Latest Program: PS5 dan Xbox Series X/S berpotensi langka jelang peluncuran GTA VI
PS5 dan Xbox Series X/S berpotensi langka jelang peluncuran GTA VI
Latest Program – Jakarta – Peritel permainan video mengkhawatirkan kemungkinan kelangkaan konsol PlayStation 5 dan Xbox Series X/S menjelang peluncuran ‘Grand Theft Auto VI’ (GTA VI) pada November 2026. Menurut laporan dari situs berita IGN dan The Game Business, Jumat (26/6) waktu setempat, antusiasme yang tinggi terhadap peluncuran GTA VI diperkirakan akan menyebabkan peningkatan tajam permintaan terhadap kedua konsol tersebut menjelang musim liburan akhir tahun. Rencana peluncuran GTA VI yang eksklusif untuk PlayStation 5 dan Xbox Series X/S memicu kecemasan di kalangan konsumen yang belum memiliki perangkat tersebut.
Kelangkaan Konsol dan Perubahan Pasar
GTA VI yang akan diluncurkan secara eksklusif untuk PlayStation 5 dan Xbox Series X/S berarti pemain yang belum memiliki konsol generasi terbaru harus membelinya untuk dapat memainkan game terbaru Rockstar Games ini. Kebutuhan mendadak ini menimbulkan kekhawatiran bahwa pasokan konsol mungkin tidak bisa memenuhi permintaan yang meningkat. Seorang sumber dari peritel besar yang tidak menyebutkan nama mengungkapkan bahwa masalah kelangkaan komponen perangkat keras yang masih berlangsung akan memengaruhi kapasitas produksi dan harga konsol.
“Kami telah diberi tahu bahwa karena masalah ketersediaan komponen perangkat keras yang masih berlangsung, kami tidak akan mendapatkan jumlah unit yang diinginkan menjelang peluncuran GTA,” kata sumber tersebut.
Kondisi ini diperparah oleh fakta bahwa musim liburan akhir tahun merupakan periode belanja paling sibuk. Peritel mengkhawatirkan bahwa peningkatan permintaan akan menyebabkan kelangkaan konsol di pasar, yang berpotensi memicu praktik scalper atau spekulan untuk memborong produk dan menjualnya kembali dengan harga yang lebih tinggi. Scalper sering memanfaatkan situasi langka ini untuk mendapatkan keuntungan tambahan, terutama di tengah antusiasme tinggi terhadap game baru.
Kenaikan Harga Konsol dan Strategi Perusahaan
Kenaikan harga konsol terjadi sepanjang tahun ini, dengan Sony dan Microsoft kini berupaya menyesuaikan harga produk mereka. Microsoft telah mengumumkan kenaikan harga terbaru untuk Xbox Series X/S, mulai 1 Agustus 2026. Model Xbox Series S 512GB yang sebelumnya dijual dengan harga 399 dolar AS atau sekitar Rp7,1 juta kini naik menjadi 499 dolar AS atau sekitar Rp8,9 juta. Sementara Xbox Series S 1TB yang awalnya dibanderol 449 dolar AS atau Rp8,9 juta, kini meningkat menjadi 599 dolar AS atau sekitar Rp10,7 juta.
Untuk Xbox Series X, model Digital 1TB yang sebelumnya dijual 599 dolar AS atau Rp10,7 juta, kini naik ke 750 dolar AS atau Rp13,4 juta. Varian Xbox Series X 1TB disc yang sebelumnya dibanderol 649 dolar AS atau Rp11,6 juta, kini menjadi 800 dolar AS atau sekitar Rp14,3 juta. Di sisi lain, Sony menjual PlayStation 5 versi standar seharga 649,99 dolar AS atau Rp11,6 juta, sementara PlayStation 5 Digital Edition dijual 599,99 dolar AS atau Rp10,7 juta. PlayStation 5 Pro yang baru diluncurkan dibanderol 899,99 dolar AS atau sekitar Rp16 juta.
Sementara itu, sumber dari peritel besar mengungkapkan bahwa Sony juga diperkirakan akan melakukan penyesuaian harga PS5 sebelum akhir tahun, meskipun perusahaan belum mengumumkan rencana resmi. Kenaikan harga ini tidak hanya mencerminkan permintaan yang meningkat, tetapi juga biaya produksi yang semakin tinggi akibat keterbatasan pasokan komponen. Peritel menyebutkan bahwa masalah kelangkaan bahan baku, seperti chip dan panel layar, telah memengaruhi proses manufaktur sejak beberapa bulan terakhir.
Pengaruh GTA VI terhadap Pasar Konsol
GTA VI diharapkan menjadi salah satu game terbesar tahun ini, sehingga peluncurannya pada November 2026 bisa menjadi pemicu permintaan besar. Permainan ini sudah lama dinanti-nantikan oleh penggemar Rockstar Games, dan eksklusivitasnya untuk PS5 dan Xbox Series X/S memastikan bahwa pemain yang ingin memainkannya harus membeli konsol terbaru. Kondisi ini mungkin memperkuat posisi konsol-konsol tersebut di pasar, terutama jika tidak ada kompetitor yang menawarkan versi eksklusif untuk GTA VI.
Pasokan konsol yang terbatas juga memicu perubahan pola belanja. Banyak konsumen memilih membeli konsol sebelum peluncuran GTA VI, dengan harapan bisa segera memainkannya saat rilis. Namun, peritel menilai bahwa keputusan ini bisa menimbulkan persaingan harga yang ketat, terutama di tengah kekhawatiran kelangkaan unit. Scalper, yang biasanya membeli produk secara massal, bisa memperparah situasi ini dengan mempercepat penjualan di luar distribusi resmi.
Masalah pasokan komponen juga memengaruhi ketahanan produksi konsol. Sejumlah peritel mengungkapkan bahwa produksi yang terbatas menyebabkan stok konsol sering kali habis dalam waktu singkat, terutama di
