Latest Program: Pemprov-BKKBN Maluku luncurkan GAT-Link perkuat peran ayah di keluarga
Pemprov Maluku dan BKKBN Perkenalkan GAT-Link untuk Penguatan Peran Ayah
Latest Program – Di Ambon, Pemerintah Provinsi Maluku bekerja sama dengan BKKBN setempat mengadakan peluncuran inisiatif baru bernama Gerakan Ayah Teladan bagi Aparatur Sipil Negara (GAT-Link). Program ini bertujuan memperkuat peran ayah dalam pengasuhan anak serta kehidupan keluarga. Peluncuran GAT-Link dilakukan sebagai bagian dari implementasi Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI), yang diinisiasi oleh Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN. Tujuan utamanya adalah meningkatkan keterlibatan ayah dalam proses pengasuhan anak sekaligus merespons isu fatherless yang masih menjadi tantangan di Indonesia, termasuk di Maluku.
Gerakan untuk Melawan Fenomena Fatherless
Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Maluku, Edi Setiawan, menjelaskan bahwa peluncuran GAT-Link bertepatan dengan perayaan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33. “Kita ingin mengembalikan peran ayah ke dalam keluarga untuk berkontribusi aktif dalam pengasuhan anak dan pendampingan keluarga,” katanya. Menurut Edi, banyak ayah di Maluku hanya hadir secara fisik, tetapi tidak aktif dalam kehidupan keluarga. Dengan GAT-Link, diharapkan mereka bisa menjadi contoh teladan dalam menjalankan tanggung jawab sebagai orang tua.
Kita ingin pada momentum ini mengembalikan peran ayah ke dalam keluarga untuk ikut serta dalam pengasuhan anak dan pendampingan keluarga dalam rangka melawan isu fatherless yang sedang marak saat ini,” ujar Edi.
Kondisi Fatherless di Maluku
Edi Setiawan menyebutkan, berdasarkan data BKKBN, sekitar 22 persen keluarga di Maluku mengalami kondisi fatherless. “Artinya, 22 dari setiap 100 keluarga mengalami situasi di mana ayah fisiknya ada, tetapi tidak terlibat aktif dalam kehidupan keluarga,” jelasnya. Kondisi ini, menurut dia, berpotensi mengganggu tumbuh kembang anak, sehingga diperlukan kolaborasi bersama untuk meningkatkan kualitas pengasuhan melalui peran ayah yang lebih aktif.
Pelatihan untuk ASN Laki-Laki
Program GAT-Link difokuskan pada pelatihan bagi aparatur sipil negara (ASN) laki-laki agar mampu menjadi teladan dalam menjalankan peran sebagai ayah. Edi menjelaskan, inisiatif ini menitikberatkan pada empat dimensi utama: membangun interaksi emosional yang kuat dengan anak, meningkatkan aksesibilitas ayah dalam kehidupan sehari-hari anak, memperkuat tanggung jawab terhadap kebutuhan fisik, pendidikan, dan kesehatan anak, serta memastikan keterlibatan ayah dalam pekerjaan domestik yang terkait dengan pengasuhan.
“GAT-Link diharapkan menjadi contoh bahwa ASN juga harus mampu menjadi teladan sebagai ayah yang hadir, bukan hanya secara fisik, tetapi juga secara emosional dan aktif mendampingi keluarga,” katanya.
Peluncuran GAT-Link sebagai Tindak Lanjut Keputusan Gubernur
Sebagai tindak lanjut dari Keputusan Gubernur Maluku Nomor 796 Tahun 2026 tentang pembentukan Forum Komunitas Gerakan Ayah Teladan Indonesia di lingkungan Pemerintah Provinsi Maluku, GAT-Link diharapkan menjadi bentuk keberlanjutan dari upaya meningkatkan peran ayah. Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, mengatakan bahwa ayah memiliki peran yang lebih luas dari sekadar memenuhi kebutuhan ekonomi. “Ayah, peran Anda di dalam rumah tangga bukan sekadar sebagai mesin pencari nafkah materi. Tugas Anda tidak selesai ketika Anda telah mengirimkan uang belanja atau membayar biaya sekolah,” tegas gubernur.
