Special Plan: Staf Logistik Polri-Polres Jakbar gelar pasar murah di Cengkareng

Pasar Murah Sembako Dibuka Staf Logistik Polri dan Polres Jakarta Barat di Cengkareng

Special Plan – Cengkareng, Jakarta – Petugas logistik dari Polri serta Polres Metro Jakarta Barat mengadakan pasar murah untuk kebutuhan pokok di Lapangan Olahraga Cendrawasih, Minggu (28/6). Acara ini merupakan bagian dari rangkaian perayaan Hari ke-80 Bhayangkara, yang dirayakan secara nasional dengan berbagai kegiatan sosial. Kombes Pol Tunggul, Analis Kebijakan Madya Bidang Biro Pengkajian dan Strategi Slog Polri sekaligus Ketua Koordinator Pasar Rakyat Jakarta Barat, menjelaskan bahwa pasar murah ini menyediakan sejumlah barang pokok masyarakat dengan harga terjangkau.

Menurut Tunggul, pasar murah yang diadakan di Cengkareng menyajikan 5.000 kemasan beras premium berisi lima kilogram, 5.000 liter minyak goreng, dan 5.000 kilogram gula pasir. “Dengan harga terjangkau, masyarakat dapat memperoleh barang yang penting bagi kebutuhan sehari-hari,” katanya saat diwawancara di Jakarta, Senin. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini dilaksanakan secara serentak di lima lokasi strategis di Jakarta, termasuk Jakarta Pusat, Jakarta Barat, Jakarta Selatan, Kabupaten Bekasi, dan Kota Tangerang Selatan. Total barang yang disiapkan mencapai 75.000 paket, dengan tujuan memberikan manfaat maksimal bagi warga.

“Pasar murah ini diharapkan bisa menjadi solusi untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok, terutama di tengah situasi ekonomi yang masih memengaruhi akses bahan makanan,” ujar Tunggul. Ia menambahkan, kegiatan tersebut juga bertujuan memperkuat kehadiran Polri dalam memberikan layanan kepada publik, sejalan dengan semangat hari jadi ke-80 Bhayangkara.

Masyarakat sejak pagi hari memadati lokasi pasar murah di Cendrawasih, dengan antusiasme yang sangat tinggi. Ribuan warga dari berbagai wilayah di Jakarta Barat, termasuk Cengkareng, sekitar kawasan, dan sejumlah kecamatan lainnya, mengantre untuk mendapatkan barang-barang dengan harga lebih murah. Pasar murah ini menjadi sarana penting bagi warga yang sedang menghadapi kenaikan harga kebutuhan pokok akhir-akhir ini.

Dalam acara tersebut, setiap kemasan beras premium lima kilogram dijual dengan harga Rp50 ribu, sedangkan satu kilogram gula pasir dan satu liter minyak goreng masing-masing hanya Rp10 ribu. Harga tersebut jauh lebih rendah dibandingkan harga pasar umum, sehingga mendorong partisipasi luas dari warga. Tunggul mengatakan, pembagian bahan pokok ini dilakukan untuk menjangkau masyarakat yang kurang mampu, terutama di masa pandemi yang masih berdampak pada perekonomian.

Pasangan suami istri, ibu-ibu rumah tangga, serta pekerja yang berada di sekitar lokasi menjadi peserta utama pasar murah. Banyak dari mereka menyebutkan kepuasan atas akses barang yang mudah dan murah. “Ini sangat membantu, terutama bagi keluarga yang membutuhkan bahan pokok dengan anggaran terbatas,” kata salah satu peserta, Ibu Dian, 45 tahun, saat ditemui di lokasi. Ia menjelaskan bahwa acara ini menjadi alternatif utama untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, terlebih di tengah persaingan harga di pasar tradisional.

