jamaah haji Indonesia diawasi oleh Saudi German Hospital.

Distribusi obat-obatan akan diatur dari KKHI di Makkah dan Madinah, lalu disalurkan ke seluruh petugas kesehatan yang menemani jamaah di hotel masing-masing. Hal ini bertujuan untuk memastikan ketersediaan perawatan medis yang optimal selama operasional haji tahun ini.