Qari Kaltim raih juara MTQ Internasional 2026 di Rusia
Qari Kaltim Juara MTQ Internasional 2026 di Rusia
Samarinda – Seorang qari dari Kalimantan Timur, Imranul Karim, berhasil memperoleh gelar juara pertama pada Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Internasional 2026 yang berlangsung di Kota Kazan, Rusia, 22–25 April 2026. Menurut Sekretaris Daerah Provinsi Kaltim dan Ketua Umum LPTQ Kaltim, Sri Wahyuni, prestasi ini dianggap sangat berarti karena Imranul mengalahkan ratusan peserta dari 30 negara, termasuk negara-negara yang dikenal memiliki tradisi membaca Al Quran yang tangguh seperti Mesir, Iran, Turki, dan Malaysia.
Dalam babak final, jumlah pesaing berkurang menjadi lima delegasi. Imranul, yang mewakili Indonesia, menunjukkan kualitas luar biasa dalam cabang Tilawah dengan skor mendekati sempurna. Sri Wahyuni menegaskan bahwa kemenangan ini menjadi kebanggaan bagi Kaltim dan Indonesia secara umum.
“Alhamdulillah, saya mendapatkan rahmat yang luar biasa. Terima kasih kepada Bapak Gubernur Rudy Mas’ud, Bapak Wakil Gubernur Seno Aji, ibu sekda, LPTQ, serta seluruh masyarakat yang telah mendoakan. Gelar ini saya persembahkan untuk Kaltim dan Indonesia,” ucap Imranul Karim.
Sebelumnya, pada awal 2025, Imranul pernah meraih juara di ajang serupa di Jakarta. Sementara itu, Jumarlin, yang juga berasal dari Kaltim, menambah keberhasilan Indonesia dengan meraih posisi kedua di kompetisi di Kroasia. Kedua peserta ini dianggap sebagai bukti bahwa pembinaan berkelanjutan di Kaltim mampu melahirkan sumber daya manusia yang kompetitif secara internasional.
Pemerintah Provinsi Kaltim melalui LPTQ berkomitmen untuk terus meningkatkan program pengembangan keahlian. Hasil ini memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pusat seni baca Al Quran terbaik di dunia.
Perjalanan Penuh Prestasi
Sebelum mengikuti MTQ Internasional 2026 di Rusia, Imranul Karim telah menunjukkan kebolehannya dalam ajang serupa di Jakarta pada awal 2025. Prestasi ini tak terlepas dari dedikasi dan penghargaan terhadap pendidikan qira’at yang diberikan oleh pemerintah daerah. Selain Imranul, Jumarlin juga memberikan kontribusi signifikan dengan meraih peringkat kedua di kompetisi di Kroasia, menunjukkan konsistensi Kaltim dalam membangun talenta berbakat.
Komitmen Terhadap Pembinaan
Sri Wahyuni menegaskan bahwa keberhasilan Imranul Karim dan Jumarlin mencerminkan komitmen Provinsi Kaltim dalam mengasah kemampuan peserta. Dengan pendekatan terus-menerus dalam pelatihan, daerah ini berharap bisa menghasilkan lebih banyak qari unggulan yang mampu bersaing di tingkat global. Penghargaan di Kazan dianggap sebagai langkah penting dalam memperkuat reputasi Indonesia sebagai pusat seni baca Al Quran yang kompetitif.
