Latest Program: Pemprov Kalsel siapkan lahan untuk gedung layanan jantung terpadu
Pemprov Kalsel Gelar Persiapan Fasilitas Kesehatan Baru di RSUD Banjarmasin
Latest Program – Banjarmasin menjadi sorotan dalam upaya pengembangan layanan kesehatan di Kalimantan Selatan, setelah Pemerintah Provinsi (Pemprov) setempat mengumumkan persiapan lahan untuk pembangunan dua fasilitas kesehatan modern. Proyek ini bertujuan memperkuat sistem rujukan medis dan mengurangi ketergantungan warga Kalsel berobat ke luar daerah. Langkah strategis ini juga berupaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan melalui integrasi teknologi tinggi dalam penanganan penyakit jantung serta diagnosis berbasis kedokteran nuklir.
Inspeksi Lahan di RSUD Banjarmasin
Pada Jumat (tanggal 14 Mei 2025), Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin, melakukan tinjauan ke lokasi lahan seluas sekitar satu hektare yang telah dipersiapkan untuk pembangunan Gedung Layanan Kedokteran Nuklir dan Gedung Pusat Layanan Jantung Terpadu. Lokasi tersebut menjadi bagian dari rencana pengembangan fasilitas kesehatan milik Pemprov Kalsel. Dalam kunjungan tersebut, Muhidin menekankan pentingnya proyek ini dalam mendukung layanan kesehatan yang lebih komprehensif dan mudah dijangkau oleh masyarakat.
“Pembangunan ini akan dilengkapi berbagai fasilitas penunjang, termasuk tempat menginap bagi pasien dan keluarga selama menjalani pengobatan,” ujarnya.
Pembangunan Gedung Layanan Kedokteran Nuklir bertujuan untuk meningkatkan akurasi diagnosis penyakit, sementara Gedung Pusat Layanan Jantung Terpadu dirancang untuk memberikan pengobatan penyakit jantung secara lebih terintegrasi. Kedua fasilitas ini akan menjadi pilar penting dalam memperkuat kemandirian rumah sakit dalam menangani kasus kritis dan meminimalkan kebutuhan rujukan ke daerah lain.
Peran Teknologi Kedokteran Nuklir
Gubernur Muhidin menyoroti bahwa layanan kedokteran nuklir menjadi kebutuhan vital dalam era medis modern. Teknologi ini memiliki kemampuan untuk mendeteksi penyakit secara lebih mendalam dan efektif, terutama pada kondisi yang membutuhkan pengamatan jangka panjang seperti kanker, penyakit paru-paru, atau gangguan sistemik lainnya. Dengan adanya fasilitas ini, rumah sakit diharapkan bisa memberikan diagnosis yang lebih tepat, sehingga meminimalkan risiko kesalahan pengobatan.
“Layanan kedokteran nuklir mampu mendukung pengenalan penyakit dengan tingkat akurasi tinggi, yang selama ini hanya bisa diakses oleh beberapa fasilitas besar di Indonesia,” kata Muhidin.
Pemprov Kalsel juga menyatakan bahwa fasilitas CT Scan berteknologi tinggi yang sudah ada akan lebih lengkap jika disertai layanan nuklir. Ini membuka kemungkinan bagi pasien untuk menerima pemeriksaan lengkap tanpa harus ke luar daerah. Selain itu, layanan tersebut akan mempercepat proses penanganan kasus yang membutuhkan waktu lama, seperti pemeriksaan jantung atau penelitian penyakit dalam jangka waktu tertentu.
Timeline dan Akses Layanan
Pembangunan kedua fasilitas tersebut dijadwalkan dimulai pada 2027. Jika semua tahapan berjalan sesuai rencana, layanan akan mulai beroperasi pada akhir 2028. Muhidin menegaskan bahwa pembangunan ini akan memberikan akses yang lebih merata bagi seluruh masyarakat, baik peserta BPJS Kesehatan, pasien umum, maupun skema pembiayaan lain. “Kita ingin memastikan warga Kalsel bisa mendapatkan pelayanan berkualitas tanpa harus ke kota besar seperti Jakarta atau Surabaya,” ujarnya.
Kehadiran dua fasilitas ini juga diharapkan mampu meningkatkan kapasitas rumah sakit dalam menangani kasus yang kompleks. Dengan layanan terpadu, pasien akan menerima pengobatan yang lebih terarah, dari diagnosis awal hingga proses pemulihan. Gubernur menekankan bahwa proyek ini bukan hanya sekadar membangun gedung, tetapi juga mengintegrasikan sumber daya manusia, peralatan, dan sistem administrasi yang siap mendukung operasional.
Penyediaan Sumber Daya dan Prasarana
Direktur RSUD dr. H. Moch. Ansari Saleh, dr. Tabiun Huda, menjelaskan bahwa rumah sakit telah menyiapkan sumber daya manusia yang kompeten untuk mengoperasikan kedua fasilitas tersebut. “Kami memiliki tenaga medis yang berpengalaman dalam bidang kedokteran nuklir dan penyakit jantung, sehingga proses pengoperasian bisa dilakukan secara efisien,” tambahnya.
Meski telah memiliki tenaga ahli, Tabiun menegaskan bahwa kebutuhan utama saat ini adalah penyediaan peralatan medis terkini serta sarana prasarana pendukung. “Peralatan yang diperlukan seperti mesin pemindai nuklir, alat pemeriksaan jantung, dan fasilitas tempat tidur untuk pasien adalah prioritas utama,” kata Tabiun. Dengan demikian, pihaknya berharap proyek ini dapat segera direalisasikan agar masyarakat Kalsel tidak lagi harus meninggalkan daerah untuk menerima layanan spesialis.
Tabiun juga menyoroti bahwa layanan kedokteran nuklir dan jantung terpadu akan memperluas akses terhadap pengobatan modern. “Dengan adanya fasilitas ini, masyarakat bisa mendapatkan pelayanan yang lebih lengkap, dari diagnosis hingga pengobatan, semua di satu tempat,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa rencana ini juga sejalan dengan visi Pemprov Kalsel dalam menjadikan Banjarmasin sebagai pusat kesehatan terpadu di wilayah Kalimantan Selatan.
Harapan untuk Kesehatan Masyarakat
Para pengambil kebijakan optimis bahwa kedua fasilitas ini akan memberikan dampak signifikan dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat. “Kita ingin menjadikan RSUD Banjarmasin sebagai salah satu rumah sakit terbaik di Indonesia, dengan layanan yang komprehensif dan terjangkau,” kata Muhidin. Ia berharap proyek ini bisa segera diwujudkan, agar warga Kalsel tidak lagi mengalami kesulitan akses dalam memperoleh pelayanan kesehatan spesialis.
Kedua fasilitas tersebut diharapkan bisa menjadi solusi untuk masalah keterbatasan layanan kesehatan di daerah. Dengan menyediakan pemeriksaan jantung terpadu dan teknologi kedokteran nuklir, rumah sakit dapat menjadi pilihan utama bagi pasien dengan kondisi yang membutuhkan perawatan intensif. “Ini adalah langkah penting dalam mendorong peningkatan kesehatan masyarakat secara keseluruhan,” ujar Tabiun.
Proyek ini juga diperkirakan akan memberikan manfaat ekonomi dan sosial, karena mengurangi beban keuangan pasien yang harus ke luar daerah serta meningkatkan keterlibatan rumah sakit dalam mengelola perawatan penyakit kritis. Dengan pembangunan yang berkelanjutan, Pemprov Kalsel berkomitmen untuk terus meningkatkan kemampuan rumah sakit dalam memberikan layanan rujukan yang lebih baik.
