Special Plan: Rute Transjakarta Lebak Bulus-Pasar Baru diperpendek imbas banjir
Special Plan: Transjakarta Rute Lebak Bulus-Pasar Baru Diperpendek Akibat Banjir
Special Plan untuk mengatasi dampak banjir telah diterapkan oleh PT Transjakarta. Perubahan rute Koridor 8, yang sebelumnya menghubungkan Lebak Bulus dan Pasar Baru, kini diatur ulang menjadi Pasar Baru-Kebayoran-Pasar Baru. Keputusan ini diumumkan setelah genangan air menghambat akses di kedua arah, Senin sore. Rute yang diperpendek berlaku mulai pukul 17.10 WIB, sehingga pengguna jasa harus siap beradaptasi dengan perubahan jadwal dan titik berhenti.
Pengalihan Rute Transjakarta
“Sehubungan dengan adanya genangan air di sekitar Gandaria City di kedua arah, kami melakukan penyesuaian layanan pada Koridor 8 rute Lebak Bulus-Pasar Baru berupa perpendekan rute menjadi Pasar Baru-Kebayoran-Pasar Baru,”
tutur Ayu Wardhani, Kepala Departemen Humas dan CSR Transjakarta, di Jakarta, Senin.
Pengalihan rute ini memengaruhi perjalanan warga yang biasanya menggunakan jalur tersebut. Mikrotrans JAK 102 juga terkena dampak, dengan rute Blok M-Lebak Bulus dipersingkat hingga Simpang Jalan BRI Radio Dalam 1. Banjir di Jalan Pasar Inpers menjadi penyebab utama pengalihan ini, karena mengganggu kelancaran transportasi umum di area tersebut.
Kebijakan Pemerintah Daerah
BPBD DKI Jakarta melaporkan bahwa hujan deras memicu kenaikan tinggi muka air di Pos Pesanggrahan (Siaga 3) sekitar pukul 16.00 WIB. Banjir meluas ke beberapa wilayah, termasuk Jakarta Selatan, dengan dua ruas jalan yang tergenang, yakni Jalan Swadarma di Ulujami dan Jalan Ciledug Raya (Seskoal) di Cipulir. Ketinggian air mencapai antara 30 hingga 70 cm, sehingga memaksa pihak terkait mengambil tindakan untuk memastikan keselamatan masyarakat.
Menurut Ayu Wardhani, penyesuaian rute adalah bagian dari Special Plan yang dirancang untuk menjaga keamanan dan kelancaran layanan transportasi. Pengemudi bus diberi instruksi mengubah titik berhenti dan jadwal operasional agar tidak terjebak di area tergenang. Selain itu, informasi perubahan rute disebarkan melalui media sosial dan aplikasi resmi Transjakarta untuk memudahkan pengguna menyesuaikan rencana perjalanan.
Kondisi banjir juga menyebabkan perubahan pola lalu lintas. Beberapa jalur yang biasa dilewati kini menjadi alternatif, terutama bagi masyarakat sekitar wilayah yang terdampak. Meski demikian, pengurangan rute ini berpotensi menambah kemacetan di sejumlah titik. Ayu Wardhani menjelaskan bahwa penyesuaian jadwal dan titik berhenti dilakukan secara terencana untuk meminimalkan gangguan sepanjang cuaca buruk.
BPBD DKI Jakarta menyatakan bahwa banjir tidak hanya terbatas pada satu titik, tetapi menyebar ke berbagai daerah. Selain Jalan Swadarma dan Ciledug Raya, area seperti Senayan dan Bundaran HI juga mengalami peningkatan ketinggian air. Dalam laporan terkini, BPBD memperkirakan dampak banjir akan berlangsung hingga Rabu, tergantung intensitas hujan dan kondisi aliran air.
Kebijakan perpendekan rute Transjakarta menunjukkan komitmen dalam menghadapi bencana alam. Sebelumnya, perusahaan telah melakukan penyesuaian di beberapa koridor untuk mengantisipasi kenaikan air. Namun, perubahan koridor 8 kali ini lebih luas dampaknya karena jalur tersebut sering digunakan oleh warga yang bekerja di pusat kota. Beberapa penumpang mengeluhkan ketidaknyamanan akibat perubahan ini, terutama bagi yang membutuhkan akses ke Lebak Bulus.
Pihak Transjakarta terus memantau kondisi banjir dan siap mengambil langkah tambahan jika diperlukan. Special Plan ini merupakan upaya mengurangi hambatan terhadap mobilitas masyarakat. BPBD DKI Jakarta juga menegaskan kerja sama dengan berbagai pihak untuk mempercepat proses pengeringan dan memulihkan aksesibilitas kembali ke normal.
