Meeting Results: Wapres pastikan dukung tim hoki Indonesia tembus laga internasional
Wapres pastikan dukung tim hoki Indonesia tembus laga internasional
Meeting Results – Di Jakarta, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menghadiri pertemuan dengan pengurus Federasi Hoki Indonesia (FHI) untuk membahas strategi pemerintah dalam mendukung tim nasional hoki meraih prestasi di tingkat internasional. Pertemuan ini dilakukan dengan semangat memperkuat kerja sama antar sektor, guna menciptakan lingkungan yang memadai bagi para atlet. Dalam sesi diskusi, Gibran menekankan bahwa keberhasilan olahraga harus didukung oleh sistem yang solid, seperti yang telah diarahkan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam kebijakan pemerintah. “Dukungan pemerintah akan terus diberikan, baik melalui pendanaan langsung maupun kolaborasi dengan pihak swasta dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), untuk memastikan tim hoki bisa bersaing di ajang global,” kata Sekretaris Jenderal FHI Yasser Arafat Suaidy setelah acara berlangsung di Istana Wakil Presiden, Rabu.
Dalam pertemuan tersebut, Wapres menyoroti pentingnya keseriusan dalam membangun ekosistem olahraga yang berkelanjutan. Menurut Yasser, Gibran mengingatkan bahwa pihaknya berkomitmen untuk memperkuat program pelatihan dan memastikan atlet memiliki akses yang memadai untuk berkembang. “Pemerintah juga berharap para atlet bisa tetap fokus pada target yang telah ditetapkan, termasuk dalam mempersiapkan diri untuk kompetisi mendatang,” tambahnya. Ia menambahkan, kebijakan yang diambil oleh pemerintah mengharuskan pendanaan yang stabil, sehingga para atlet tidak hanya bisa mengikuti laga internasional, tetapi juga terus menorehkan catatan positif.
“Sesuai arahan Wakil Presiden, kita akan mencari solusi melalui berbagai skema, seperti sponsor atau ‘orang tua angkat’, baik dari peran strategis BUMN maupun perusahaan-perusahaan swasta. Ini penting agar semua aspek seperti pelatihan, infrastruktur, dan pemantauan kesehatan atlet bisa terjamin,” ujar Yasser.
Sebagai bagian dari langkah konkret, FHI menyampaikan bahwa tim hoki Indonesia telah menunjukkan kemajuan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Dalam pertemuan, mereka memaparkan rencana jangka panjang untuk menghadapi beberapa ajang besar, termasuk Asian Games 2026 yang akan dihelat di Nagoya, Jepang. “Kami juga telah memastikan tim indoor putra tetap mendominasi dengan meraih medali emas beruntun pada SEA Games 2023 dan 2025. Ini menjadi bukti bahwa kebijakan pemerintah telah memberikan dampak positif,” jelas Yasser. Pernyataan ini menunjukkan bahwa FHI tidak hanya fokus pada keberhasilan sekarang, tetapi juga mengincar prestasi yang lebih tinggi di masa depan.
“Dalam semangat keberlanjutan kepemimpinan nasional, hoki Indonesia terus menorehkan prestasi gemilang. Kami juga berharap bisa memperkuat posisi tim outdoor putra dan putri di ajang internasional lainnya, seperti Piala Asia 2026,” katanya.
Di sisi lain, FHI menyoroti peran strategis pemerintah dalam memberikan peluang karier bagi atlet berprestasi. Pernyataan ini diungkapkan setelah disebutkan bahwa sebanyak 34 atlet hoki telah menjadi bagian dari Kepolisian RI dan beberapa di antaranya tergabung dalam TNI Angkatan Darat serta Angkatan Udara. “Kebijakan ini menunjukkan bahwa pemerintah memberikan jaminan masa depan bagi para atlet yang mampu membawa kehormatan bagi bangsa,” kata Yasser. Ia menegaskan bahwa dukungan ini bukan hanya untuk mengembangkan olahraga, tetapi juga sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi atlet dalam meningkatkan citra negara.
Persiapan untuk Asian Games 2026
Kapten Timnas Hoki Indonesia, Revo Priliandro, menyampaikan bahwa persiapan untuk Asian Games 2026 membutuhkan perhatian pemerintah, terutama dalam penyelenggaraan pemusatan latihan nasional (pelatnas) yang berkelanjutan. “Kami membutuhkan pendanaan yang stabil untuk program pelatnas jangka panjang, seperti persiapan SEA Games 2027 di Kuala Lumpur dan Asian Games 2026 di Nagoya,” tutur Revo. Ia menambahkan, dukungan ini menjadi kunci utama agar tim bisa mencapai performa terbaik di laga internasional. “Tanpa perencanaan yang matang, sulit bagi kita untuk bersaing dengan negara-negara besar lainnya,” ujarnya.
“Kami ingin pelatnas segera terealisasikan agar para atlet punya waktu cukup untuk berkembang. Ini tidak hanya untuk Asian Games, tetapi juga untuk ajang lainnya yang akan datang,” kata Revo.
Pertemuan antara Wapres dan FHI juga menjadi kesempatan untuk meninjau kembali strategi pemasaran olahraga hoki. Dalam pembahasan, Yasser menekankan bahwa keberhasilan di tingkat internasional tidak bisa dicapai hanya dengan latihan intensif, tetapi juga perlu promosi yang efektif. “Pemerintah berharap hoki bisa menjadi olahraga yang lebih dikenal masyarakat luas, sehingga bisa menarik minat lebih banyak pemain muda,” ujarnya. Ia menjelaskan bahwa FHI sedang berupaya menguatkan kerja sama dengan pihak swasta, termasuk perusahaan-perusahaan besar, untuk mendukung pengembangan olahraga ini.
Di samping itu, pembahasan juga mencakup persiapan infrastruktur dan fasilitas latihan. Yasser menambahkan bahwa FHI telah bekerja sama dengan pemerintah untuk memastikan ada venue yang memadai bagi latihan para atlet. “Kami ingin membangun pusat pelatihan yang modern, sehingga para atlet bisa berkembang secara optimal,” katanya. Ia juga mengungkapkan bahwa ada rencana untuk memperluas jaringan pelatih dan asisten pelatih, agar bisa mengakomodasi kebutuhan tim yang semakin kompleks.
Dalam kesimpulannya, pertemuan tersebut menegaskan komitmen pemerintah untuk terus mendukung olahraga hoki sebagai bagian dari upaya meningkatkan prestasi nasional. Gibran Rakabuming Raka menekankan bahwa keberhasilan di tingkat internasional adalah impian bersama, dan pemerintah siap memberikan semua yang diperlukan untuk mencapainya. “Dukungan ini bukan hanya sekali terealisasi, tetapi akan terus dijaga hingga era berikutnya,” ujar Yasser.
Pelatnas hoki Indonesia
