Pemprov DKI targetkan angka stuting turun jadi 15 persen

Pemprov DKI Jakarta Berupaya Menurunkan Angka Stunting Hingga 15 Persen

Pemprov DKI targetkan angka stuting turun – Jakarta, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menetapkan target untuk mengurangi persentase stunting hingga 15 persen. Salah satu langkah strategis yang diambil adalah melalui kegiatan sosialisasi kepada masyarakat, terutama dalam memahami pentingnya asupan gizi dan kesehatan mental bagi anak selama 1.000 hari pertama kehidupan (HPK). Upaya ini dilakukan dalam rangka memastikan tumbuh kembang anak yang optimal sejak dini.

Seminar daring Bicara tentang Nutrisi dan Kesehatan Mental Anak

Dalam seminar daring bertema “Isi Piringnya, Isi Hatinya, Kecukupan Gizi dan Kesehatan Mental untuk Tumbuh Kembang Anak yang Optimal”, Dody Taruna Dwiputra, Kepala Bidang Perlindungan Anak di Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (PPAPP) DKI Jakarta, menjelaskan bahwa 1.000 hari pertama kehidupan merupakan masa kritis yang perlu diperhatikan secara intensif. Seminar ini bertujuan memperkuat kesadaran masyarakat tentang peran kritis periode ini dalam membangun fondasi kesehatan anak.

“Pada masa tersebut, terjadi perkembangan otak, pertumbuhan fisik, pematangan sistem metabolisme tubuh, serta pembentukan sistem kekebalan yang sangat signifikan dan cepat,” tambah Dody.

Masa Emas dalam Perkembangan Manusia

Menurut Dody, 1.000 hari pertama kehidupan (HPK) mencakup rentang waktu dari awal kehamilan hingga usia 2 tahun. Periode ini dimulai sejak konsepsi, meliputi 270 hari masa kehamilan dan 730 hari setelah bayi dilahirkan. “HPK merupakan fase terpenting dalam seluruh siklus kehidupan manusia, karena pengaruhnya terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak sangat mendalam,” jelasnya.

Stunting, yang merupakan kondisi ketidakcukupan pertumbuhan pada anak, bisa terjadi karena berbagai faktor seperti kekurangan gizi, kurangnya stimulasi lingkungan, dan gangguan kesehatan mental. Dody menekankan bahwa jika periode ini tidak dimanfaatkan secara maksimal, risiko stunting akan meningkat, sehingga perlu diawasi dengan baik.

Optimalkan Peran Keluarga dalam Pengasuhan Anak

Dody juga menyoroti peran keluarga sebagai elemen utama dalam pembentukan tumbuh kembang anak. “Keluarga memiliki tanggung jawab utama dalam merawat, membimbing, serta melindungi anak dari tindakan kekerasan dan diskriminasi,” kata Dody. Hal ini menjadi bagian dari upaya pencegahan stunting, karena lingkungan keluarga sangat berpengaruh terhadap kesehatan dan perkembangan psikologis anak.

Untuk mencapai target penurunan angka stunting, Dody mengatakan bahwa keluarga harus memastikan anak mendapatkan asupan nutrisi yang cukup, pengasuhan yang baik, serta lingkungan yang mendukung. “Anak-anak butuh stimulasi yang sesuai dengan usia mereka, seperti interaksi sosial, permainan, dan kegiatan edukatif,” tambahnya.

Sosialisasi untuk Masyarakat Rentan Stunting

Sebagai bagian dari strategi ini, Pemprov DKI mengadakan sosialisasi yang melibatkan sejumlah pakar kesehatan. Kegiatan ini ditujukan khusus kepada sejumlah kelompok rentan, seperti remaja, calon pengantin, calon ibu, dan para ibu yang sedang menjalani proses kehamilan. “Keluarga dan ibu-ibu menjadi fokus utama karena peran mereka sangat krusial dalam memastikan kesehatan anak,” ujar Dody.