Main Agenda: Kemenhaj NTT pastikan Asrama Haji Kupang siap sambut jamaah calon haji

Kemenhaj NTT pastikan Asrama Haji Kupang siap sambut jamaah calon haji

Main Agenda – Kupang, NTT (ANTARA) – Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Nusa Tenggara Timur menegaskan bahwa Asrama Haji Kupang telah siap menerima jamaah calon haji yang berasal dari wilayah tersebut. Persiapan ini mencakup berbagai aspek, seperti tempat tinggal, transportasi, serta fasilitas pendukung lainnya, dalam rangka menyambut jamaah ke Tanah Suci sebelum mereka berangkat. Pihak Kemenhaj mengatakan bahwa semua persiapan telah dilakukan secara matang untuk memastikan keberangkatan para jamaah berjalan lancar dan nyaman.

Akomodasi dan Fasilitas

Dalam hal akomodasi, Asrama Haji Kupang menyiapkan 42 kamar yang mampu menampung 168 tempat tidur. Fasilitas ini dirancang untuk menjamu calon jamaah yang akan melakukan transit di Kupang. Pelaksana Tugas Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kemenhaj NTT, Fuaddus Salam, menjelaskan bahwa sterilisasi penginapan juga telah dilakukan untuk memastikan kebersihan dan kenyamanan. Seluruh jamaah dijadwalkan memasuki asrama pada Kamis (7/5), menurut informasi yang diberikan Salam saat diwawancara Senin.

“Terkait akomodasi, telah disiapkan 42 kamar dengan kapasitas 168 tempat tidur bagi calon jamaah yang akan transit di Asrama Haji Kupang,” kata Fuaddus Salam. Pihaknya juga melakukan persiapan menyeluruh, termasuk sanitasi kamar dan perlengkapan pendukung yang dibutuhkan.

Asrama Haji Kupang memiliki total 48 kamar yang terbagi di tiga lantai. Setiap kamar dirancang untuk menampung empat orang, sehingga kapasitas keseluruhan mencapai 168 unit. Selain itu, fasilitas seperti air panas, televisi, dan WiFi telah dipersiapkan untuk memenuhi kebutuhan jamaah. Ketersediaan fasilitas ini bertujuan agar para jamaah dapat beristirahat dengan tenang dan terjaga kenyamanannya selama transit.

Untuk memastikan kesejahteraan jamaah lansia serta penyandang disabilitas, pihak Kemenhaj juga menyediakan kursi roda. Selain itu, dua minibus khusus disiapkan untuk membawa jamaah yang memerlukan bantuan tambahan saat berpindah dari Kupang ke embarkasi Surabaya. “Kursi roda dan minibus ini adalah bagian dari upaya kami untuk memberikan dukungan optimal kepada jamaah yang memiliki kebutuhan khusus,” lanjut Salam.

Logistik dan Transportasi

Dalam hal transportasi, Kemenhaj NTT memastikan bahwa semua jamaah calon haji dari daerah tersebut akan mendapat pelayanan yang sesuai. Meskipun sebagian besar jamaah langsung berangkat dari kota asalnya menuju Surabaya, tetapi yang melakukan transit di Kupang jumlahnya sekitar 474 orang. Namun, hanya sembilan jamaah yang akan menunggu di Surabaya, terdiri dari empat orang dari Kabupaten Belu dan lima orang dari Kabupaten Ende.

“Bagi jamaah yang menginap di asrama, kami akan memberikan pelayanan terbaik. Semua fasilitas disiapkan untuk mendukung kenyamanan jamaah sebagai tamu Allah yang akan berangkat ke Tanah Suci, mulai dari akomodasi, konsumsi, hingga keberangkatan ke bandara,” ujarnya.

Logistik keberangkatan juga telah diatur rapi. Setiap jamaah yang berada di Kupang akan memperoleh panduan lengkap sebelum menuju embarkasi. Selain itu, pihak Kemenhaj memastikan bahwa pengaturan keberangkatan ke bandara berjalan terpadu, sehingga tidak ada hambatan terkait waktu dan jadwal. Ini adalah bagian dari upaya untuk mengurangi risiko keterlambatan dan menjamin keberangkatan jamaah tepat waktu.

Detail Jamaah dan Kloter

Kemenhaj NTT membagi jamaah calon haji menjadi dua kelompok terbang (kloter) pada musim haji 2026, yakni kloter 80 dan 81. Total jumlah jamaah yang akan dikirim melalui Kupang mencapai 483 orang. Pihak kementerian menjelaskan bahwa seluruh jamaah dijadwalkan berangkat dari Kupang ke Surabaya pada 10 Mei 2026, sesuai dengan rencana keberangkatan yang telah ditentukan.

Sebelumnya, pada 11 Mei 2026, jamaah akan memasuki Asrama Haji Sukolilo di Surabaya. Kloter 80 dan 81 akan diberangkatkan secara berurutan. Pada tanggal 12 Mei 2026, seluruh jamaah akan dilepas langsung oleh Gubernur NTT dari Bandara Juanda Surabaya, menuju Jeddah, Arab Saudi. Rencana ini menjadi bagian dari strategi Kemenhaj untuk memastikan keberangkatan jamaah berjalan secara efisien.

Peneguhan Kesiapan dan Panduan

Menurut Salam, kesiapan Asrama Haji Kupang bukan hanya terkait fisiknya, tetapi juga terhadap personel dan sistem pengelolaan. “Kami melakukan pemeriksaan berkala terhadap semua fasilitas, termasuk sistem kebersihan dan ketersediaan sumber daya manusia untuk memenuhi kebutuhan jamaah,” tambahnya. Hal ini dilakukan agar tidak ada hambatan saat jamaah menginap di asrama.

Di samping itu, Kemenhaj juga memberikan panduan rinci kepada jamaah terkait prosedur pendaftaran, pengisian data, serta dokumentasi yang diperlukan untuk keberangkatan. Petugas di Asrama Haji Kupang bersiaga penu