Membangun Kedekatan Emosional dengan Anak
Lewerissa menekankan pentingnya ayah membangun hubungan emosional yang erat dengan anak melalui komunikasi yang hangat. Ia mengajak para ayah untuk tidak hanya hadir secara fisik, tetapi juga secara psikologis dalam setiap tahapan tumbuh kembang anak. “Hadir secara fisik saja tidak cukup. Ayah harus hadir dalam hati anak, menjadi pendukung, dan memberikan perhatian yang tulus,” ujarnya.
Perspektif BKKBN tentang Peran Ayah
Edi Setiawan menambahkan, peran ayah dalam pengasuhan anak memiliki dampak signifikan terhadap perkembangan emosional dan sosial anak. Ia menekankan bahwa ayah yang aktif dapat membantu menyeimbangkan pengasuhan antara ibu dan ayah, sehingga anak tidak hanya mendapatkan kasih sayang dari satu pihak, tetapi juga bimbingan dari kedua orang tua. “Keterlibatan ayah dalam pekerjaan rumah tangga, seperti mengerjakan tugas domestik, juga berkontribusi pada kesejahteraan keluarga secara keseluruhan,” lanjutnya.
Harapan untuk Masa Depan Anak Maluku
Menurut Edi, GAT-Link merupakan langkah konkret untuk meningkatkan kualitas kehidupan keluarga di Maluku. “Program ini bertujuan menciptakan lingkungan keluarga yang lebih harmonis, di mana ayah tidak hanya memberi nafkah, tetapi juga menjadi bagian aktif dalam proses pendidikan dan pengasuhan anak,” jelasnya. Ia menilai bahwa dengan peran ayah yang lebih optimal, anak-anak di Maluku akan memiliki dasar yang kuat untuk berkembang secara sehat dan utuh.
Keterlibatan Ayah dalam Pendidikan Anak
Edi Setiawan menekankan bahwa keterlibatan ayah dalam pendidikan anak tidak terbatas pada pembayaran biaya sekolah. “Ayah juga harus turut berpartisipasi dalam proses belajar mengajar, memotivasi anak, serta menciptakan lingkungan belajar yang nyaman,” ujarnya. Keterlibatan ini, menurut dia, dapat meningkatkan rasa percaya diri anak dan memperkuat nilai-nilai keluarga dalam kehidupan mereka.
Pelaksanaan dan Harapan Masa Depan
Program GAT-Link diharapkan tidak hanya memberikan pelatihan, tetapi juga membangun kesadaran masyarakat tentang pentingnya peran ayah. “Kami ingin masyarakat memahami bahwa ayah adalah bagian integral dari proses pendidikan dan pengasuhan anak,” kata Edi. Dengan adanya program ini, BKKBN dan Pemprov Maluku berharap dapat menciptakan generasi muda yang memiliki kecerdasan emosional, sosial, dan akademik yang seimbang. “Kami berkomitmen untuk terus mendorong partisipasi ayah dalam segala aspek kehidupan keluarga, tidak hanya dalam kesibukan kerja tetapi juga dalam kegiatan sehari-hari,” imbuhnya.
Sementara itu, Gubernur Hendrik Lewerissa mengapresiasi upaya BKKBN dalam mendorong keterlibatan ayah. “Ini adalah langkah penting untuk memperkuat kelembutan dan keberagaman peran orang tua dalam membentuk karakter anak,” ujarnya. Ia menambahkan, peluncuran GAT-Link juga menjadi ajang untuk memperluas kesadaran masyarakat tentang pentingnya ayah yang aktif dalam keluarga. “Kita perlu membangun kesadaran bahwa ayah bukan hanya penghasil penghasilan, tetapi juga pendidik, pelindung, dan pelaku kehidupan keluarga yang utuh,” tegas Lewerissa.
Program ini diharapkan menjadi contoh yang dapat diikuti oleh masyarakat luas, baik di lingkungan ASN maupun masyarakat umum. Dengan adanya GAT-Link, BKKBN dan Pemprov Maluku berkomitmen untuk terus memberikan dukungan dan edukasi bagi ayah agar dapat menjalankan peran mereka secara optimal. “Kita bersama-sama ingin membangun fondasi keluarga yang kuat,
