Solving Problems: Laba bersih OCBC pada kuartal I 2026 capai Rp1,36 T, tumbuh 5 persen
Laba Bersih OCBC Pada Kuartal I 2026 Capai Rp1,36 Triliun, Tumbuh 5 Persen
Solving Problems – Jakarta, Rabu – PT Bank OCBC NISP Tbk (OCBC) mencatatkan laba bersih sebesar Rp1,36 triliun dalam tiga bulan pertama tahun 2026. Angka ini naik 5 persen dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya, didorong oleh peningkatan pendapatan operasional sebesar 6 persen secara tahunan. Presiden Direktur OCBC, Parwati Surjaudaja, dalam pernyataannya di Jakarta, menyatakan bahwa perusahaan tetap melihat peluang pertumbuhan yang stabil di awal tahun ini, baik dari segi pemberdayaan maupun penghimpunan dana. Ia menegaskan bahwa kinerja yang baik berkat komitmen terhadap kebutuhan nasabah serta stabilitas perekonomian.
Pertumbuhan Operasional dan Kinerja Kredit
Menurut Parwati, pertumbuhan kredit OCBC terus memperlihatkan keberlanjutan dengan mencapai Rp171,0 triliun pada kuartal I 2026. Kualitas aset tetap terjaga, menunjukkan efektivitas manajemen risiko dan kepercayaan nasabah terhadap layanan perbankan. Rasio kredit bermasalah bruto (NPL gross) tercatat pada tingkat 2,1 persen, sementara loan at risk (LaR) menurun menjadi 5,3 persen dibandingkan 5,4 persen di tahun sebelumnya. Pencadangan NPL yang cukup memadai sebesar 221,8 persen mendukung keberlanjutan operasional perusahaan.
“Didukung oleh permodalan yang kuat dan likuiditas yang memadai, kami optimistis dapat terus mengakselerasi pertumbuhan secara prudent, sekaligus menjaga ketahanan Bank di tengah dinamika ekonomi,” kata Parwati.
Dalam bidang pendanaan, total dana pihak ketiga (DPK) OCBC mencapai Rp226,4 triliun, tumbuh 4 persen dibandingkan kuartal I 2025. Pertumbuhan ini berkat meningkatnya rasio giro dan tabungan (CASA) yang mencapai 61,9 persen. Kenaikan CASA menunjukkan kepercayaan nasabah terhadap layanan digital dan tradisional yang ditawarkan OCBC. Seiring dengan itu, total aset perusahaan meningkat 7 persen secara tahunan, mencapai Rp312,9 triliun, yang menandakan ekspansi yang seimbang di berbagai segmen usaha.
Kinerja Keuangan yang Kuat
Aspek keuangan OCBC juga menunjukkan peningkatan yang signifikan. Tingkat permodalan meningkat dengan kecukupan modal (CAR) sebesar 25,0 persen, menunjukkan kemampuan perusahaan dalam mengelola risiko secara efektif. Likuiditas yang memadai terlihat dari rasio kecukupan likuiditas (LCR) mencapai 236,7 persen, menegaskan bahwa OCBC siap menjaga stabilitas operasional dalam kondisi ekonomi yang berubah-ubah.
Ekspansi Layanan Digital
Dari sisi layanan, OCBC mencatatkan pertumbuhan dalam transaksi melalui kanal elektronik (e-channel) yang meningkat hingga 15 persen dibandingkan periode sebelumnya. Ini mencerminkan adaptasi perusahaan terhadap tren digitalisasi yang semakin pesat di sektor perbankan. Angka ini berdampak positif pada efisiensi operasional serta kenyamanan pengguna dalam mengakses layanan perbankan secara virtual.
Menurut data yang diungkapkan, jumlah pengguna aktif individu pada internet banking dan aplikasi OCBC Mobile naik 8 persen. Pertumbuhan ini menunjukkan minat yang meningkat di kalangan nasabah perorangan. Di sisi lain, pengguna aktif OCBC Business Mobile untuk klien korporasi mengalami peningkatan lebih besar, mencapai 20 persen. Kenaikan penggunaan layanan digital berkontribusi pada peningkatan transaksi dan kepuasan pelanggan, yang menjadi fokus utama OCBC dalam strategi pelayanannya.
Strategi Berkelanjutan dalam Pertumbuhan
Parwati menekankan bahwa pertumbuhan yang dicapai OCBC tidak hanya berdampak pada laba, tetapi juga mencerminkan strategi berkelanjutan dalam mengelola portofolio kredit dan pendanaan. Dia menambahkan bahwa keberhasilan ini didorong oleh efisiensi operasional, kepuasan nasabah, serta permodalan yang cukup untuk mendukung investasi jangka panjang. Selain itu, perusahaan terus memperkuat sistem pengelolaan risiko guna memastikan kualitas aset tetap stabil meskipun ada tantangan ekonomi.
Dalam konteks persaingan, OCBC mengambil langkah strategis untuk meningkatkan volume transaksi dan penyaluran kredit. Pertumbuhan tersebut menunjukkan komitmen perusahaan dalam memenuhi kebutuhan nasabah sekaligus mengembangkan perekonomian nasional. Parwati berharap pertumbuhan yang berkelanjutan ini dapat dilanjutkan di kuartal II dan III 2026, dengan tetap menjaga keseimbangan antara pertumbuhan dan kualitas layanan.
Dampak Ekonomi Global terhadap Kinerja OCBC
Dalam analisisnya, Parwati menyoroti dampak lingkungan ekonomi global terhadap kinerja OCBC. Meski ada tekanan dari perubahan makroekonomi, perusahaan berhasil mempertahankan momentum pertumbuhan. Pertumbuhan pendapatan operasional yang stabil berkat peningkatan aktivitas bisnis di sektor riil serta kebijakan moneter yang didukung pemerintah. Hal ini menggambarkan kemampuan OCBC dalam menyesuaikan diri dengan dinamika ekonomi yang tidak stabil.
Angka laba bersih yang mencapai Rp1,36 triliun juga menunjukkan bahwa OCBC mampu mengelola biaya operasional secara efisien. Dengan pendapatan operasional tumbuh 6 persen, perusahaan menunjukkan peningkatan produktivitas di berbagai unit bisnis. Selain itu, keberhasilan dalam meningkatkan volume kredit sekaligus mengurangi risiko kredit menegaskan bahwa OCBC terus fokus pada kualitas layanan dan keandalan sistem.
Kemajuan dalam layanan digital dan keuangan menjadi faktor kunci dalam peningkatan kinerja OCBC. Angka transaksi melalui e-channel yang naik 15 persen mencerminkan adaptasi terhadap permintaan pasar yang berubah. Pengguna aktif aplikasi mobile juga meningkat, baik untuk nasabah individu maupun korporasi, yang berdampak pada penggunaan layanan secara optimal. Ini merupakan bagian dari upaya OCBC dalam meningkatkan kepuasan pelanggan dan meningkatkan pangsa pasar.
Dengan permodalan yang memadai dan likuiditas yang kuat, OCBC optimis dapat memperkuat posisinya di pasar perbankan Indonesia. Parwati menegaskan bahwa keberlanjutan pertumbuhan adalah prioritas utama, sekaligus menjaga stabilitas finansial. Pertumbuhan yang dicapai pada kuartal I 2026 menjadi fondasi untuk eksplorasi strategi baru di masa depan, terutama dalam meningkatkan inklusi keuangan dan efisiensi layanan. OCBC berkomitmen untuk terus berinovasi dan memberikan solusi keuangan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat serta bisnis lokal.
