Solution For: Dedi Kusnandar siap dimainkan kapan pun dan di mana pun

Dedi Kusnandar Siap Dimainkan Kapan Pun dan Di Mana Pun

Solution For – Dedi Kusnandar, pemain Persib Bandung, menegaskan kesiapan dirinya untuk tampil dalam kondisi apa pun dan di posisi mana pun setelah kembali ke klub setelah menyelesaikan masa pinjaman di Bhayangkara Presisi Lampung FC. Setelah sempat memperkuat tim putaran pertama BRI Super League 2025/2026, ia kembali ke Bandung untuk putaran kedua, dengan catatan lima kali bermain selama periode peminjaman. Pertandingan pertamanya setelah kembalinya ke Persib terjadi saat ia masuk sebagai pemain pengganti di menit ke-80 dalam laga melawan Persija Jakarta di Stadion Segiri, Samarinda, pada hari Minggu. Kemenangan berharga tersebut membawa Persib mempertahankan posisi di papan atas dan menjaga harapan untuk gelar juara.

Dedi mengungkapkan antusiasmenya terhadap kembalinya ke tim, menyatakan bahwa ia hadir untuk mendukung rekan-rekan sekaligus berkontribusi pada keberhasilan Persib. “Saya datang ke sini dengan kesempatan untuk membantu tim, kapan saja dan di mana saja saya diminta tampil, saya siap,” ujarnya, dikutip dari laman resmi I.League, Kamis. Ia menekankan komitmen dirinya untuk berjuang bersama skuad yang tengah mengejar target juara, dengan keyakinan bahwa kemampuannya bisa dimaksimalkan dalam setiap kesempatan.

“Saya datang ke sini dengan banyak pemain berkualitas. Saya datang ke sini pengen bantu tim, kapanpun dan di manapun saya disuruh main saya siap,” kata Dedi, yang kembali ke Persib setelah menjadi bagian dari Bhayangkara Presisi Lampung FC dalam putaran pertama.

Kemenangan atas Persija Jakarta menjadi momen penting bagi Persib, karena membantu mereka mempertahankan dominasi di papan atas klasemen. Sebelumnya, tim yang diasuh oleh Bojan Hodak mengoleksi 75 poin, menjaga gelar juara terbuka untuk diraih. Kemenangan ini juga memperkuat posisi Persib di depan Borneo, yang berada di peringkat kedua dengan poin serupa, tetapi kalah dalam head to head. Pemimpin klasemen saat ini memiliki keunggulan kemenangan dalam pertemuan sebelumnya, yang menjadi nilai tambah bagi persaingan.

Dedi menyoroti pentingnya kemenangan melawan Persija, tim yang selama ini dianggap sebagai salah satu rival terberat di kompetisi. “Lawan seperti Persija selalu mendapat banyak perhatian. Saya bangga bisa mengalahkan tim besar,” katanya. Ini menjadi kemenangan kedua Persib atas Persija musim ini, setelah sebelumnya menang di laga lain. Kemenangan tersebut juga menghentikan ambisi Persija untuk meraih gelar juara dan memastikan mereka berada di posisi ketiga.

“Dengan pertandingan lawan Persija kemarin, kita tahu semua tim besar bisa dihadapi. Saya senang bisa membantu tim meraih kemenangan,” tambah Dedi, yang telah menjadi bagian dari skuad Persib yang berhasil meraih gelar dua kali beruntun dalam dua musim terakhir.

Persib, yang saat ini berada di puncak klasemen, tetap memiliki tugas berat untuk mempertahankan gelar juara. Dedi menyatakan bahwa tim masih perlu memenangkan dua pertandingan terakhir agar bisa mengunci posisi pertama. Laga tersebut akan dihadapi Persib pada hari Minggu (17/5) pukul 19.00 WIB melawan PSM Makassar di stadion kandang mereka, serta pada hari Sabtu (23/5) pukul 16.00 WIB saat menjamu Persijap Jepara di kandang. Kedua pertandingan ini menjadi ujian berikutnya bagi skuad yang tengah mengejar rekor tiga kali beruntun.

Sebagai gelandang berpengalaman, Dedi menyadari bahwa tantangan di putaran kedua tidak kalah berat. Meski memperkuat tim dengan keberhasilan di putaran pertama, ia yakin bahwa kembali ke Persib memberikan dorongan baru untuk mencapai tujuan bersama. “Tantangan ini menantikan, tapi saya percaya tim bisa menghadapinya dengan baik,” katanya. Ia juga menyoroti pentingnya persiapan sebelum menghadapi PSM Makassar dan Persijap Jepara, dengan harapan untuk memperkuat dominasi Persib di papan atas.

Tim Persib, yang sebelumnya mengantarkan gelar juara dua kali secara beruntun, kini berada di ambang pencapaian ketiga. Dedi menjadi bagian dari strategi tim yang dibangun oleh pelatih Bojan Hodak, yang menitikberatkan pada keseimbangan antara kekuatan bertahan dan serangan. Dengan kembalinya Dedi, skuad ini diharapkan bisa mengatasi kekuatan-kekuatan terberat di kompetisi, termasuk rival-rival kuat seperti PSM Makassar dan Persija Jakarta.

Di sisi lain, Dedi menyebutkan bahwa ia sudah mempersiapkan diri secara fisik dan mental sebelum kembali ke Persib. Setelah menghabiskan waktu di Bhayangkara, ia mengaku lebih paham tentang taktik tim dan peran yang harus dimainkan. “Saya selama ini fokus pada keberhasilan tim, jadi kembali ke Persib adalah langkah alami,” katanya. Ia juga menambahkan bahwa dukungan dari Bobotoh, penggemar setia Persib, menjadi motivasi utama untuk melangkah lebih jauh.

“Tapi kita belum aman, belum juara. Jadi saya berharap doa dan dukungan dari Bobotoh semua untuk dua pertandingan final ini,” papar gelandang berusia 34 tahun tersebut. Ia menegaskan bahwa kemenangan di pertandingan terakhir akan menjadi penentu kemenangan Persib dalam laga perebutan gelar.

Dedi Kusnandar tidak hanya berfokus pada performa pribadinya, tetapi juga pada keseimbangan tim secara keseluruhan. Ia yakin bahwa kembalinya dirinya ke Persib tidak hanya memperkuat kekuatan pemain, tetapi juga meningkatkan kepercayaan diri seluruh skuad. “Saya selalu berusaha memberikan kontribusi maksimal, tidak hanya untuk diri sendiri tetapi juga untuk tim,” katanya. Dalam beberapa bulan terakhir, ia telah beradaptasi dengan baik dengan atmosfer kompetisi yang lebih intens.

Selain berbicara tentang kemenangan melawan Persija, Dedi juga mengungkapkan bahwa keberhasilan Persib tergantung pada kekonsistenan dalam setiap pertandingan. Meski saat ini di puncak klasemen, ia menyadari bahwa persaingan