KDKMP minta Agrinas lengkapi stok barang di seluruh gerai koperasi
KDKMP Beri Instruksi Kepada Agrinas untuk Perbaiki Ketersediaan Stok di Semua Gerai Koperasi
Inspeksi di Desa Wates, Kota Magelang, Jawa Tengah, Jadi Momentum Penguatan Jaringan Distribusi
KDKMP minta Agrinas lengkapi stok barang – Sejumlah langkah strategis diambil oleh Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dalam upaya meningkatkan ketersediaan barang kebutuhan pokok bagi masyarakat. Inspektur Jenderal TNI Laksamana Madya TNI Hersan, yang memimpin inspeksi di KDKMP Desa Wates, Kota Magelang, Jawa Tengah, pada hari Kamis, 11 Juni, meminta PT Agrinas Pangan Nusantara memastikan stok barang di seluruh gerai KDKMP tetap terpenuhi. Dalam kunjungan tersebut, Hersan menekankan pentingnya keterlibatan perusahaan pangan lokal dalam menjaga rantai pasok yang stabil, khususnya di tengah tekanan inflasi yang terus menggerogoti daya beli masyarakat.
Menurut informasi yang diperoleh, sejumlah wajah karyawan KDKMP serta tokoh masyarakat hadir untuk mendampingi inspeksi tersebut. Hersan menilai bahwa ketersediaan barang di seluruh cabang KDKMP perlu ditingkatkan, terutama untuk menjaga keterjangkauan harga dan kepuasan konsumen. “Kami meminta Agrinas segera melakukan evaluasi terhadap distribusi bahan pokok ke seluruh gerai, agar tidak ada kekurangan yang berdampak pada kebutuhan masyarakat,” jelas Hersan dalam wawancara singkatnya. Tugas utama KDKMP, menurutnya, adalah menjadi mitra strategis pemerintah dalam distribusi barang yang merata, terutama di daerah-daerah yang terpencil.
Agrinas Pangan Nusantara, yang tercatat sebagai salah satu mitra KDKMP, memiliki peran penting dalam menyalurkan bahan pangan ke masyarakat. Perusahaan ini telah beroperasi selama bertahun-tahun dengan fokus pada ketersediaan produk yang beragam, termasuk beras, minyak goreng, dan bahan-bahan kebutuhan sehari-hari. Namun, Hersan mengingatkan bahwa perusahaan perlu meningkatkan kinerja distribusi, khususnya dalam mengatasi hambatan yang muncul akibat kenaikan harga bahan baku dan permintaan yang meningkat. “Agrinas harus menjadi contoh dalam menjaga kualitas dan kuantitas stok, agar masyarakat tidak merasa kesulitan dalam memperoleh barang,” tambahnya.
Inspeksi di Desa Wates ini juga menjadi momentum untuk mengidentifikasi kelemahan dalam sistem distribusi. Dalam pemeriksaan, Hersan menyebutkan bahwa ada beberapa cabang KDKMP yang masih mengalami kekurangan stok, terutama di sektor bahan makanan yang sering diakses oleh warga. “Ini menjadi indikasi bahwa kita perlu melakukan evaluasi lebih mendalam, baik dari sisi logistik maupun manajemen,” ujarnya. Hersan menekankan bahwa seluruh gerai KDKMP harus menjadi pusat distribusi yang andal, terutama dalam memenuhi kebutuhan masyarakat saat musim kemarau atau krisis ekonomi terjadi.
KDKMP Desa Wates, yang berada di Kota Magelang, telah menjadi model bagi koperasi lainnya di Jawa Tengah. Namun, sesuai instruksi dari Hersan, perusahaan mitra seperti Agrinas perlu melakukan penyesuaian strategi distribusi untuk memastikan setiap cabang KDKMP memiliki stok barang yang memadai. Hal ini diperlukan agar masyarakat tidak merasa terganggu akibat kelangkaan produk, terutama di tengah pandemi yang masih memengaruhi aktivitas ekonomi. “Kami berharap Agrinas dapat menjadi mitra yang lebih responsif, dengan memperkuat koordinasi antar cabang,” lanjut Hersan.
Dalam pertemuan tersebut, pihak KDKMP juga mengungkapkan rencana peningkatan kapasitas distribusi melalui pengembangan jaringan gerai. Menurut rencana, beberapa lokasi baru akan ditambahkan di wilayah kabupaten yang membutuhkan perhatian lebih. “Ini adalah langkah untuk menjangkau lebih banyak masyarakat, terutama yang berada di daerah pedesaan,” kata salah satu perwakilan KDKMP. Hersan menyetujui rencana ini, menilai bahwa peningkatan jaringan gerai dapat menjadi solusi untuk memperkuat ketahanan pangan di tingkat masyarakat.
Pada kesempatan yang sama, Hersan juga menyoroti pentingnya keberlanjutan koperasi dalam menjaga kesejahteraan masyarakat. “KDKMP harus tetap menjadi jembatan antara produsen dan konsumen, agar harga barang tidak terlalu tinggi dan masyarakat tidak terbebani,” katanya. Hersan meminta Agrinas memperhatikan kebutuhan masyarakat sekitar, termasuk menyesuaikan produk yang disalurkan dengan permintaan lokal. Tantangan utama, menurutnya, adalah mengatasi hambatan logistik yang sering terjadi karena keterbatasan infrastruktur.
Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) telah berupaya keras dalam menjaga keberlanjutan sistem distribusi. Sejumlah langkah seperti peningkatan kapasitas gudang, pengurangan biaya operasional, dan penguatan hubungan dengan produsen lokal telah dilakukan. Namun, Hersan menilai bahwa perusahaan mitra seperti Agrinas perlu lebih proaktif dalam menjamin ketersediaan barang di semua titik distribusi. “Kami meminta Agrinas untuk mengevaluasi ulang rantai pasok, agar tidak ada titik lemah yang mengganggu fungsi KDKMP sebagai penyalur barang bantuan,” katanya.
Sebagai mitra KDKMP, Agrinas memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga ketersediaan stok barang. Perusahaan ini telah menyalurkan berbagai produk ke seluruh cabang KDKMP, tetapi Hersan mengingatkan bahwa kebutuhan masyarakat harus selalu menjadi prioritas utama. “Selain menyelesaikan stok yang kurang, Agrinas juga perlu memperbaiki sistem pengiriman agar lebih cepat dan efisien,” jelasnya. Ia menambahkan bahwa jika kekurangan stok terus terjadi, maka masyarakat bisa mengalami kesulitan dalam memperoleh barang yang dibutuhkan, terutama saat musim tertentu.
Inspeksi di Desa Wates ini merupakan salah satu dari rangkaian kegiatan KDKMP
