Anggota DPR apresiasi upaya Kemendikdasmen pulihkan pendidikan di NTT
Daftar Isi
Pemulihan Pendidikan Pascagempa di NTT Terus Didorong
Programamal.com – Layanan pendidikan di Nusa Tenggara Timur masih menjadi perhatian besar setelah gempa memengaruhi ribuan satuan pendidikan di sejumlah wilayah. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus menjalankan langkah pemulihan agar kegiatan belajar anak-anak tetap berlangsung, meski banyak sekolah harus memakai sarana sementara dan pola pembelajaran darurat.
Upaya tersebut mendapat apresiasi dari Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Kurniasih Mufidayati. Ia menekankan bahwa keberlangsungan belajar tidak boleh terhenti hanya karena kondisi pascagempa menimbulkan keterbatasan pada fasilitas pendidikan.
“Saya mengapresiasi langkah Kemendikdasmen yang terus menjaga agar pendidikan tetap berjalan di tengah situasi pascagempa. Anak-anak harus tetap memiliki kesempatan untuk belajar,” ujar Kurniasih.
Ribuan Sekolah dan Ratusan Ribu Warga Pendidikan Terdampak
Hingga 10 September 2026, Kemendikdasmen mencatat 2.447 satuan pendidikan di tujuh kabupaten terkena dampak gempa. Dampak itu menyentuh 287.864 peserta didik serta 32.585 guru dan tenaga kependidikan. Angka tersebut memperlihatkan bahwa pemulihan pendidikan tidak hanya berkaitan dengan bangunan sekolah, tetapi juga dengan kebutuhan belajar murid, keberlanjutan kerja tenaga pendidik, dan kondisi komunitas sekolah secara keseluruhan.
Dari total sekolah terdampak, 487 satuan pendidikan telah dapat kembali menggelar pembelajaran tatap muka secara normal. Namun, 1.960 satuan pendidikan lainnya masih menggunakan berbagai bentuk pembelajaran darurat. Kegiatan belajar dijalankan di tenda, ruang terbuka, maupun ruang kelas sementara sesuai kondisi yang tersedia di masing-masing lokasi.
Pembelajaran darurat menjadi jalan penting agar anak-anak tetap memiliki rutinitas belajar di tengah masa pemulihan. Kehadiran ruang belajar, walaupun belum sepenuhnya ideal, membantu menjaga kesinambungan pendidikan ketika sekolah menghadapi perubahan besar akibat bencana. Dalam situasi seperti ini, keberadaan guru dan tenaga kependidikan juga sangat menentukan karena mereka tetap mendampingi peserta didik dalam kondisi yang tidak biasa.
Kebutuhan Dukungan Psikososial
Pemulihan tidak berhenti pada penyediaan tempat belajar. Kemendikdasmen juga mengidentifikasi kebutuhan pendampingan psikososial bagi 857 satuan pendidikan yang mencakup 101.888 peserta didik. Dukungan tersebut telah dijalankan di 75 sekolah dengan melibatkan berbagai mitra.
Kebutuhan psikososial menjadi bagian penting dari respons pendidikan pascabencana karena pengalaman gempa dapat memengaruhi rasa aman, kenyamanan, dan kesiapan anak untuk kembali mengikuti pembelajaran. Lingkungan sekolah yang mendukung dapat membantu peserta didik menjalani masa transisi, terutama ketika kegiatan belajar harus dipindahkan ke tenda, ruang terbuka, atau kelas sementara.
Kurniasih menilai pendampingan semacam ini perlu diteruskan dan tidak berakhir saat masa tanggap darurat selesai. Perhatian jangka panjang diperlukan agar pemulihan pendidikan tidak hanya diukur dari dimulainya kembali kegiatan tatap muka, melainkan juga dari kemampuan peserta didik dan warga sekolah untuk menjalani proses belajar dengan lebih baik.
Menjaga Hak Anak untuk Tetap Belajar
Data pemulihan di NTT menunjukkan besarnya pekerjaan yang masih perlu dilakukan. Sebagian sekolah sudah kembali ke pembelajaran normal, tetapi mayoritas satuan pendidikan terdampak masih menjalankan kegiatan belajar dengan pengaturan darurat. Kondisi ini menempatkan keberlanjutan layanan pendidikan sebagai kebutuhan yang harus dijaga selama proses pemulihan berlangsung.
Bagi anak-anak, sekolah bukan hanya tempat menerima pelajaran. Sekolah juga menjadi ruang untuk mempertahankan kebiasaan belajar, bertemu guru dan teman, serta melanjutkan perkembangan pendidikan di tengah keadaan yang berubah. Karena itu, penyelenggaraan pembelajaran dalam bentuk apa pun tetap memiliki arti penting ketika fasilitas reguler belum sepenuhnya dapat digunakan.
Langkah Kemendikdasmen untuk menjaga kegiatan belajar dan menjalankan dukungan psikososial memperlihatkan dua kebutuhan yang berjalan beriringan: pendidikan harus tetap tersedia, sementara kondisi emosional peserta didik juga perlu diperhatikan. Pemulihan yang berkelanjutan akan membantu sekolah-sekolah terdampak bergerak dari pembelajaran sementara menuju kondisi yang lebih stabil.
Perhatian terhadap 287.864 peserta didik, 32.585 guru dan tenaga kependidikan, serta ribuan satuan pendidikan terdampak menjadi pengingat bahwa pemulihan pascagempa memerlukan kesinambungan. Selama masih banyak sekolah memakai moda darurat, kebutuhan anak untuk belajar dengan aman dan mendapat pendampingan tetap menjadi bagian utama dari agenda pemulihan pendidikan di NTT.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Anggota DPR apresiasi upaya Kemendikdasmen pulihkan?
Anggota DPR apresiasi upaya Kemendikdasmen pulihkan is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Anggota DPR apresiasi upaya Kemendikdasmen pulihkan matter?
Anggota DPR apresiasi upaya Kemendikdasmen pulihkan matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.