Meeting Results: Media: Iran usul Selat Hormuz dibuka dulu, tunda kesepakatan nuklir

Media: Iran usul Selat Hormuz dibuka dulu, tunda kesepakatan nuklir

Jakarta – Seorang sumber mengungkapkan bahwa Iran mengajukan rencana untuk segera mengembalikan akses ke Selat Hormuz, sementara menunda pembicaraan mengenai kesepakatan nuklir, seperti yang dilaporkan oleh media pada Ahad. Laporan dari Axios menyebutkan bahwa usulan ini disampaikan kepada Amerika Serikat melalui pihak penengah, termasuk Pakistan, dalam upaya mengatasi kebuntuan diplomatik mengenai program nuklir Iran.

Usulan tersebut bertujuan untuk mempercepat penghapusan blokade dan pemulihan arus kapal layar di wilayah strategis tersebut. Rencana ini menawarkan perpanjangan gencatan senjata, baik jangka panjang maupun permanen, dengan pembicaraan nuklir baru dimulai setelah Selat Hormuz dibuka dan pembatasan laut di解除.

“Ketika anda punya minyak yang sangat banyak … dan jika salurannya ditutup … salurannya akan meledak dari dalam,” kata Trump, menambahkan bahwa Iran hanya memiliki “tiga hari” sebelum menghadapi tekanan internal.

Pembicaraan antara AS dan Iran tetap berlangsung intensif akhir pekan ini. Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, melakukan pertemuan dengan mitra di Islamabad, Pakistan, serta Muscat, Oman, terkait situasi di Selat Hormuz. Araghchi juga tiba di St. Petersburg, Rusia, pada Senin pagi untuk menghadiri pertemuan tingkat tinggi dengan Presiden Vladimir Putin dan pejabat senior lainnya.

Juru bicara Gedung Putih, Olivia Wales, mengatakan bahwa diskusi diplomatik ini sangat sensitif, dengan AS memegang semua kartu strategis. Sebelumnya, negosiasi tahap awal di Islamabad pada 11-12 April gagal mencapai kesepakatan mengakhiri konflik, meski Pakistan berhasil mendorong gencatan senjata dua minggu pada 8 April, yang kemudian diperpanjang oleh Trump.

Presiden Trump menyatakan niatnya untuk mempertahankan blokade laut terhadap Iran sebagai cara meningkatkan tekanan terhadap Teheran. Meski upaya negosiasi dilanjutkan, beberapa isu masih menghambat proses, seperti blokade pelabuhan Iran dan hak Teheran mengenai pengayaan uranium.