Keberagaman Aktivitas Menarik Perhatian Publik

Kegiatan pasar murah bukan hanya menawarkan barang pokok, tetapi juga dilengkapi berbagai fasilitas tambahan yang menarik minat warga. Selain bahan makanan, pasar murah tersebut menyediakan bazar produk UMKM Bhayangkari, yang menjadi platform untuk mendukung usaha kecil dan menengah. Berbagai makanan serta minuman gratis juga dibagikan kepada peserta, sebagai bentuk apresiasi dari Polri kepada masyarakat.

Area bermain anak menjadi daya tarik tersendiri bagi keluarga. Anak-anak dengan semangat tinggi berlarian di area khusus yang dilengkapi berbagai permainan. Sementara itu, panggung hiburan dan zona nonton bareng Piala Dunia menjadi penutup acara yang membuat suasana lebih meriah. Pemilihan tema Piala Dunia, kata Tunggul, dilakukan untuk menarik minat warga, terutama generasi muda, sehingga kegiatan tidak hanya bermanfaat secara ekonomi tetapi juga mampu membangun keakraban antara institusi keamanan dan masyarakat.

Tunggul menuturkan, pasar murah ini bertujuan menghadirkan keberadaan Polri secara lebih dekat ke warga. “Kami berharap dengan kegiatan ini, masyarakat merasa didukung dan merasa bahwa Polri tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga aktif dalam kegiatan sosial,” ujarnya. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi upaya meningkatkan kesadaran warga akan pentingnya menabung dan memanfaatkan kesempatan diskon yang diberikan oleh pemerintah.

Kebiasaan pasaran murah ini sebelumnya sudah dilaksanakan secara rutin, tetapi dalam rangka HUT ke-80 Bhayangkara, skala dan jumlah barang yang disediakan meningkat. Kombes Pol Tunggul menjelaskan, persiapan acara membutuhkan kerja sama antara staf logistik Polri dengan Polres Metro Jakarta Barat, serta dukungan dari sejumlah pihak lain. “Setiap paket sembako diproses secara sistematis, agar tidak ada kekacauan dan semua peserta dapat terlayani secara adil,” tambahnya.

Pasar murah di Cengkareng disambut sambutan positif oleh masyarakat. Banyak warga menyatakan bahwa kegiatan ini memberikan manfaat signifikan, terutama bagi mereka yang sedang mengalami kesulitan ekonomi. “Saya sudah mengantre sejak pukul 06.00 pagi, karena takut ketinggalan antrian,” ujar Ibu Rina, seorang ibu rumah tangga yang mengikuti kegiatan. Ia menyebutkan, pasar murah ini menjadi pilihan utama karena lebih murah dan jauh lebih praktis dibandingkan membeli secara langsung di pasar.

Pemilihan lokasi di Lapangan Cendrawasih didasarkan pada aksesibilitas dan kapasitas ruang. Tunggul menjelaskan, area tersebut cukup luas untuk menampung ribuan peserta sekaligus menyediakan ruang untuk kegiatan lain, seperti bazar UMKM dan panggung hiburan. “Kami juga mempertimbangkan faktor keamanan selama kegiatan berlangsung,” kata Tunggul. Petugas keamanan dan pengawasan terus dijaga untuk memastikan proses pembelian berjalan lancar tanpa hambatan.

Dalam rangkaian kegiatan perayaan HUT ke-80 Bhayangkara, pasar murah di Cengkareng menjadi salah satu langkah konkrit dalam menjaga stabilitas ekonomi masyarakat. Tunggul menambahkan, selain bahan makanan, pihaknya juga berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran warga akan pentingnya berpartisipasi dalam program pemerintah untuk kebutuhan pokok. “Kami ingin menjadi bagian dari solusi bagi masyarakat, tidak hanya sebagai penjaga keamanan,” ujarnya.

Kegiatan pasar murah yang berlangsung di Cengkareng menjadi contoh keberhasilan kolaborasi antara institusi keamanan dan masyarakat. Dengan menghadirkan barang pokok secara gratis atau diskon signifikan, Polri menunjukkan komitmen untuk