Empat pemain Dewa United dipanggil timnas – Jan Olde mengaku senang
Empat Pemain Dewa United Dipanggil Timnas, Jan Olde Mengaku Senang
Empat pemain Dewa United dipanggil timnas – Jakarta – Pelatih Dewa United Banten FC, Jan Olde Riekerink, menyampaikan kegembiraannya setelah empat pemainnya diberi kesempatan untuk bergabung dengan timnas Indonesia. Keempat nama yang masuk ke daftar pemanggilan adalah Brian Fatari, Ricky Kambuaya, Egy Maulana Vikri, serta Wahyu Prasetyo. Mereka akan mengikuti pemusatan latihan yang diadakan di Jakarta pada akhir bulan Mei sebagai persiapan menuju ajang Piala ASEAN 2026, yang direncanakan berlangsung sejak akhir Juli. Pengumuman ini menambah antusiasme publik dan klub sekaligus memberikan semangat baru bagi para pemain.
Panggilan Timnas sebagai Penghargaan Prestasi
Pelatih asal Belanda itu menyatakan bahwa keberhasilan empat pemainnya dipilih sebagai bagian dari skuad nasional merupakan bukti kerja keras dan penampilan yang memuaskan di level liga. “Kami sangat senang dengan panggilan ini. Ini menunjukkan bahwa para pemain sudah mampu menunjukkan kemampuan mereka di kompetisi domestik,” ujar Jan Olde, dikutip dari laman resmi I.League, Kamis. Meski hanya Brian Fatari yang belum pernah membela timnas senior sebelumnya, tiga rekan satu tim—Ricky Kambuaya, Egy Maulana Vikri, dan Wahyu Prasetyo—telah berkiprah di skuad Garuda sejak era pelatih Shin Tae-yong dan Luis Milla. Kehadiran mereka di timnas diharapkan bisa memperkuat kekuatan tim dalam persiapan menghadapi ajang internasional.
“Saya mengucapkan semoga beruntung untuk mereka. Harapannya, mereka bisa membawa pengalaman berharga dari timnas kembali ke klub, dan yang paling penting adalah memberikan yang terbaik untuk Indonesia,” kata pelatih yang pernah melatih Galatasaray.
Persiapan untuk Piala ASEAN 2026 dan Tantangan Baru
Pemusatan latihan yang dijalani timnas Indonesia pada akhir Mei ini diharapkan menjadi ajang seleksi untuk menentukan skuad final yang akan tampil di Piala ASEAN 2026. Dalam babak penyisihan grup, Indonesia tergabung di Grup A bersama Vietnam, Singapura, Kamboja, serta Brunei Darussalam atau Timor Leste. Keempat tim tersebut dikenal memiliki kekuatan berbeda, sehingga kompetisi akan sangat sengit. “Kami berharap pemain yang dipilih bisa berkontribusi maksimal, bukan hanya sebagai pelengkap,” tambah Jan Olde.
Piala ASEAN 2026 menjadi momen penting bagi Indonesia, yang hingga kini belum pernah meraih gelar juara dalam sejarahnya. Meski telah enam kali menjadi runner-up, kesempatan ini dianggap sebagai langkah awal untuk mengejar target lebih tinggi. Pemain yang menunjukkan performa terbaik selama pemusatan latihan akan diberi peluang untuk menjadi bagian dari skuad final, serta dipertimbangkan untuk turut serta dalam FIFA Matchday pada Juni 2026. Salah satu laga yang akan dijalani timnas dalam agenda ini adalah pertandingan melawan Oman, yang dijadwalkan berlangsung di Jakarta pada 5 Juni.
