New Policy: Arief Rosyid dorong pembuatan film perjuangan Syekh Yusuf Al-Makassari

Arief Rosyid dorong pembuatan film perjuangan Syekh Yusuf Al-Makassari

Proposal untuk memperkenalkan nilai-nilai sejarah kepada generasi muda

New Policy – Dalam upaya mengenang peran penting tokoh sejarah, Arief Rosyid Hassan, ketua Angkatan Muda Syekh Yusuf Al-Makassari (AMSY), menawarkan ide kreatif berupa produksi film layar lebar yang mengisahkan perjuangan Syekh Yusuf Al-Makassari. Langkah ini dianggap penting sebagai cara memperkuat pemahaman masyarakat, terutama kalangan muda, terhadap nilai-nilai spiritual dan sosial yang diwariskan oleh tokoh besar itu. “Kini, kita memasuki peringatan 400 tahun Syekh Yusuf Al-Makassari, yang menjadi kesempatan untuk tidak hanya menghiasi acara seremonial, tetapi juga memicu refleksi mendalam tentang pengaruhnya dalam kehidupan masa kini,” jelasnya dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Rabu.

“Dengan menghadirkan kisah perjuangan Syekh Yusuf ke layar lebar, kita dapat menginspirasi generasi muda agar tetap terhubung dengan nilai-nilai yang diwariskan oleh beliau,” ujar Arief.

Dalam konteks kini, Arief menekankan bahwa film bukan sekadar alat hiburan, tetapi juga bentuk pengajaran yang efektif. Ia berargumen bahwa pemuda saat ini menghadapi berbagai tantangan, seperti krisis identitas, polarisasi sosial, dan peluruhan nilai-nilai kebhinekaan. Melalui cerita yang disampaikan melalui film, ia berharap pesan tentang kesadaran akan Tuhan, keadilan, dan komitmen kemanusiaan dapat diterima secara lebih luas oleh generasi muda. “Film ini dirancang agar mampu menjembatani generasi sekarang dengan sejarah yang terlupakan, sekaligus memberikan semangat baru untuk memperkuat identitas nasional,” tambahnya.

Syekh Yusuf Al-Makassari, menurut Arief, bukan hanya seorang ulama yang berpengaruh, tetapi juga figur yang menggabungkan spiritualitas dengan kegiatan sosial dan politik. Ia dianggap berhasil menunjukkan bahwa keimanan kepada Tuhan tidak membatasi seseorang dari berkontribusi dalam dunia nyata, justru memperkuat semangat untuk berperan dalam mengubah kondisi yang tidak adil. “Kehadirannya menginspirasi banyak orang, termasuk di wilayah Banten, Makassar, hingga Afrika Selatan, karena mengedepankan prinsip universal seperti toleransi, persatuan, dan keadilan,” kata Arief.

Menurut Arief, sosok Syekh Yusuf memiliki peran penting dalam menyatukan berbagai latar belakang kehidupan. Ia bukan hanya tokoh yang menjadi panutan dalam dunia spiritual, tetapi juga simbol perlawanan terhadap ketidakadilan, yang masih relevan dalam kehidupan sehari-hari. “Perjuangannya menunjukkan bahwa agama bisa menjadi alat untuk menegakkan keadilan, bukan sekadar alat pemisah antarumat beragama,” jelasnya. Ia menambahkan bahwa nilai-nilai yang diwariskan Syekh Yusuf tidak hanya menjadi warisan bagi Indonesia, tetapi juga memiliki dampak global, terutama dalam menghadapi tantangan keadilan di berbagai belahan dunia.

“Keteguhan iman, keberanian menghadapi ketidakadilan, dan perhatian terhadap kemanusiaan adalah aset luhur yang perlu diperkuat dalam kehidupan masyarakat modern,” ucap Arief. “Melalui film, nilai-nilai tersebut dapat dihidupkan kembali dengan cara yang menarik dan relevan untuk generasi muda.”

Arief Rosyid juga menyoroti pentingnya media visual dalam menyampaikan pesan yang mendalam. Ia mengatakan bahwa film mampu membangun kesadaran kolektif dan memicu perubahan sikap terhadap isu-isu yang masih relevan. “Masyarakat masa kini sering kali lebih terbiasa dengan kisah yang diceritakan melalui gambar dan suara, sehingga film menjadi sarana yang tepat untuk membangkitkan rasa kebanggaan dan tanggung jawab sosial,” jelasnya.

Menurut Arief, nilai-nilai Syekh Yusuf dapat menjadi fondasi untuk memperkuat identitas nasional. Dalam era yang serba cepat dan global, ia menilai bahwa film bisa menjadi alat untuk menjaga keutuhan bangsa. “Film ini juga diharapkan menjadi bentuk pengingat tentang bagaimana seorang tokoh bisa membangun peradaban dengan memadukan agama dan aktivisme,” lanjut Arief. Ia menambahkan bahwa melalui film, pesan tentang keadilan, kebersamaan, dan keberagaman dapat disampaikan secara menyentuh, tanpa mengabaikan konteks zaman sekarang.

Dalam usahanya mengembangkan ide ini, Arief Rosyid menyebut bahwa film harus dirancang dengan pendekatan modern yang menarik, tetapi tetap menjaga keakuratan sejarah. “Kita perlu menggabungkan estetika film kontemporer dengan narasi yang menginspirasi, agar generasi muda tidak hanya menonton, tetapi juga tergerak untuk menjadikan nilai-nilai tersebut bagian dari kehidupan mereka sehari-hari,” ujarnya. Ia menekankan bahwa proses produksi film ini perlu melibatkan berbagai pihak, termasuk akademisi, seniman, dan pemuda, untuk memastikan bahwa kisah Syekh Yusuf tetap relevan dan mendalam.

Menurut Arief, dalam perjalanan sejarah Indonesia, Syekh Yusuf Al-Makassari adalah salah satu tokoh yang menunjukkan bagaimana agama bisa menjadi penyejuk dalam kehidupan yang penuh ketidakadilan. “Dengan kisahnya, kita dapat memahami bahwa spiritualitas tidak selalu bersifat pasif, tetapi juga aktif dalam membentuk masyarakat yang lebih baik,” tambahnya. Ia menilai bahwa film ini bisa menjadi katalis untuk membangun kesadaran akan pentingnya nilai-nilai universal dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam masyarakat yang semakin terpecah oleh berbagai isu.

Dalam pandangan Arief, perjuangan Syekh Yusuf adalah contoh nyata bahwa agama bisa menjadi kekuatan yang mendorong perubahan sosial. “Ia menunjukkan bahwa iman bisa menjadi motivasi untuk menghadapi tantangan besar, bukan hanya sebagai jalan untuk menenangkan hati,” jelasnya. Ia berharap film ini akan menjadi inspirasi bagi generasi muda agar tetap memahami sejarah bangsa, sekaligus mendorong mereka untuk terlibat dalam perjuangan membangun keadilan bersama.

Sebagai kesimpulan, Arief Rosyid berkeyakinan bahwa film tentang Syekh Yusuf Al-Makassari akan menjadi alat penting dalam memperkuat identitas nasional di tengah polarisasi sosial yang semakin tajam. “Kita perlu memastikan bahwa nilai-nilai keagamaan dan kemanusiaan yang diwariskan oleh Syekh Yusuf tidak hanya menjadi kenangan masa lalu, tetapi juga menjadi pegangan untuk kehidupan masa depan,” pungkasnya. Dengan demikian, ia berharap film ini bisa menjadi jembatan antara generasi lama dan generasi muda, sehingga warisan sejarah terus hidup dan berdampak pada masa kini.