Bisnis

Latest Program: Pertamina hadirkan pemantauan keanekaragaman hayati berbasis AI

Pertamina Luncurkan Sistem Pemantauan Keanekaragaman Hayati Berbasis AI

Latest Program – Dari Jakarta, Pertamina Foundation meluncurkan PF-Lestari, sistem pemantauan keanekaragaman hayati yang menggabungkan kecerdasan buatan (AI) dan analisis spasial. Inisiatif ini bertujuan meningkatkan transparansi dalam pelaporan lingkungan serta mendorong penerapan prinsip environmental, social, and governance (ESG) secara lebih efektif. Dalam pernyataan yang dikeluarkan di Jakarta pada Senin, President Director Pertamina Foundation, Agus Mashud S Asngari, menjelaskan bahwa PF-Lestari dirancang untuk mengukur indeks kesehatan vegetasi, mendeteksi perubahan tutupan lahan, hingga menaksir jumlah pohon yang ditanam.

“Dalam era kebutuhan transparansi dan akurasi pelaporan yang tinggi, Pertamina Foundation menghadirkan inovasi PF-Lestari sebagai alat bantu monitoring keanekaragaman hayati,” ujar Agus. Ia menegaskan bahwa sistem ini memiliki kemampuan untuk mengolah data secara lebih cepat dan tepat, memberikan solusi bagi tantangan dalam mengelola informasi lingkungan.

Kemampuan Teknologi yang Mendukung Eksplorasi Data

PF-Lestari diperkuat oleh fitur pemetaan presisi, yang memungkinkan pengguna mengevaluasi kondisi tutupan lahan dan topografi secara menyeluruh. Teknologi ini tidak hanya menganalisis perubahan ekosistem secara real-time, tetapi juga mampu mengidentifikasi keberlanjutan penanaman pohon berdasarkan data historis. Agus menjelaskan bahwa platform ini membantu memudahkan proses inventarisasi digital, termasuk pelacakan jenis tanaman, riwayat perawatan, serta estimasi kapasitas penyerapan karbon di area konservasi.

Menurut Agus, penggunaan AI dalam PF-Lestari memberikan keunggulan dalam menghitung tingkat keberhasilan tumbuh pohon (survival rate) secara otomatis. Sistem ini juga mengurangi kebutuhan manual dalam pengumpulan data lapangan, sehingga menghemat waktu dan sumber daya. Selain itu, integrasi dashboard terukur memungkinkan manajemen data lebih sistematis, serta mendorong evaluasi program lingkungan yang lebih akurat dan berbasis bukti.

“PF-Lestari merupakan inovasi yang tercipta dari tantangan dalam pengelolaan data kehati yang tersebar dan sulit diakses secara berkala,” tambahnya. Agus menyoroti bahwa sebelumnya, pengumpulan informasi tentang keanekaragaman hayati mengalami hambatan karena data tidak terpusat, sehingga memerlukan pengolahan yang lebih rumit.

Pengaplikasian di Kawasan Hutan Lestari

Saat ini, PF-Lestari telah diimplementasikan di berbagai area program hutan lestari yang dikelola Pertamina. Program ini bertujuan memperkuat upaya rehabilitasi lahan kritis di kawasan hutan dengan tujuan khusus (KHDTK). Dengan teknologi yang dimiliki, sistem ini mendukung pendataan jenis pohon endemik dan spesies pohon yang berguna untuk berbagai keperluan, sekaligus memperkaya fungsi riset dan edukasi lingkungan.

Agus juga menyebutkan bahwa PF-Lestari memiliki kemampuan untuk menggambarkan potensi cadangan karbon secara efisien, memberikan wawasan yang berharga bagi pengambil kebijakan. “Dengan menggunakan platform ini, kita bisa mempercepat proses pengambilan keputusan berbasis data yang akurat,” jelasnya. Ia menambahkan bahwa inovasi ini telah memberikan nilai tambah sebesar Rp2,19 miliar, didukung oleh replikasi internal, ekspansi ke Pertamina Group, serta komersialisasi solusi eksternal.

