Topics Covered: Sabelenka, Pegula, Gauff, hingga Osaka menuju babak ketiga Wimbledon

Sabelenka, Pegula, Gauff, hingga Osaka Menuju Babak Ketiga Wimbledon

Topics Covered – Di babak kedua Wimbledon, beberapa bintang tenis dunia berhasil melangkah ke putaran ketiga, menunjukkan kekuatan dan ketangguhan mereka di turnamen yang digelar di pusat lapangan rumput. Di antara mereka adalah Aryna Sabalenka, petenis nomor satu dunia yang memperlihatkan kemampuannya dalam mengatasi tantangan. Sabalenka, yang kembali ke Wimbledon setelah absen beberapa bulan, harus berjuang keras untuk mempertahankan posisinya di babak utama. Dalam pertandingan melawan McCartney Kessler, ia mengalami kesulitan di awal, namun mampu bangkit dari ketertinggalan 5-2 di set kedua. Di set penentu, Sabalenka menyelamatkan empat set point sebelum akhirnya menaklukkan lawannya dengan skor 6-1, 7-6(9).

“Level permainan yang luar biasa di set kedua darinya. Dia benar-benar menguji saya hari ini, dan saya sangat senang bisa melewati ujian itu,” kata Sabalenka, dikutip dari WTA, Kamis.

Dalam pertandingan yang berlangsung selama lebih dari satu jam, Sabalenka menunjukkan keuletan dan konsentrasi tinggi. Ia akan menghadapi Jelena Ostapenko, mantan juara Roland Garros, di babak ketiga. Ostapenko, yang tampil tanpa cela dalam pertandingan melawan Antonia Ruzic, mencapai kemenangan 6-2, 6-0 dalam waktu 66 menit. Penampilan Ostapenko menunjukkan dominasi berkelanjutan di lapangan, sekaligus menambah tantangan bagi Sabalenka.

Pegula: Membangun Kembali Kepercayaan Diri

Di sisi lain, Jessica Pegula, unggulan keempat, menghadapi tantangan berbeda. Dalam pertandingan melawan Sara Sorribes Tormo, Pegula mengalami kesulitan di set pertama setelah tertinggal 6-2 di tiebreak. Namun, ia berhasil bangkit dan menyelamatkan empat set point untuk merebut set pertama. Di set kedua, Pegula menunjukkan permainan yang lebih stabil, memenangkan enam gim terakhir dan memperoleh kemenangan 7-6(6), 6-1 dalam waktu 1 jam 29 menit.

“Pertandingan berlangsung sengit. Saya merasa kami berdua melakukan pengembalian bola dengan sangat baik,” kata Pegula. “Kemudian jujur saja, sedikit keberuntungan di akhir untuk lolos dari set pertama. Dan kemudian, ya, saya mampu bermain jauh lebih baik di set kedua.”

Kemenangan ini menjadi pencapaian penting bagi Pegula, yang sebelumnya sempat mengalami penurunan performa di beberapa turnamen. Meski Sorribes Tormo memberikan perlawanan sengit sepanjang pertandingan, Pegula mampu mengubah keadaan dan memperkuat catatannya menjadi 2-0 melawan lawan tersebut dalam babak utama tur WTA. Ini juga menjadi perjalanan pertama Pegula ke babak ketiga Wimbledon sejak 2023, ketika ia mencapai perempat final.

GAUFF: Pertarungan Kompetitif dengan Sierra

Coco Gauff, unggulan ketujuh, menghadapi pertandingan tiga set yang sangat menegangkan melawan Solana Sierra. Pertemuan ketiga mereka di Wimbledon berlangsung sengit, dengan Gauff harus memperbaiki performa setelah tertinggal 5-3 di set penentu. Dalam tiebreak set pertama, ia sempat defisit 7-4 sebelum akhirnya mencetak enam poin beruntun untuk lolos dengan skor 6-3, 3-6, 7-6(7) dalam durasi 2 jam 8 menit.

