Mahasiswa KKN UNG kenalkan silase pakan komplit kembangkan ternak sapi
Daftar Isi
Silase dari Jerami Jagung Jadi Kunci Ketahanan Pakan Sapi di Desa Batuloreng
Programamal.com – Di tengah keterbatasan hijauan segar sepanjang musim kemarau, para peternak sapi skala rumah tangga di Kabupaten Gorontalo kini memiliki alternatif pakan yang lebih tahan lama dan terjangkau. Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik II Universitas Negeri Gorontalo (UNG) membawa teknologi pembuatan silase ke Desa Batuloreng, Kecamatan Bongomeme, sebagai langkah konkret memperkuat ketahanan pangan keluarga sekaligus menghidupkan kembali potensi pertanian lokal.
Apa Itu Silase dan Mengapa Penting bagi Peternak Skala Kecil
Silase merupakan pakan komplit yang diproses dari jerami jagung melalui fermentasi anaerobik. Dalam praktiknya, jerami jagung yang telah dipotong dan dicacah dicampur dengan bahan-bahan penunjang lain sesuai takaran dan komposisi tertentu, lalu disimpan dalam kondisi tertutup agar mikroorganisme pengawet bekerja secara alami. Proses fermentasi inilah yang membuat pakan tetap bernutrisi tinggi meskipun disimpan berbulan-bulan.
Bagi peternak sapi rumahan yang tidak memiliki lahan luas untuk menanam hijauan sepanjang tahun, ketersediaan pakan segar sering kali menjadi kendala utama. Ketika musim kering tiba, rumput dan daun-daunan yang biasanya menjadi menu utama ternak menjadi langka. Silase hadir sebagai solusi: jerami jagung yang sebelumnya dibakar atau dibuang kini diubah menjadi sumber nutrisi yang dapat disimpan dan digunakan kapan pun dibutuhkan.
Metode Pembelajaran Langsung di Lapangan
Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) program tersebut, Dr. Srisukmawati Zainudin, menjelaskan bahwa pendekatan yang dipilih bukan sekadar ceramah di kelas. Mahasiswa peserta KKN turun langsung ke kelompok petani jagung dan peternak sapi untuk mendemonstrasikan setiap tahapan pembuatan silase, mulai dari pencacahan bahan, pencampuran dengan bahan penunjang, hingga pengemasan dan penyimpanan.
“Proses pembuatan dilakukan secara langsung agar peserta atau masyarakat, tidak hanya memperoleh pemahaman secara teori, tetapi juga melihat dan mempraktikkan proses pengolahan pakan,” ujar Srisukmawati.
Ia menegaskan bahwa arah program ini berfokus pada pemberdayaan masyarakat desa demi ketahanan pangan keluarga. Dengan menguasai teknik pembuatan silase, warga tidak lagi bergantung sepenuhnya pada pakan komersial yang harganya berfluktuasi mengikuti pasar.
Timeline: Dari Pembuatan hingga Pemanfaatan
Silase yang telah diproduksi di Desa Batuloreng tidak dapat langsung diberikan kepada ternak. Bahan tersebut harus melewati masa penyimpanan atau fermentasi terlebih dahulu agar kadar nutrisi dan tingkat keasaman mencapai kondisi aman bagi pencernaan sapi. Sesuai jadwal yang telah ditetapkan, hasil silase direncanakan dibuka dan mulai dimanfaatkan sebagai pakan ternak pada 16 September 2026.
Periode tunggu ini sekaligus menjadi masa observasi bagi warga desa untuk memantau kualitas pakan, memahami tanda-tanda silase yang baik, serta menyiapkan infrastruktur penyimpanan sederhana di tingkat rumah tangga.
Respons Pemerintah Desa: Harapan Ekonomi Lokal
Kepala Desa Batuloreng, Awin K Poiyo, menyambut positif kehadiran mahasiswa KKN dan program yang mereka bawa. Baginya, edukasi peternakan skala rumah tangga yang memanfaatkan potensi pertanian setempat bukan sekadar kegiatan akademik, melainkan investasi jangka panjang bagi perekonomian warga.
“Edukasi melalui program peternakan skala rumah tangga dan pembuatan pakan ternak memanfaatkan potensi pertanian di desa, diyakini akan berdampak untuk perekonomian masyarakat dan desa ini,” kata Awin.
Ia berharap program ini tidak berhenti pada satu periode KKN saja, melainkan terus dikembangkan oleh warga sehingga menjadi aktivitas produktif yang menghasilkan pendapatan tambahan. Dalam pandangannya, setiap jerami jagung yang diolah menjadi silase berarti satu unit nilai ekonomi yang berputar di dalam desa, bukan lagi limbah yang dibakar.
“Saya secara pribadi dan pemerintah mengucapkan terima kasih kepada pihak UNG, khususnya Dekan Fakultas Pertanian UNG Muhammad Mukhtar, para dosen pembimbing, serta mahasiswa peserta KKN. Kegiatan ini berdampak positif dalam memajukan desa dan menyejahterakan masyarakat,” tambahnya.
Implikasi Lebih Luas bagi Pengembangan Ternak di Gorontalo
Desa Batuloreng sendiri memiliki lahan pertanian jagung yang cukup luas, sehingga pasokan bahan baku silase dapat dipenuhi secara lokal tanpa perlu mengimpor dari luar kecamatan. Kombinasi antara ketersediaan jerami jagung dan pengetahuan teknis yang kini dimiliki warga membuka peluang bagi peternakan sapi rumahan untuk tumbuh secara berkelanjutan.
Model yang diterapkan mahasiswa KKN UNG ini sejalan dengan prinsip ekonomi sirkular di tingkat desa: limbah pertanian tidak lagi menjadi beban lingkungan, melainkan diubah menjadi input produktif bagi sektor peternakan. Jika berhasil direplikasi di desa-desa lain di Kabupaten Gorontalo, pendekatan semacam ini berpotensi mengurangi ketergantungan peternak kecil pada pakan pabrikan sekaligus menciptakan rantai nilai baru dari pertanian ke peternakan di dalam satu komunitas.
Keberhasilan program ini pada akhirnya akan diukur bukan hanya dari satu batch silase yang dibuka pada September 2026, melainkan dari keberlanjutan praktik warga dalam mengolah jerami jagung secara mandiri setiap musim panen berikutnya.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Mahasiswa KKN UNG kenalkan silase pakan?
Mahasiswa KKN UNG kenalkan silase pakan is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Mahasiswa KKN UNG kenalkan silase pakan matter?
Mahasiswa KKN UNG kenalkan silase pakan matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.