Seorang calon haji asal Karawang dilaporkan meninggal di Tanah Suci
Seorang Calon Haji Asal Karawang Dilaporkan Meninggal di Tanah Suci
Seorang calon haji asal Karawang dilaporkan – Kabupaten Karawang, Jawa Barat, menjadi tempat kejadian sebuah tragedi ibadah haji yang mengejutkan. Seorang calon haji bernama Prima R Nugraha, warga Dusun Cicinde III, Desa Cicinde Utara, Kecamatan Banyusari, dinyatakan meninggal dunia saat berada di Tanah Suci Makkah. Kejadian ini terjadi pada Sabtu, 23 Mei 2026, yang menyebabkan rasa kehilangan bagi keluarga dan komunitas setempat.
Prima R Nugraha merupakan anggota dari Kelompok Terbang 04, yang merupakan salah satu dari lima kloter yang dikirimkan oleh Karawang ke Tanah Suci. Ia tercatat sebagai peserta yang telah berangkat pada Sabtu, 23 Mei 2026, sekitar pukul 23.30 waktu setempat. Menurut laporan dari petugas haji di Makkah, korban sempat menjalani perawatan intensif di instalasi gawat darurat rumah sakit yang berdekatan dengan Masjidil Haram sebelum meninggal.
“Berdasarkan informasi medis, almarhum mengalami serangan jantung dan wafat di IGD rumah sakit sekitar Masjidil Haram pada Sabtu pukul 23.30 waktu setempat,” jelas Rozak, Kepala Kementerian Haji dan Umroh Karawang, dalam wawancara di Karawang, Senin.
Rozak menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban. Ia berharap mereka tetap tenang dan sabar menghadapi musibah yang menimpa anggota kloter mereka. Sebagai bagian dari upaya pemerintah dalam menyelenggarakan ibadah haji, Karawang telah mengirimkan 1.783 calon jamaah ke Makkah. Angka ini mencerminkan antusiasme masyarakat dalam mengikuti ritual ibadah tahunan yang sangat sakral.
Jamaah yang berasal dari Karawang dibagi dalam lima kloter, masing-masing dengan jadwal keberangkatan yang berbeda. Kloter pertama, Kloter 4, telah diberangkatkan ke asrama Bekasi pada Jumat, 24 April 2026, dari Islamic Center Karawang. Selanjutnya, Kloter 9 berangkat pada Jumat, 1 Mei 2026, lalu Kloter 16 pada Minggu, 10 Mei 2026. Kloter 20 dan Kloter 27 juga tercatat sebagai bagian dari rangkaian keberangkatan, yang masing-masing dijadwalkan pada Jumat, 15 Mei 2026, dan Selasa, 19 Mei 2026.
Dalam rangkaian keberangkatan tersebut, Kementerian Haji dan Umroh Karawang terus memantau kondisi para jamaah. Kloter 4, yang menjadi kloter pertama, berangkat lebih awal untuk memastikan semua peserta dalam kondisi siap. Kloter-kloter lainnya diatur secara bertahap, dengan durasi transit di Bekasi sebagai bagian dari persiapan sebelum melanjutkan perjalanan ke Makkah. Pemantauan ini dilakukan untuk meminimalkan risiko kesehatan selama perjalanan.
Prima R Nugraha, yang meninggal di Tanah Suci, sebelumnya dikenal sebagai individu yang aktif dalam komunitas haji. Ia juga tercatat sebagai salah satu dari ratusan peserta yang memperhatikan kebersihan diri dan rutinitas ibadah. Dengan berangkat pada akhir April 2026, ia sempat menjalani beberapa hari di Tanah Suci sebelum mengalami kejadian yang memilukan.
Menurut Rozak, kejadian serangan jantung tersebut terjadi secara mendadak. Petugas haji mengatakan bahwa korban mengalami gejala kritis sebelum ditangani di IGD. Meski demikian, ia telah menyelesaikan beberapa aktifitas ibadah haji seperti berkunjung ke Ka’bah dan melaksanakan tawaf. Kloter 4 yang ia ikuti terdiri dari sekitar ratusan jamaah, yang sebagian besar berasal dari Karawang.
Kejadian ini memicu respons cepat dari pihak Kementerian Haji dan Umroh Karawang. Tim medis langsung bergerak untuk mengevakuasi korban dan memberikan pertolongan pertama. Meski upaya yang dilakukan berhasil menghentikan nyawa korban, tetapi tidak mungkin mencegahnya. Kementerian Haji terus mengupdatkan kondisi jamaah setiap hari, terutama selama masa berada di Tanah Suci.
Dalam perjalanan ke Makkah, jamaah dari Karawang mengalami berbagai tantangan, seperti cuaca panas yang terik, kondisi fisik yang berat, serta adaptasi dengan lingkungan baru. Namun, pihak Kementerian Haji telah memastikan semua jamaah memiliki perlengkapan yang memadai serta pemandu yang terlatih. Kejadian serangan jantung pada Prima R Nugraha menunjukkan bahwa kondisi kesehatan bisa menjadi faktor penting dalam perjalanan haji.
Sebagai bentuk dukungan, Kementerian Haji mengungkapkan bahwa mereka telah memperketat protokol kesehatan untuk semua kloter. Termasuk memastikan keberadaan tenaga medis yang siap menghadapi kondisi darurat. Rozak juga mengingatkan bahwa para jamaah diimbau untuk tetap menjaga kesehatan dan tidak melelahkan diri selama menjalankan ibadah.
Keberangkatan haji Karawang tahun ini menandai konsistensi partisipasi masyarakat dalam merayakan ritual ibadah tersebut. Total jamaah yang diberangkatkan mencapai 1.783 orang, yang sebagian besar