Sebagai juara Grand Slam dua kali, Gauff menunjukkan kemampuan adaptasi yang baik di lapangan rumput. Dalam wawancara setelah pertandingan, ia menyampaikan refleksi mengenai perjuangannya. “Saya hanya mengingatkan diri sendiri, dan pelatih saya selalu mengatakan kepada saya, ‘Ingat siapa dirimu’,” ujarnya.

Perjalanan Gauff ke babak ketiga ini menegaskan kekuatannya dalam menghadapi tekanan. Meski harus bertahan dalam pertandingan yang panjang, ia tetap mampu mempertahankan fokus dan mengubah keadaan di set ketiga. Pertandingan ini juga menjadi penampilan pertama mereka di Wimbledon, menghadirkan momentum baru dalam permainan.

Osaka: Kemenangan Nyaman dengan Gasanova

Dari segi kemenangan yang lebih mudah, Naomi Osaka, pemilik empat gelar Grand Slam dan ikon fesyen tenis, menunjukkan dominasi berkelanjutan. Osaka, yang kembali ke Wimbledon setelah vakum sejenak, meraih kemenangan dua set tanpa penantangan berarti atas Anastasia Gasanova, petenis kualifikasi peringkat 225. Dalam set pertama, Osaka langsung memperlihatkan keunggulan, hanya kehilangan dua poin sebelum memperoleh skor 6-3.

Di set kedua, Osaka mencetak break point yang tak terpecahkan, memastikan kemenangan 6-3, 6-2 dalam waktu 1 jam 7 menit. Ini adalah pertama kalinya dalam sejarah Osaka di babak utama Wimbledon, di mana ia tidak menghadapi satu pun break point. Kemenangan ini menjadi salah satu yang paling mudah dalam karier tenisnya, menegaskan kepercayaannya dalam menghadapi lawan di lapangan rumput.

“Entah kenapa, saya merasa jauh lebih gugup daripada di babak pertama. Itu agak aneh. Saya rasa, tentu saja saya memiliki tujuan yang ingin saya capai di turnamen ini. Hanya saja, bermain melawan seseorang yang belum pernah saya lawan sebelumnya, itu adalah sesuatu yang baru,” ujar Osaka.

Osaka, meski memperoleh kemenangan yang nyaman, masih belum mampu mencapai babak keempat Wimbledon. Ini menjadi satu-satunya Grand Slam yang belum pernah ia lewati hingga putaran empat. Untuk mencapai tahap itu, Osaka harus menghadapi Daria Kasatkina, yang sebelumnya mengalahkan petenis Indonesia Janice Tjen dalam pertandingan tiga set. Kasatkina, yang memiliki rekor unggulan melawan Tjen, memberikan perlawanan sengit di set pertama dan kedua sebelum akhirnya kalah.

Kemenangan Osaka atas Kasatkina menjadi kemenangan beruntun untuknya di babak kedua, sekaligus memperkuat posisi di turnamen. Meski performa di lapangan rumput tidak selalu konsisten, Osaka tetap menunjukkan kemampuan mental dan teknik yang memadai. Kini, ia akan menghadapi tantangan baru di babak ketiga, dengan harapan mengulangi kesuksesan di putaran sebelumnya.

Seluruh permainan di Wimbledon pada hari ini menggarisbawahi keberagaman strategi dan ketahanan mental para petenis. Sabalenka, Pegula, Gauff, dan Osaka masing-masing menunjukkan sisi berbeda dari kemampuan mereka, baik dalam mengatasi ketertinggalan maupun mempertahankan dominasi. Pertandingan-pertandingan ini tidak hanya menjadi bagian dari kompetisi yang sengit, tetapi juga menciptakan momen-momen bersejarah bagi para pemain yang terlibat. Dengan eksistensi mereka di babak ketiga, harapan untuk merebut gelar memang belum hilang, dan setiap langkah ke depan menjadi penantian bagi penggemar tenis di seluruh dunia.