Apresiasi dalam Pertamina Quality Award

Inovasi PF-Lestari mendapatkan pengakuan dalam ajang Annual Pertamina Quality Award (APQA) 2026, dengan meraih predikat Platinum di kategori PC-Prove. APQA, yang telah diadakan sejak 2010, bertujuan memberikan penghargaan atas penerapan standar kualitas, khususnya dalam keempat pilar manajemen kualitas di lingkungan Pertamina.

“Ini pertama kalinya Pertamina Foundation berpartisipasi dalam APQA, dan langsung mendapatkan penghargaan tertinggi,” kata Agus. Ia menjelaskan bahwa prestasi ini menunjukkan bahwa PF-Lestari telah memenuhi kriteria kualitas tinggi, sekaligus memotivasi terus-menerus berinovasi untuk program lingkungan yang lebih akuntabel.

Pencapaian ini menjadi bukti bahwa inovasi berbasis AI mampu meningkatkan efisiensi dalam pemantauan ekosistem. Dengan memanfaatkan PF-Lestari, Pertamina Foundation berharap bisa memperkuat upaya pelestarian lingkungan dari perencanaan hingga pelaporan. “Dari fase awal hingga evaluasi akhir, sistem ini memberikan peningkatan signifikan dalam transparansi data,” ujarnya.

Korelasi dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan

Data yang dihasilkan oleh PF-Lestari, menurut Agus, sejalan dengan Astacita (Aksi Strategi Percepatan Konservasi dan Pemanfaatan Sumber Daya Alam) yang bertujuan memperkuat ketahanan lingkungan. Sistem ini juga mendukung pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs), terutama dalam bidang lingkungan hidup dan pemanfaatan sumber daya alam secara berkelanjutan.

Agus menegaskan bahwa penggunaan teknologi AI tidak hanya menjadi alat bantu administratif, tetapi juga mendorong transparansi data yang lebih baik bagi publik. “Dengan PF-Lestari, kita bisa mengakses informasi tentang kondisi ekosistem secara dinamis,” katanya. Ia menyebutkan bahwa platform ini memberikan wawasan yang jauh lebih mendalam, membantu dalam mengukur dampak lingkungan dari proyek penanaman pohon dan pemantauan perubahan iklim.

PF-Lestari juga diharapkan menjadi contoh bagi organisasi lain dalam mengadopsi teknologi digital untuk mengoptimalkan upaya konservasi. Dengan fokus pada kehati dan akurasi, inovasi ini mengurangi risiko kesalahan dalam pelaporan lingkungan, serta memberikan solusi yang berkelanjutan bagi pengelolaan sumber daya alam. “Kita perlu memastikan setiap inisiatif lingkungan memiliki dasar data yang solid,” pungkas Agus.

Implementasi PF-Lestari menunjukkan komitmen Pertamina Foundation dalam menggabungkan teknologi dengan upaya lingkungan. Selain itu, inisiatif ini memberikan peluang untuk ekspansi lebih luas, termasuk penggunaan di sektor lain seperti energi dan logistik. Dengan kemampuan mengintegrasikan data, PF-Lestari berpotensi menjadi pilar utama dalam pembangunan berkelanjutan di Indonesia.

Potensi Pengembangan di Masa Depan

Apa yang telah dicapai oleh PF-Lestari menurut Agus adalah awal dari proses transformasi dalam pengelolaan data lingkungan. “Kita perlu terus berinovasi agar sistem ini bisa beradaptasi dengan kebutuhan yang semakin kompleks,” jelasnya. Ia juga menyoroti pentingnya kolaborasi antara sektor publik, swasta, dan masyarakat dalam memaksimalkan manfaat teknologi AI untuk lingkungan.

Dengan kemajuan teknologi, PF-Lestari bisa diembangkan menjadi platform yang lebih komprehensif, mencakup pengawasan keanekaragaman hayati di tingkat nasional dan internasional. Pertamina Foundation

Siti Amalia - programamal.com

Siti Amalia - programamal.com

Seorang penulis inspiratif yang mengangkat kisah nyata dari para penerima manfaat program amal. Siti berfokus pada menyebarkan pesan kebaikan dan pentingnya solidaritas antar sesama.