BKHIT Maluku kawal ekspor 11,6 ton tuna beku ke Thailand
BKHIT Maluku Kawal Ekspor 11,6 Ton Tuna Beku ke Thailand
BKHIT Maluku kawal ekspor 11 6 ton – Ambon, Rabu – Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (BKHIT) Maluku melakukan pengawasan terhadap ekspor 11,6 ton produk perikanan, khususnya tuna beku, yang dikirim ke Thailand. Langkah ini bertujuan memastikan komoditas hasil laut dari Maluku memenuhi standar kesehatan dan keamanan pangan negara tujuan. Willy Indra Yunan, kepala BKHIT Maluku, menegaskan bahwa proses karantina menjadi komponen kritis dalam menjaga kualitas produk serta mempercepat prosedur ekspor.
Pengawasan Karantina sebagai Penjaga Mutu
Kepala BKHIT Willy Indra Yunan menjelaskan, pengawasan oleh lembaga karantina ini tidak hanya fokus pada pemeriksaan fisik produk, tetapi juga memastikan seluruh persyaratan teknis negara tujuan telah terpenuhi. “Setiap komoditas yang diekspor harus memenuhi standar kesehatan dan keamanan yang ditetapkan oleh negara tujuan,” katanya. Ia menambahkan bahwa dukungan dari BKHIT akan terus diberikan kepada pelaku usaha, agar produk perikanan Maluku tetap kompetitif di pasar internasional.
“Kami berkomitmen terus mendampingi pelaku usaha agar komoditas asal Maluku mampu bersaing di pasar internasional,” ujar Willy. Dengan adanya pengawasan ini, BKHIT berupaya memastikan bahwa produk yang dikirimkan tidak hanya memenuhi syarat, tetapi juga mempertahankan kualitas yang memadai. Langkah ini bertujuan memperkuat kepercayaan pihak importir dan menjaga reputasi Maluku sebagai salah satu sentra penghasil ikan berkualitas.
Ekspor Perdana Berhasil Dilepas
Ekspor perdana ke Thailand dilakukan oleh perusahaan PT Jayawi Ambon Internasional, yang mengirimkan 11.625 kilogram tuna beku dalam bentuk loins. Produk ini memiliki nilai ekonomi sekitar Rp1,08 miliar. Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Maluku, Jais Ahmad Ely, mengapresiasi keberhasilan pengusaha menembus pasar Thailand. “Ini adalah prestasi yang signifikan karena membuktikan komoditas perikanan Maluku siap bersaing di tingkat internasional,” ujarnya.
“Ekspor perdana ini menunjukkan bahwa komoditas perikanan Maluku mampu memenuhi standar pasar internasional. Kami berharap keberhasilan ini menjadi motivasi bagi pelaku usaha lainnya untuk terus meningkatkan kualitas dan daya saing produk,” kata Jais. Ia menekankan bahwa sinergi antara pemerintah dan sektor swasta sangat penting untuk mendorong hilirisasi perikanan, khususnya dalam pengolahan produk bernilai tambah.
Jais juga menyebutkan bahwa ekspor ini merupakan bagian dari upaya memperluas jaringan pemasaran hasil laut Maluku. “Kami mengharapkan kerja sama yang lebih intensif antara berbagai stakeholder untuk meningkatkan volume ekspor ke berbagai pasar global,” tuturnya. Dengan keberhasilan ini, harapan pemerintah untuk meningkatkan perekonomian daerah melalui sektor perikanan semakin terwujud.
Langkah Kemitraan Pemerintah dan Pelaku Usaha
Pelaksanaan ekspor tuna beku ke Thailand tidak hanya melibatkan BKHIT, tetapi juga kerja sama antara dinas terkait dan perusahaan eksportir. Willy menjelaskan bahwa proses ekspor melibatkan pendampingan pada berbagai aspek, seperti pemeriksaan kesehatan produk, penyiapan dokumen teknis, hingga pengurusan surat izin ekspor. “Pendampingan yang dilakukan tidak hanya pada aspek pemeriksaan kesehatan komoditas, tetapi juga memastikan seluruh dokumen dan persyaratan teknis negara tujuan telah dipenuhi sehingga proses ekspor dapat berjalan lancar,” ujarnya.
Menurut Willy, BKHIT Maluku berkomitmen untuk terus memperkuat layanan sertifikasi dan pengawasan karantina. Langkah ini diharapkan mampu mendukung peningkatan volume perdagangan luar negeri, khususnya dari sektor perikanan. “Kami akan terus berinovasi dalam pelayanan untuk memenuhi tuntutan pasar global yang semakin ketat,” katanya. Dengan keberhasilan ekspor pertama, BKHIT berharap dapat menjadi pendorong utama bagi pengembangan komoditas perikanan lainnya.
Prospek Peningkatan Ekspor Perikanan
Ekspor 11,6 ton tuna beku ke Thailand dianggap sebagai awal dari peningkatan ekspor komoditas perikanan dari Maluku. Willy menyatakan bahwa BKHIT Maluku akan terus berupaya meningkatkan kapasitas pemeriksaan, serta mempercepat pengurusan persyaratan teknis ekspor. “Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa Maluku mampu menghasilkan produk yang sesuai dengan standar internasional,” ujarnya. Ia berharap ke depan, lebih banyak perusahaan lokal dapat memanfaatkan layanan karantina untuk menembus pasar ekspor lainnya.
Dalam konteks ekonomi, ekspor tuna beku ke Thailand diperkirakan memberikan dampak positif terhadap perekonomian Maluku. Dengan nilai ekonomi mencapai Rp1,08 miliar, keberhasilan ini menjadi penyemangat bagi para pelaku usaha. Jais menegaskan bahwa pemerintah daerah berupaya memastikan seluruh proses ekspor berjalan optimal, termasuk melalui penguatan kemitraan dengan lembaga karantina.
“Kami optimis bahwa peningkatan ekspor ini akan memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan perekonomian Maluku, terutama sektor perikanan. BKHIT akan terus berupaya menjadi mitra yang andal dalam memastikan kualitas produk dan kepatuhan terhadap regulasi internasional,” kata Willy. Dukungan pemerintah dan lembaga teknis seperti BKHIT dianggap penting dalam membuka peluang ekspor ke pasar lain, termasuk negara-negara Asia Tenggara.
Sebelumnya, produk perikanan Maluku sering mengalami hambatan dalam ekspor karena belum memenuhi persyaratan teknis tertentu. Namun, dengan adanya pengawasan yang lebih ketat, pengusaha kini lebih percaya diri untuk mengirimkan produk ke luar negeri. Willy menegaskan bahwa BKHIT juga memberikan pelatihan kepada pelaku usaha, agar mereka mampu mengerti prosedur karantina dan standar ekspor.
Ekspor perdana ini juga menunjukkan bahwa Maluku memiliki potensi besar dalam memenuhi permintaan pasar global. Jais mengatakan bahwa keberhasilan ini memberikan gambaran bahwa komoditas perikanan daerah dapat menarik perhatian importir internasional. “Kami berharap hal ini menjadi titik awal dari ekspor yang lebih besar ke berbagai negara,” ujarnya. BKHIT Maluku akan terus memantau dan mendukung seluruh proses ekspor, agar komoditas perikanan bisa menghadirkan nilai tambah bagi perekonomian daerah.
Dengan berbagai langkah yang dilakukan, BKHIT Maluku berupaya meningkatkan daya saing produk perikanan daerah. Dukungan pemerintah provinsi