Jan Olde Beri Pesan Khusus kepada Pemainnya
Sebagai pelatih, Jan Olde juga memberikan pesan khusus kepada keempat pemain Dewa United yang dipanggil. Ia mengingatkan mereka untuk fokus pada tugas utama, yaitu memperkuat performa di level nasional. “Kami mendorong mereka untuk bersaing memperebutkan posisi utama, bukan hanya sekadar mengikuti alur pertandingan,” katanya. Keempat pemain ini dikenal sebagai andalan tim Dewa United dalam beberapa laga kunci, sehingga kehadiran mereka di timnas diharapkan mampu menambah kekuatan tim.
Kehadiran Brian Fatari, yang merupakan satu-satunya pemain yang belum pernah memperkuat timnas senior, menjadi menarik. Sebagai pemain muda, ia dianggap memiliki potensi besar untuk berkembang. Sementara Ricky Kambuaya, Egy Maulana Vikri, dan Wahyu Prasetyo, yang sudah lebih dulu berkiprah di timnas, diharapkan bisa memimpin permainan dan membawa pengalaman yang berharga. Jan Olde juga menekankan pentingnya sikap mental para pemain, baik dalam kondisi tekanan maupun saat menjadi bagian dari kompetisi yang lebih besar.
Timnas Indonesia dan Kompetisi Internasional
Tidak hanya Dewa United, klub lain seperti Persija Jakarta juga memiliki empat pemain yang dipanggil ke timnas. Mereka adalah Fajar Fathurrahman, Shayne Pattynama, Witan Sulaeman, dan Eksel Runtukahu. Keberhasilan ini menunjukkan bahwa beberapa pemain berkualitas sedang menjalani kiprah di liga dan bisa ditarik ke level nasional. Jan Olde menyebutkan bahwa kehadiran mereka di timnas akan memberikan dinamika baru, terutama dalam persiapan menghadapi laga-laga penting.
Piala ASEAN 2026 dianggap sebagai ujian pertama bagi timnas Indonesia di bawah arahan John Herdman. Sebagai pelatih yang memiliki pengalaman internasional, Herdman diharapkan mampu membangun tim yang siap bersaing. Keempat pemain Dewa United, serta rekan-rekan dari klub lain, akan menjadi bagian dari persiapan ini. Mereka diberikan kesempatan untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka, dengan harapan bisa memperkuat kekuatan timnas di tengah persaingan ketat.
Pemusatan latihan di Jakarta juga menjadi ajang untuk menguji kemampuan pemain dalam situasi nyata. Dengan berbagai skenario pertandingan yang dirancang, para pemain diharapkan bisa beradaptasi dan menunjukkan permainan terbaik mereka. Jan Olde menegaskan bahwa keberhasilan timnas bukan hanya bergantung pada individu, tetapi pada kerja sama yang solid. “Kami ingin mereka bermain dengan semangat dan dedikasi penuh,” ujarnya.
Komitmen untuk Kesuksesan Timnas
Pelatih Jan Olde menuturkan bahwa panggilan ke timnas adalah bentuk penghargaan untuk prestasi para pemain di klub. Ia juga mengharapkan keempat pemain tersebut bisa menjaga konsistensi dan keberhasilan di level domestik agar bisa terus berkembang. “Pemain yang mampu menunjukkan kualitas di liga akan lebih mudah menembus timnas,” katanya. Dengan memiliki pemain berkualitas, Indonesia dianggap memiliki peluang besar untuk meraih hasil yang memuaskan dalam ajang ini.
Jan Olde juga menyoroti pentingnya pemusatan latihan sebagai langkah strategis dalam mempersiapkan tim nasional. Selain mengasah teknik, pemain juga akan memperkuat taktik dan mentalitas untuk menghadapi lawan dari berbagai negara. “Kami akan memantau performa mereka secara ketat, dan siapa pun yang terpilih akan menjadi bagian dari skuad yang terbaik,” tambahnya. Kehadiran pemain dari berbagai klub berbeda diharapkan mampu menciptakan variasi permainan yang lebih menarik.
Para pemain yang dipanggil, baik dari Dewa United maupun Persija Jakarta, akan bersaing untuk mendapatkan slot di skuad final. Kompetisi ini tidak hanya
